.

  • … belum lama ini ada seorang Kepala Lembaga yang dulu begitu setia dan memuji-muji SBY, sehingga dia diberi jabatan. Kini berbalik menyerang dan mengritik kebijakan mantan majikannya itu.”Bahkan sekarang dia tak malu-malu memuji-muji ketua umum partai yang capresnya selalu menempati rangking teratas dalam berbagai survei tersebut.”
  • Dalam pewayangan, Sengkuni adalah  orang yang lemah lembut, sopan tapi dibalik itu mempunyai rencana yang jahat, suka mengadu domba, suka menjadi provokator suka mengembangkan siasat buruk./pskt

Inilah ulasan yang dilanjutkan berita menyoroti tingkah sengkuni di Indonesia.

***

Barisan Kaum Munafik

Betapa perihnya melihat masa depan Indonesia nanti. Berbagai nuansa yang sangat destruktif sudah sangat nampak di depan mata. Apalagi, kalau mencermati nama-nama daftar calon legislatif pusat atau daerah, mereka dari segi kualitas moral, integritas,  dan komitment kepada rakyat sangat nihil. Mereka orang-orang yang hanya akan menghamba kepada hawa nafsunya belaka. Demi kekuasaan, jabatan, harta, dan kenikmatan dunia.

Tidak ada diantara mereka yang sungguh-sungguh dan jujur mengabdi kepada kepentingan rakyat yang dilandasi oleh kejujuran dan pengabdian. Apalagi, sisi-sisi moral. Tidak ada lagi paramater moral yang mereka gunakan. Inilah potret masa depan Indonesia.

Apalagi, kalau melihat bakal calon-calon presiden pada pemilu presiden 2014 nanti. Hanya terdiri tokoh-tokoh yang sudah sangat jelas, bagaimana masa lalu  mereka ini. Mereka tak pernah berpihak kepada rakyat dan umat. Mereka hanya menjadi bintang iklan di  telivisi dengan penuh kepura-puraan dan menipu.

Indonesia akan dipimpin dan diatur para munafiqin. Mereka kalau berbicara selalu penuh dengan dusta dan bohong. Antara yang diucapkan lewat mulutnya, selalu diselisihi oleh hatinya.

Jika mereka mengaku ingin membela rakyat, sejatinya mereka itu bertujuan menghancurkan rakyat. Sementara itu, kalau mereka memberikan janji, pasti selalu mengingkari, dan jika diberi amanah pasti akan berkhianat. Amanah apa saja, termasuk amanah kekuasaan, pasti mereka berkhianat.

Bersiap-siaplah menghadapi era kehidupan yang kelam. Akibat kita terperosok ke dalam jurang demokrasi. Selamanya, kebathilan akan membawa kerusakan dan kehancuran terhadap dirinya. Persis seperti yang terjadi di negara-negara Barat yang sedang menuju kehancuran dan sekarat. Wallahu a’lam. (voaislam.com)

***

Bambang Soesatyo Ingatkan Capres Waspadai Manuver Para Sengkuni

 

Jakarta (SI Online) – Para calon presiden (capres) dan tim suksesnya harus ekstra waspada saat menjelang peralihan kekuasaan di negara ini, karena para “Sengkuni” yang selama ini menyanjung dan menjilat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sedang bergerilya mendekati calon penguasa baru.

“Mereka mulai berkhianat demi kekuasaan. Para “Sengkuni” itu mulai aktif blusukan ke kelompok-kelompok politik yang diprediksi bakal ikut gerbong pemerintah baru,” kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Ahad (20/4/2014) seperti dikutip ANTARA.

Lebih dari itu, kata anggota Komisi III DPR RI itu, menjelang berakhirnya kekuasaan Presiden SBY pada Oktober 2014, dirinya melihat perilaku all the president’s man atau orang-orang dekat presiden yang selama ini dikenal sebagai Sengkuni telah menjelma menjadi Brutus.

“Alih-alih berterimakasih pada SBY, para sengkuni itu sudah mengibaratkan Cikeas tanah yang tandus,” kata Bambang.

Saat ini, fokus para Sengkuni itu adalah menghalalkan segala cara agar bisa memperoleh jabatan di pemerintahan baru, atau minimal tetap berada di ring satu istana. Demi target itu, para sengkuni akan berperangai layaknya Brutus. Mereka “tak segan-segan” untuk menciderai karakater atau menista SBY.

“Gejala evolusi sosok Sengkuni di sekitar SBY menjadi Brutus sudah terlihat sejak tahun lalu. Pada Oktober 2013, tercatat tiga kali percakapan rahasia Presiden SBY melalui pesan singkat seluler bocor ke media,” kata Bambang.

Begitu pula, tambah Bambang, ketika belum lama ini ada seorang Kepala Lembaga yang dulu begitu setia dan memuji-muji SBY, sehingga dia diberi jabatan. Kini berbalik menyerang dan mengritik kebijakan mantan majikannya itu.

“Bahkan sekarang dia tak malu-malu memuji-muji ketua umum partai yang capresnya selalu menempati rangking teratas dalam berbagai survei tersebut,” jelas Bambang.

Yang lebih celaka, cerita buruk yang masuk klasifikasi rahasia justru dibuka dan dijadikan “barang dagangan” oleh para “Sengkuni” untuk mendapatkan simpati dari calon penguasa baru.

“Jadi, hati-hatilah para capres/cawapres dan timsesnya. Karena bukan tidak mungkin, mereka akan berkhianat kembali,” pesannya.

red: shodiq ramadhan/ si online, Minggu, 20/04/2014 22:48:11

(naimunkar.com)

(Dibaca 2.063 kali, 1 untuk hari ini)