Inilah uraian singkatnya.

 

***

Quraisy Syihab: Rasulullah Tidak Dapat Jaminan Surga

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=7IGTbSOwbMo

July 14, 2014

AntiLiberalNews – Salah satu tokoh liberal Indonesia, Prof. Dr. Quraisy Syihab, mengeluarkan sebuah pernyataan kontroversial dalam acara Tafsir Al-Misbah di Metro TV edisi Sabtu (12/7) pukul 3.00 WIB. Secara mengejutkan, ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak mendapatkan jaminan surga.

Pada sekitar menit ke 19:50, Syihab berkata dengan sangat yakin, “Tidak Benar, Saya Ulangi Tidak Benar, Bahwa Nabi Muhammad Sudah Dapat Jaminan Sorga”.

Adapun dalil yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mendapat jaminan surga diantaranya adalah :

Rasulullah SAW bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu aku minta dibukakan. Maka penjaga pintu Surga berkata: Siapakah anda? Lalu aku jawab: Aku Muhammad. Lantas malaikat tersebut berkata: aku diperintahkan dengan sebabmu, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu.” (HR Muslim).

Rasululoh SAW bersabda:

« نَحْنُ الآخِرُونَ الأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ فَاخْتَلَفُوا فَهَدَانَا اللَّهُ لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ فَهَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِى اخْتَلَفُوا فِيهِ هَدَانَا اللَّهُ لَهُ – قَالَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ – فَالْيَوْمُ لَنَا وَغَدًا لِلْيَهُودِ وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى ».

“Kami adalah umat terakhir namun pertama di hari kiamat. Kamilah yang pertama kali masuk surga. Walaupun mereka mendapatkan kitab suci sebelum kami dan kami mendapatkan kitab suci setelah mereka. Lalu mereka berselisih dan kami ditunjukkan Allah kepada kebenaran dalam hal yang mereka perselisihkan. Inilah hari mereka yang mereka berselisih padanya dan Allah tunjukkan kepada kita. Beliau bersabda lagi: Hari Jum’at adalah hari kita dan esoknya hari Yahudi dan setelah besok adalah hari Nashrani.” (HR Muslim).

Red : WJ/ http://antiliberalnews.com

Diberi teks hadits oleh nahimunkar.com

***

Pertanyaan yang dapat diajukan kepada Quraish Shihab

Siapakah yang lancang, Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam atau Quraish Shihab?

Siapakah yang diberi hak oleh Allah untuk menjelaskan Al-Qur’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Quraish Shihab?

Allah telah memberi mandat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

{ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ } [النحل: 44]

dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (QS An-Nahl/16: 44).

{وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ} [النحل: 64]

64. dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS An-Nahl/16: 64).

Ketika yang mendapatkan mandat untuk menjelaskan Al-Qur’an itu Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam, sedang beliau telah menjelaskan dalam sabdanya: “Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu aku minta dibukakan. Maka penjaga pintu Surga berkata: Siapakah anda? Lalu aku jawab: Aku Muhammad. Lantas malaikat tersebut berkata: aku diperintahkan dengan sebabmu, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu.” (HR Muslim).

Apakah masih kurang jelas tentang beliau dijamin masuk surga?

Ketika penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah jelas, maka penjelasan dari siapapun, walaupun mengaku ulama (pewaris anbiya’) mesti harus mengikuti atau sesuai dengan penjelasan Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Al-Qur’an dan hadits shahih adalah haq (benar). Di luar itu, siapapaun yang mengatakannya, ketika tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits maka jelas hanya kesesatan belaka. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

{فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ} [يونس: 32]

Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka Bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS Yunus/10: 32).

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.391 kali, 1 untuk hari ini)