Mari kita bandingkan, syaikh dari kuwait yang sudah lama jadi anggota di lembaga taqrib di iran undurkan diri dan lantang kecam syiah, anehnya manusia Indonesia yang baru diundang lembaga taqrib itu ke iran langsung tampak jinak.
Inilah beritanya, langsung dapat dibandingkan. Jauh benar bedanya antara yang takut kehidupan Akherat dengan yang belum tentu. Semoga saja ini jadi peringatan bagi siapa saja terutama yang masih menyayangi dirinya masing-masing. sebelum nyawa dicabut dari raga, masih ada kesempatan untuk bertaubat, kembali ke jalan Allah Ta’ala.
***

Video Republik Iran Resmi Melarang Pendirian Masjid Sunni di Teheran

(Bukti ke 8 tentang Dusta Buku Putih Syiah, Tak Terbantahkan!!!)

Kita pernah menurunkan makalah membuktikan bahwa di Teheran tidak ada masjid ahlussunnah waljamaah, sementara itu yahudi , nasrani dan lainnya memiliki tempat ibadah yang banyak. Di situ kami buktikan dengan 7 bukti. Silakan dirujuk kembali: http://www.gensyiah.com/buku-putih-madzhab-syiah-berkata-dusta-ada-9-masjid-sunni-di-teheran.html

Kini kita hadirkan pernyataan tegas dan kesakssian Syaikh Abdullah Nafisi al-Kuwaiti bahwa setelah beliau ke Iran dan investigasi menanyakan kepada umat Islam (di Teheran Ibukota Iran)  bahwa mereka tidak punya masjid, lalu menanyakan kepada yahudi dan nasrani, ternyata masing-masing menjawab punya rumah ibadah (sinagog dan gereja) banyak. Yahudi punya empat atau lima (sinagog).
Setelah pulang, Syaikh Abdullah mengundang duta besar Iran di Kuwait namanya Ali Jannati .
Dia datang dengan sopir dan satu pengawal. Lalu diminta sopir tetap di mobil dan yang masuk Ali Jannati dan temannya.
Setelah mukaddimah dan basa-basi, Syaikh Abdullah Nafisi al-Kuwaiti berkata:
Syaikh: Saya ada permintaan
Dubes Iran: Silakan
Syaikh: Kami orang-orang Kuwait telah mengumpulkan uang untuk membangun masjid. Kita ingin membeli tanah di Teheran untuk kita bangun masjid di atasnya. Saya ingin anda menulis surat rekomendasi yang isinya bahwa yang membawa surat ini namanya Fulan Nafisi, tolong dipermudah urusannya dalam hal ini dan itu….
Dubes (mendengar itu Dubes langsung tertawa terbahak-bahak.)
Syaikh: (setelah itu Syaikh bertanya) apa jawab Anda, Anda memberi surat rekomendasi apa tidak?
Dubes Iran: Tidak mungkin… ada qarar (keputusan) dari pemimpin kami , dia atas, bahwa tidak mungkin bagi sunni membangun masjid di Teheran!
(Syaikh menerangkan: tidak mungkin dari pasal manapun –ketika bercerita tentang ini)
Dubes: Orang pertama yang akan menolak permohonan ini adalah ayahku “Ahmad Jannati” Khathib Jum’at di Teheran dan anggota dewan pakar.
Syaikh: Mengapa?
Dubes: Ya sudah menjadi keputusan! Kami tidak mengizinkan kalian Ahlussunnah untuk memiliki masjid di Teheran.
Syaikh: Kalau begitu kalian bukan Republic Islam, tapi Republic Iran! Maka saya nasehatkan pada kalian: buang kata Republic Islam, ganti dengan Republic Iran!
Dan saya akan mengundurkan diri dari keanggotaan “Perhimpunan Internasional Untuk Taqrib Antara Madzhab-Madzhab Islamdan saya akan keliling kemana-mana untuk mengabarkan ini bahwa Iran adalah Republik Iran bukan Republic Islam. Dan saya akan bekerja atas dasar ini.”

Inilah kisah beralihnya Syaikh Abdullah Nafisi dari Taqrib Sunnah Syiah, المجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الإسلامية “Perhimpunan Internasional Untuk Taqrib Antara Madzhab-Madzhab Islam” yang didirikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada tahun 1990, dan saat ini dipimpin oleh Ayatollah Ali Taskhiri.

