ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٤١)قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ (٤٢)فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ [الروم/4341, 42, ]

41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang Lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah[1172].

[1172] Yakni sebahagian mereka berada dalam surga dan sebahagian lagi berada dalam neraka.

(QS Ar-Ruum/30: 41, 42, 43).

Jembatan Mahakam II/ Mahakam Tenggarong, sebelum runtuh. Foto kpsn

tribunnews.com(Jembatan Mahakam II di Tenggarong Kabupaten Kutai Kertanegara Kaltim runtuh, Sabtu (26/11 2011) sore).

  • Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (26/11) sore, runtuh.
  • Puluhan kendaraan yang tengah melintasi jembatan itu tercebur ke Sungai Mahakam bersama reruntuhan jembatan. 
  • Data sementara disebutkan 5 orang tewas dan 19 orang luka. 19 luka-luka, yakni 12 laki dan 5 wanita. 10 orang luka masih rawat inap dan 9 orang luka sudah pulang rumah.
  • 5 mobil dan 10 sepeda motor hanyut.
  • Aroma korupsi dalam mega proyek ini ditengarai menjadi penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun mantan Bupati Syaukani itu
  • Penyeberangan terpaksa dialihkan melalui penyeberangan feri di Desa Loa Raya. Antrean panjang kendaraan terlihat di penyeberangan feri Desa Loa Raya, Tenggarong Seberang.
  • Dua kapal feri dikabarkan tenggelam akibat melayani lonjakan penumpang tadi malam.

Inilah berita-beritanya

***

“Golden Gate” Ambruk karena Korupsi?  

Tim Liputan 6 SCTV

 27/11/2011 12:17

Tenggarong: Jembatan Kutai Kertanegara atau Golden Gate-nya Kalimantan Timur merupakan sarana penghubung utama antara Kota Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kertanegara dengan sejumlah kota lain di Kalimantan Timur. Jembatan sepanjang 720 meter ini merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia dan resmi beroperasi sejak 10 tahun lalu.

Jembatan ini sebelumnya terus melakukan penyempurnaan dan perawatan. Sejak pemerintahan mantan Bupati Syaukani yang terseret berbagai skandal korupsi, jembatan Kutai Kertanegara juga dilengkapi berbagai sarana pariwisata. Oleh para pendirinya, jembatan yang membelah Sungai Mahakam ini memiliki pemandangan indah beberapa pulau [baca: Runtuh Meski Baru Beroperasi 10 Tahun].

Namun sayang, jelang usianya yang ke-10, jembatan kebanggaan masyarakat Tenggarong ini tiba-tiba runtuh dan mengakibatkan lima orang tewas. Lagi-lagi kualitas bangunan jembatan dipertanyakan. Aroma korupsi dalam mega proyek ini ditengarai menjadi penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun mantan Bupati Syaukani itu.(ADO) (Liputan6.com)

***

Runtuh Meski Baru Beroperasi 10 Tahun

27/11/2011 06:05

Samarinda: Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (26/11) sore, runtuh. Puluhan kendaraan yang tengah melintasi jembatan itu tercebur ke Sungai Mahakam bersama reruntuhan jembatan.
Saat jembatan ambruk pada pukul 16.45 WITA, puluhan kendaraanroda dua dan roda empat tengah melintas. Bentang jembatan gantung sepanjang 270 meter ambruk tercebur ke sungai bersama orang-orang yang tengah melintas.

Hanya dua tiang penyangga dan tali bentang atas yang masih tersisa bersama sejumlah kerangka besi pada dua sisi yang berseberangan yakni di Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

Pada saat ambruk, Jembatan Kutai Kartanegara yang mempunyai panjang total 710 meter dalam masa perawatan. Dijuluki Golden Gate-nya Kalimantan Timur karena mirip Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat, jembatan mulai dibangun 1995. Kontraktor yang membangunnya adalah PT Hutama Karya, sebuah perusahaan milik negara. Jembatan gantung terpanjang di Indonesia itu diresmikan pengoperasiannya pada 2001 saat Kutai Kartanegara dipimpin Bupati Syaukani Hasan Rais.

Jembatan Kutai Kartanegara membuat waktu tempuh dari Samarinda ke Tenggarong dan sebaliknya yang biasanya satu jam menjadi hanya 30 menit. Hingga kini masih menjadi pertanyaan besar kenapa jembatan begitu mudah runtuh padahal usianya baru 10 tahun. Masih sangat baru, apalagi bila dibandingkan dengan Golden Gate yang dioperasikan mulai Mei 1937. (YUS) (Liputan6.com)

***

Dua Feri Tenggelam akibat Penumpang Membludak

TENGGARONG – Akibat ambrolnya Jembatan Tenggarong, Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 15.30, penyeberangan terpaksa dialihkan melalui penyeberangan feri di Desa Loa Raya.

Pantauan Tribun malam tadi, antrean panjang kendaraan terlihat di penyeberangan feri Desa Loa Raya, Tenggarong Seberang.

Dua kapal feri dikabarkan tenggelam akibat melayani lonjakan penumpang tadi malam namun tidak ada korban jiwa dalam musibah tenggelamnya feri ini.

Diberitakan sebelumnya, jembatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak ambruk, Sabtu (26/11/2011). Data sementara disebutkan 5 orang tewas dan 19 orang luka.

Korban luka segera dibawa lari ke Rumah Sakit AM Pari Kesit, Tenggarong, dan RSUD AW Syahranie, Samarinda.

Sebelum ambruk, jembatan itu tengah dilakukan perbaikan. Sebanyak 8 orang petugas sedang memperbaiki tiang jembatan. Sehingga kendaraan yang lewat di jembatan harus berjalan lambat karena adanya perbaikan ini.

Sejauh ini, Polres Kukar masih terus menyelidiki penyebab tragedi tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan di antara korban yang tewas seorang bayi perempuan berusia 6 bulan.

“19 luka-luka, yakni 12 laki dan 5 wanita, 5 mobil dan 10 sepeda motor hanyut. 10 orang luka masih rawat inap dan 9 orang luka sudah pulang rumah,” jelasnya.

Jembatan ini memiliki panjang sekitar 580 meter dan diresmikan tahun 2003 lalu.

TRIBUNnews.com – Min, 27 Nov 2011

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rahmat Hidayat TRIBUNNEWS.COM

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.907 kali, 1 untuk hari ini)