gempa

Jangan pandang sebelah mata Muslim Papua saat ini capai 40% dari total Jumlah penduduk

1. Ada tiga kesalahan dalam memandang Papua.

2. ●Pertama, Papua identik dengan koteka, ●Kedua, hanya orang-orang primitiv dan ●Ketiga, Identik dengan Kristen. Padahal, itu keliru

3. Untuk poin pertama dan kedua boleh jadi benar, bahwa di kawasan-kawasan tertentu di pedalaman bumi cenderawasih ini,

4. hingga hari ini masih diketemukan masyarakat dg pola hidup primitif,sebagian masih mengenakan koteka,serta menjalani hidup secara kanibal.

5. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, seperti terbatasnya akses informasi (atau bahkan ketiadaan informasi yang mereka terima)

6. Serta luasnya kawasan tsb yg hampir 4 kali luas pulau Jawa.Bahkan, Papua,termasuk pulau terbesar kedua di dunia stl Greenland di Denmark.

7. Fakta lain yang selama ini terselimuti kabut tebal adalah populasi Muslim di kawasan ini.

8. Banyak orang yang bertanya-tanya, adakah orang Islam di Papua?

9. Adakah komunitas muslim pribumi (penduduk asli Papua) yang memeluk Islam sebagai agama mereka?

10. Ironisnya, belum lagi pertanyaan itu terjawab, seolah ada ungkapan pembenaran bahwa: Papua identik dengan Kristen.

11. Atau dengan bahasa yang lebih lugas lagi: setiap orang Papua ya mesti Kristen.

12. Opini negative seperti ini kurang menguntungkan bagi pertumbuhan dan dakwah Islam.

13. Bahkan saat ini jumlah komunitas Muslim di Papua sudah mencapai angka 900.000 jiwa dari total jumlah penduduk sekitar 2.4 juta jiwa,

14. Atau mencapai 40 % dari keseluruhan jml penduduk Papua. 60% sisanya merupakan gab pemeluk agama Kristen,Katolik,Hindu,Budha dan Animisme

  1. GERAKANSATUINDONESIA @SurYosodipuro23/07/2015 09:48:25 WIB

15. dan mayoritas dari 60% ini adalah animisme dipedalaman.

16. Ditengah imej yang tidak kondusif seperti itu, ditambah lagi “tekanan psikologis” suasana lingkungan yang serba Kristen,

17. dimana setiap mata memandang banyak gereja sebagai hasil kerja para missionaris.

18. Pelan tapi pasti komunitas Islam tumbuh dan menyinari bumi cenderawasih atau Nuu War nama yang diberikan Ust. Fadzlan.

19. Ismail Saul Yenu (67) adalah mantan pendeta sekaligus kepala suku bsr serui di Yapen Waropen telah msk Islam dg diikuti istri dn anaknya

20. Ismail katakan”Misionaris kristen tdk melakukan perubahan kearah kemajuan,peradaban primitif mrk biarkan dianggap sbg peninggalan budaya”

21. Setelah msk Islam Ismail nyantri beberapa waktu di pesantren Ust. Fadzlan di bekasi,stlh itu kembali kekampungnya utk mendakwahkan Islam,

22. setelah itu kembali kekampungnya untuk mendakwahkan Islam, banyak anggota suku yang bersyahadat.

23. Ismail yg jg Ktua Benteng Merah Putih pembebasan Irian Barat n Ketua Assosiasi Nelayan Slrh Papua tlh menunaikan ibadah haji pada th 2002

24. Seorang pendeta di Biak Numfor bernama Romsumbre (Abdurrahman) juga telah masuk Islam beserta keluarga dan 4 orang anaknya.

25. Wilhelmus Waros Gebse Kepala suku Marin,Merauke jg tlh meninggalkan agama lamanya Katolik dan memilih msk Islam bersama Istri n anak2nya.

26. Kini Wilhelmus sedang merintis sebuah pondok pesantren di kampung halamannya di Merauke.

27. Saat ini,di desa Bolakme,sebuah distrik di Lembah Baliem,seorang pendeta n kpla suku bersama 20 orang warganya ingin sekali memeluk Islam

28. Berkali-kali keinginan itu disampaikan ke tokoh masyarakat Muslim, akan tetapi pihak MUI agaknya sangat berhati-hati dlm menerima mereka.

29. Alasannya, di samping faktor keamanan, juga pembinaan terhadap mereka setelah itu.

30. “Inilah tantangan bagi kita, tidak sedikit penduduk asli yang ingin masuk Islam, tapi kita kekurangan dai.” tutur H.Burhanuddin Marzuki,

31.H.Burhanuddin Marzuki, ketua MUI Kabupatern Jayawijaya yang sudah 30 tahun tinggal di Lembah Baliem.