SILAKAN SIMAK VIDEO BERIKUT

Mar27 pada 5:32 PM

فيديو: جمهورية إيرانية رسميا تمنع بناء أي مسجد سني في طهران
هذه البينة الثامنة على كذب شيعة إندونيسيا

http://www.gensyiah.com/video-resmi-republik-iran-melarang-pendirian-masjid-sunni-di-teheran-bukti-ke-8-tak-terbantahkan.html
March 25, 2014
Video, Secara Resmi Iran Melarang Sunni Membangun Masjid Di Teheran
Silakan sebarkan
Aajarokumullah
***

Ke Iran dengan Misi Penjinakan, Kali Ini Ketua MUI Makassar

Minggu, September 28, 2014 LPPI Makassar

Ayatullah Araaki foto lppimakassardotcom

Ayatullah Araaki foto lppimakassardotcom

Sebenarnya misi utama dengan diundangnya beberapa tokoh ataupun ulama Indonesia ke Iran adalah misi penjinakan.
Para ulama ini diajak jalan-jalan atau mungkin tour pariwisata mancanegara. Agar mereka berterima kasih atas sambutan mereka yang hangat dan pelayanan yang memuaskan dengan cara minimal jangan menyebut Syiah dengan kata sesat. atau minta agar Syiah ini diakui juga bagian dari kaum Muslimin, dengan menyebutnya Muslim Syiah.
Selain itu, agar mereka diajak melihat “fakta sebenarnya” yang terjadi di Iran. Seperti umpamanya terkait isu bahwa al-Qur’an mereka berbeda dengan al-Qur’an kaum Muslimin saat ini. Dan ini terbukti sukses. Salah seorang yang pernah diajak ke Iran, Prof. Hamdan Juhannis, selalu mengatakan di berbagai kesempatan yang membahas isu sunni-syiah, “Saya sudah mengunjungi percetakan al-Qur’an di Iran, dan saya periksa, tidak ada bedanya sedikitpun dengan al-Qur’an kita.”
(Sedikit catatan: al-Qur’an mereka saat ini masih sama dengan al-Qur’an kita. Karena Imam Mahdi mereka belum keluar dan membawa al-Qur’an versi Syiah. Jadi percuma harus jauh-jauh ke Iran untuk buktikan “kesamaan” al-Qur’an kita dengan mereka. Kitab-kitab mereka sudah banyak mengungkap perbedaan versi tersebut. Bahkan ada satu judul buku yang ditulis pada masa kuatnya Daulah Shafawiyah (Imperium Syiah) yang dengan jelas menunjukkan akidah Syiah tentang tahrif al-Qur’an, Fashl al-Khithab fi Tahrif Kitab Rabb al-Arbab. Baca juga: Inilah scan al-Quran (Syiah) Iran yang Dibagi-bagikan di Indonesia)
Sebelumnya, salah satu ketua MUI Pusat, Prof. Umar Shihab, pernah diundang kesana. Sepulangnya membawa dukungan penuh untuk Syiah, membuat banyak fitnah, termasuk yang ini, baca “MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam’ adalah Berita Bohong!”
Begitu juga dosen-dosen UIN Alauddin Makassar juga diundang ke Iran. Sepulangnya dari sana mereka selalu bersuara lantang mendukung Syiah seperti Prof. Hamdan Juhannis di atas.
Kali ini, Dr. Mustamin Arsyad -kebetulan menjabat Ketua MUI Makassar- yang diajak ke jalan-jalan ke Iran. Sebelumnya memang sudah akrab dengan Syiah dan garang terhadap Sunni (Orang ini pada Ramadhan kemarin memberikan kesempatan ulama Syiah dari Iran berceramah di Masjid Raya kota Makassar, baca: Ulama Syiah Iran Ceramah Tarawih di Masjid Raya Makassar). Sepulangnya bisa dipastikan akan semakin menjadi-jadi.

Berikut ini beberapa gambarnya:

Ketua MUI Makassar di Qom Iran foto lppimakassardotcom

Ketua MUI Makassar di Qom Iran foto lppimakassardotcom

Ketua MUI Makassar di Qom Iran 2 foto lppimakassardotcom

Ketua MUI Makassar di Qom Iran 2 foto lppimakassardotcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.894 kali, 1 untuk hari ini)