Jenderal Gatot Nurmantyo: Saya Tak Takut Dibilang Provokasi, Pancasila Memang Akan Diganti Komunis (Arsip)

 
 



NUSANEWS – Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo  mengaku tidak takut dibilang melakukan provokasi oleh para politisi.

Gatot Nurmantyo sangat sangat bahwa Pancasila memang akan diganti oleh ideologi komunis.


Keyakinan bahwa Pancasila akan diganti komunis itu, kata Jenderal Gatot Nurmanyto, terkait dengan sumpah dirinya sebagai prajurit.

Apabila itu dikatakan sebagai provokasi, saya siap mempertanggungjawabkannya. Tapi aneh, orang menyampaikan sesuatu untuk kebaikan tapi ko dibilang provokasi. Pasal mana tuh,” ujar Gatot Nurmantyo.

Gatot menjawab pertanyaan Pemimpin Redaksi Kompas Tv Rosi yang menyebutkan bahwa sejumlah politisi di DPR mengatakan Gatot melakukan provokasi.

Menurut Gatot Nurmantyo, yang selama ini disampaikan adalah untuk mengingatkan akan sejarah bangsa Indonesia yang kurang baik.

“Yg saya sampaikan adalah untuk mengingatkan kpd sluruh anak bangsa, tentang sejarah kelam. Dimana ideologi Pancasila akan diganti oleh ideologi komunis,” ujar Gatot Nurmantyo dalam sebuah video yang ia share di akun instagramnya.

Gatot Nurmanyo mengatakan, dia menyampaikan itu dengan landasan-landasan yang benar.

Simak status Gatot Nurmantyo berikut ini.

@nurmantyo_gatot Kalau ini dikatakan sebagai bagian dari provokasi ya boleh2 saja. Tetapi keyakinan saya sesuai dgn sumpah prajurit.. “Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

Yg saya sampaikan adalah untuk mengingatkan kpd sluruh anak bangsa, tentang sejarah kelam. Dimana ideologi Pancasila akan diganti oleh ideologi komunis.



Saya menyampaikan ini dengan landasan-landasan yg benar.

#gatotnurmantyo #g30spki

Inilah video Jenderal Gatot Nurmantyo yang merupakan potongan siaran Rosi di Tv Kompas.

Komentar  netizen terhadap status Gatot Nurmantyo

@d4m412Yg bilang provokasi itu berarti dia pki

@zamzami.imronAssalaamualaikum. Semangat jendral. Kami/saya khususnya, selalu mendukung apa yang terbaik untuk bangsa ini. Termasuk selengkapnya


@rahmat_suardi_91Mantap pak jendral,, kobarkan semangat anti PKI,, kami siap membela anda pak jendral gatot nurmantyo


sugianto9337Sikap kesatria yang tangguh tegas dan berwibawa semua ada pada BPK. Sehat selalu jendral masa yang penuh fitnah ini akan selengkapnya

@trisugiatmoroLawan trus kebathilan di muka bumi ini pak..sy tw jiwa anda ky apa..allohuakbaar..


@trisugiatmoroBagi sy bapak adlah seorang panglima TNI yg sebenarnya..indonesia vangga dgn anda pak..


@abihasan07Intinya sdh bisa di ketahui Pak Jendral, siapa saja PKI itu sekarang ini, sekarang makin kelihatan..jangan biarkan selengkapnya


@haykang_Maaf pak, adakah link utk streaming film g30s pki yang terpercaya. Saya ingin menonton


@sulaksono_ajiSemoga Allah sll memberikan kesehatan dan keselamatan untuk Bapak.. indonesia butuh org2 seperti Bapak.. sukses selalu selengkapnya


@vaza_azhaSehat selalu pak @nurmantyo_gatot, tegakan kebenaran selalu dan dampingi generasi muda sekarang supaya tidak buta selengkapnya


@arieyanto080489Mantap jendral.. mohon ijin saya sependapat dg bp


@ferytrueJenderal sejati… Semangat trs pak jenderal jgn sampe anak cucu kita lupa akan sejarah bangsa yang kelam.. Bravo selengkapnya



@randy_arismanBarakallah Tegas sekali jendral , semoga bapak sehat selalu dalam lindungan allah swt

Jenderal Gatot Minta Kasad Lepas Pangkat

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com,  Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meminta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) melepas pangkat dan jabatan jika bersikap seperti orang penakut.

