Jangan kau kira, usahamu untuk menolong agama Allah, sekecil apapun upayamu itu, kau anggap sia-sia. Jika kau ikhlas benar2 dalam menolong agama Allah itu pasti Allah akan menolongmu dan meneguhkanmu. Allah Ta’ala telah berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ} [محمد: 7]

7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. [QS Muhammad:7]

Sebaliknya, sikapmu yang membela para penghalang agama Allah, walau sekecil apapun itu, jangan kau kira, sia-sia belaka. Apalagi bila sikapmu membela para penghalang agama Allah itu sengaja-ngaja kau tunjukkan dan kau umumkan ke khalayak ramai, agar dirimu diketahui oleh para atasan penghalang agama Allah, sedang kau biar dianggap sebagai pembela dan pendukung mereka, agar kau mendapatkan sekadar kicritan jabatan atau kedekatan dengan para penghalang agama Allah itu; maka jangan kau anggap itu sia-sia belaka.

Misalnya kau tampakkan berbuat baikmu dengan menjenguk rekanmu yang sedang sakit, dan kau tahu bahwa rekanmu itu manusia yang sangat menonjol dalam penolakannya terhadap diterapknnya syari’at Allah Ta’ala. Lalu kau sengaja berkomentar dan tersiar bahwa sosok manusia yang menolak diterapkannya syari’at Allah itu kau puji dengan caramu. Entah kau sengaja agar diketahui oleh para penghalang syariat Allah atau tidak, tetapi jangan kau anggap sikap dan ucapanmu itu sia2 belaka. Itu sangat besar arti dan maknanya.

Bagaimana bila justru itu merupakan bukti nyata yang kau tongolkan sendiri, yang kemungkinan akan tercatat sebagai pendukung para penghalang agama Allah, bahkan tercatat sebagai unsur penting barisan munafiqin? Kicritan jabatan yang mungkin kau dambakan belum tentu didapat, sedangkan catatan amat buruk telah disaksikan para malaikat dan Umat Islam yang peduli terhadap agama Allah Ta’ala..

Ingatlah ayat-ayat berikut ini.

Menyisihkan yang Munafik dari yang Mukmin

Petunjuk Allah dalam ayat suci Al-Qur’an.

 

{وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (176) إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (177) وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (178) مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ } [آل عمران: 176 – 179]

 

176. Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. [Al ‘Imran:176]

 

177. Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih. [Al ‘Imran:177]

 

178. Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. [Al ‘Imran:178]

 

179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar. [Al ‘Imran:179]

***

بَشِّرِ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمًا ١٣٨ ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَيَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا ١٣٩ [ النساء:138-139]

138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, [An Nisa”:138]

139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. [An Nisa”:139]

Ilustrasi annasindonesia

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 418 kali, 1 untuk hari ini)