Jemaat Ahmadiyah Bandung Tolak Imam Jumatan dari MUI Jabar

“Perwakilan Ahmadiyah bilang tidak mungkin diimami oleh orang-orang yang tak seiiman dan tak seiimam dengan mereka,” tutur Rafani saat dihubungi melalui telepon oleh detikbandung”.
***


Baban Gandapurnama – detikBandung

Bandung – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Bandung di Masjid Mubarak, Jalan Pahlawan, menolak khatib dan imam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar pada Jumatan tadi siang (11/3/2011). Akhirnya Tim Pemantau Ahmadiyah Jabar meninggalkan masjid tersebut.

Menurut Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar, awalnya Tim Pemantau Ahmadiyah Jabar sengaja datang ke Masjid Mubarak untuk melakukan Salat Jumaat bersama jemaat Amadiyah sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum Jumatan digelar atau tepatnya pukul 11.00 WIB, perwakilan tim dan pihak Ahamdiyah Bandung sempat terjadi beda pendapat.

“Perwakilan Ahmadiyah bilang tidak mungkin diimami oleh orang-orang yang tak seiiman dan tak seiimam dengan mereka,” tutur Rafani saat dihubungi melalui telepon oleh detikbandung.

Mendengar demikian, kata Rafani, tim akhirnya memilih bubar dan meninggalkan Masjid Mubarak. Sementara pihak Ahmadiyah tetap melaksanakan Salat Jumat.

Menurut Rafani, sebelum hari ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Ahmadiyah soal khatib sekaligus imam Salat Jumat yang disiapkan di Masjid Mubarak Bandung.

“Saya dan tim berpencar mencari masjid lainnya. Yang datang tadi itu para pejabat perwakilan di antaranya dari Porlrestabes Bandung, Dandim, MUI Kota Bandung dan Kejaksaan,” kata Rafani.

Ia menjelaskan, sedianya khatib Salat Jumat yang diusulkan MUI Jabar di Masjid Mubarak ialah Asep Zaenal Ausof yang juga menjabat Sekretaris MUI Bandung.

Rafani menjelaskan, Tim Penanganan Ahmadiyah Jabar dibentuk atas dasar SK Gubernur Jabar. Tim tersebut terdiri dari unsur pemerintahan, Polri, TNI, Kejaksaan dan MUI.
(bbn/ern)

Sumber: detikBandung, Jumat, 11/03/2011 14:48 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 439 kali, 1 untuk hari ini)