32. Berita yang sempat meramaikan media massa adalah masuk Islamnya “kepala suku perang” H. Aipon Asso pada tahun 1974.

33. Sebelum itu, tetua adst di desa Walesi bernama Marasugun telah lebih dulu masuk Islam.

34. Keislaman Aipon Asso lalu diikuti oleh 600 orang warganya di desa Walesi. H. Aipon yang kini sudah berusia 70 tahun

35. H. Aipon yang kini sudah berusia 70 tahun menjadi kepala suku yang sangat di segani di seluruh lembah Baliem.

36. Wilayah kekuasaannya membentang hampir 2/3 cekungan mangkuk lembah Baliem.

37. Ia adalah sosok kepala suku mujahid yang sangat diperhitungkan di kawasan ini.

38. Bahkan ketika ia baru pulang dari menunaikan ibadah haji (1985), dengan mengenakan surban dan baju gamis panjang,

39. Secara demonstratif ia trn ke jln n melakukan pawai di pusat kota Wamena sbl mengerahkan ratusan warganya yg koteka n bertelanjang dada

40. Teringatlah kita pada kisah sahabat Nabi Muhammad yakni Umar bin Khattab ketika akan melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah

41. yang dilakukannya tanpa sembunyi-sembunyi dan tanpa ada rasa takut.

42. Saat kerusuhan menimpa Wamena tahun 2000 lalu, sebagian pendatang baik Muslim maupun Kriten dicekam rasa takut.

43. Tdk terkecuali Muslim pribumi pun alami hal serupa.Utk meredam situasi,pemerintah menyelenggarkan prtemuan dg kepala2 suku n tokoh2 agama

44. Dlm pertemuan dg jajaran pemerintah daerah tsb H.Aipon mengusulkan ditempatkannya aparat scr permanen di kawasan ini dan itu disetujui.

45. Di ibukota provinsi Papua,Jayapura, spt jg di kota2 lain spt Fak-Fak, Sorong,Wamena,Manukwari, Kaimana, Merauke,Timika, Biak dan Merauke

46. suasana keislaman semakin tampak, khususnya di kalangan pendatang.

47. Selain jumlah rumah ibadah yang semakin bertambah, kegiatan pengajian juga tumbuh subur.

48. Penduduk Muslim di kota terdiri dari para pedagang, pagawai, pengusaha, pelajar/mahasiswa, guru, atau buruh.

49. Secara keseluruhan jumlah komunitas Muslim di Papua mengalami peningkatan yang cukup pesat, utamanya di kota kabupaten atau provinsi.

50. Dlm catatan yg dikeluarkan LP3ES Papua,termasuk dari 7 kantong2 Kristen di slrh Papua yg semakin menyusut,Jmh pddk Muslim semakin tumbuh.

51. Secara historis, ummat Islam adalah pendatang awal di Tanah Papua sebelum misionaris tahun 1855,

52. Adalah sultan Ternate Tidore yang yang sebelum misionaris tiba di papua telah bolak balik Tidore – Papua pads abad ke 15.

53. Dan itu sudah tertuang dalam buku putih yang dikeluarkan oleh Pemerintah Papua,

54. Dlm disertasi DR Toni Vm Wanggai Ketua S.T.A.Islam Yapis Jayapura,sosialisasi n pelurusan sjrh Islam di Papua hrs dilakukan terus menerus

55. Hal itu perlu dilakukan agar umat Islam di Papua mengetahui jati diri mereka, sekaligus menginformasikan kepada fihak lain yg blm faham,

56. utk tdk menganggap kaum Muslimin sbgi ‘tamu di Papua’. Islam hadir di Papua abad ke-XV sedang Kristen msk Papua pertengahan abad ke-XIX

57. Pada saat ini ada kecemburuan / dengki kelompok misionaris dengan pesatnya pertumbuhan Islam di Tanah Papua.

58. Karena pengaruh mereka lambat laun akan berkurang dan kepentingan mereka akan terusik.

59. Salah satu buktinya adalah upaya dari kelompok Kristen yang ingin menghapuskan jejak Islam di kawasan ini, khusunya di kawasan Raja Ampat

60.Di mana nama “Raja Ampat” akan dihilangkan dan diganti dg nama lain.Padahal, nama Raja Ampat adalah se-monumental sejarah Papua sendiri.

61. “Nama Raja Ampat diambil dr eksistensi kerajaan2 Islam yg berkuasa di kawasan Indonesia timur saat itu :Ternate,Tidore,Jailolo n Bacan.”

62. Tegas Toni yang mengambil desertasinya tentang ‘Rekontruksi Sejarah Islam Papua’.

63. GIDI adalah gereja yang diketuai pendeta Nayus Wenda yang agak rada provokatif dan radikal.

64. Pihak gereja selain GIDI juga mengungkapkan ketidak senangan mereka terhadap GIDI.

65. Tidak mustahil juga ada pihak lain di belakang GIDI yang memprovokasi.

66. Penduduk Asli Papua sekali lagi bukan tipe yang memiliki sentimen keagamaan bahkan mereka antusias terhadap Islam

67. seperti telah ditulis diawal tulisan ini. Lagipula kebanyakan penduduk asli dipedalaman masih belum beragama (animisme)

68. Bila Umat Islam nanti jd mayoritas di Papua maka pihak2 yg ingin pisah dr NKRI akan kehilangan byk pendukung bilapun dilakukan referendum

69. Umat Islam Papua memang rentan jd‘kambing hitam politik’ oleh kelompok kepentingan yg ingin menguasai Papua n ingin memisahkan dr dr NKRI

70. Nah!Apakah para Mujahid masih ragu? Papua hrs tetap jadi perhatian khusus oleh Umat Islam jaga kedamaian di bumi Cendrawasih @M4ngU5i

Kiriman Ab Anwar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.716 kali, 1 untuk hari ini)