Kemang banjir (IST)


Banjir yang melanda Kemang maupun wilayah Jakarta membuktikan janji Jokowi yang bisa mengatasi ibukota bila jadi presiden hanya omong kosong.

“Omong kosong Jokowi bisa mengatasi banjir Jakarta bila menjadi presiden, buktinya sekarang masih di mana-mana,” kata pengamat politik Achsin Maksum kepada suaranasional, Minggu (27/8).

Kata Achsin, banyak janji Jokowi selama menjadi gubernur dan setelah jadi Presiden tidak ditepati. “Dulu sewaku menjadi Gubernur DKI Jokowi punya janji tertulis menolak penggusuran, tetapi membiarkan Ahok melakukan penggusuran secara kasar. Ini artinya Jokowi ingkar janji,” ungkap Achsin.

Menurut Achsin, selama jadi Presiden, Jokowi tidak secara komprehensif menyelesaikan banjir Jakarta.

“Yang ada Jokowi ke wilayah Jakarta hanya bagi-bagi sembako untuk pencitraan di saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu dikecam membiarkan Ahok menggusur,” ungkap Achsin.

Kemang, Jaksel dilanda banjir bandang. Air dari Kali Krukut tak bisa menampung curahan hujan. Sejak siang hingga sore hujan deras melanda kawasan Jakarta Selatan.

Air meluap pada Sabtu (27/8/2016) sore ke kawasan Kemang. Lokasi di sekitar Kemang Square bak kolam. Air menggenang hingga 1 meter.

***

Banjir di Kemang, Kompas Online Hanya Beritakan Sedikit dan Berupaya Bela Ahok

Kompas Online tidak terlalu banyak memberitakan banjir yang melanda di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/8).

Berdasarkan pantauan suaranasional, Kompas Online memberitakan banjir di Kemang dengan judul “4 Mobil Nyaris Tenggelam oleh Banjir di Kemang”.

Selanjutnya, Kompas Online meminta pendapat Ahok terkait banjir di Kemang. Media ini memberikan judul “Ahok Sebut Banjir di Jaksel Akan Surut dalam Hitungan Jam.”

Media ini juga melaporkan banjir di Pondok Labu dengan judul “Pondok Labu Banjir Lagi, 100-an Warga Mengungsi.”

Kompas masih menyebut banjir di beberapa jalan di Jakarta dengan istilah genangan. “Hujan Deras, Sejumlah Jalan di Jakarta Selatan Tergenang”

Di saat banjir melanda Kemang, Kompas Online justru banyak memberitakan Ahok seperti peresmian 6 Lapangan outdoor.

Padahal peristiwa banjir dengan personil reporter yang sangat mencukupi Kompas Online bisa mengorek dari korban banjir di Kemang, RT, lurah bahkan para pemilik rumah mewah yang kebanjiran. Kompas Online harusnya bisa meminta pendapat terkait banjir di Kemang dari lawan politik Ahok di DPRD DKI Jakarta maupun politikus PDIP yang berseberangan.

Namun, nampaknya Kompas Online ada keberpihakan kepada Ahok.

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.204 kali, 1 untuk hari ini)