Jenderal Gatot Nurmantyo meminta KSAD lebih baik untuk pulang kampung daripada menjadi pemimpin tetapi penakut.

Pemimpin militer yang penakut, kata Gatot Nurmantyo, tidak pantas untuk memimpin pra prajurit dari kesatuan yang dikenal sangat pemberani seperti Kopassus dan Kostrad.

“Kalau KSAD tidak berani memerintahkan nonton bareng film G-30S/PKI, bagaimana mau mimpin prajurit pemberani dan jagoan-jagoan seperti Kostrad, Kopassus, dan semua prajurit TNI AD,” ujar Jenderal (Purn) Gatot Nurmanyo di akun instagram, Kamis (20/9/2018).

Jenderal (Purn) Gatot Nurmanyo juga melakukan kultwit pernyataannya terkait perintah menonton film G30S PKI itu melalui akun twitternya.

Menurut Gatot Nurmanyo, seorang KSAD tidak akan dihukum mati hanya karena memerintah prajurit untuk nonton bareng  film.

Kalau akan diberi sanksi karena mengeluarkan perintah nonton bareng, sanksi itu berupa pencopotan jabatan, bukan copot nyawa.

“Kok KSAD-nya penakut… ya sudah pantas lepas pangkat. Ingat! Tidak ada hukuman mati untuk perintah nonton bareng, paling copot jabatan, bukan copot nyawa,” ujar Gatot Nurmanyo.

Dia pun  meminta KSAD untuk pulang kampung karena kasih para prajurit TNI nanti akan disamakan dengan pemimpinnya yang penakut.

“Kan bisa menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yang terkenal di dunia pemberani plus super nekat,” ujar Gatot Nurmanyo.

Tetapi, ujar Gatot Nurmanyo, dia yakin KSAD dan Panglima TNI bukanlah tipe para pemimpin yang penakut. “Kita lihat saja pelaksanannya,” ujar Gatot.

Simak status Gatot di akun instagramnya berikut ini.

@nurmantyo_gatotKalau KSAD tidak berani memerintahkan nonton bareng film G-30S/PKI, bagaimana mau mimpin prajurit pemberani dan jagoan-jagoan seperti Kostrad, Kopassus, dan semua prajurit TNI AD.

Kok KSAD-nya penakut… ya sudah pantas lepas pangkat. Ingat! Tidak ada hukuman mati untuk perintah nonton bareng, paling copot jabatan, bukan copot nyawa.

Kalau takut, pulang kampung saja. Karena kasian nanti prajuritnya nanti disamakan dengan pemimpinnya penakut. Kan bisa menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yang terkenal di dunia pemberani plus super nekat.

Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanaannya.
#gatotnurmantyo

Gatot Nurmantyo juga menulis statusnya itu di akun twitter.

Gatot Ajak Masyarakat Tonton Film G30S PKI

Diberitakan sebelumnya oleh Kompas.com, Jenderal Gatot Nurmantyo juga pernah mengajak masyarakat melihat film tersebut di tahun 2017.

Presiden RI Joko Widodo saat itu tidak menolak gagasan diputarnya kembali film mengenai Gerakan 30 September.

Hanya saja, Presiden Jokowi meminta agar film itu diproduksi dalam versi yang lebih kekinian agar bisa lebih diterima.

Menurut pengamat politik dan pertahanan Salim Said, sikap Presiden Jokowi tersebut sarat pertimbangan politis.

Apalagi ide nonton bareng (nobar) dilontarkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Kenapa Presiden Jokowi tidak melawan gagasan pemutaran film itu? Padahal kalau kita lihat latar belakangnya beliau diangkat, dicalonkan oleh PDIP. Dan orang PDIP banyak yang tidak setuju film itu diputar,” kata Salim dalam talkshow Perspektif Indonesia, Sabtu (23/9/2017) sebagaimana ditulis Tribunwow.

Salim berpendapat, TNI memiliki peranan politik sejak proklamasi kemerdekaan dan terbentuknya tentara Indonesia.

“Makanya saya bilang sejarah politik tentara Indonesia, Tentara Indonesia itu partai. Ketua partai pertama adalah Sudirman. Ketua partai kedua bernama Nasution. Ketua partai ketiga bernama Yani. Dan yang terakhir adalah Soeharto,” kata Salim.

Meskipun dwifungsi ABRI sudah dihapuskan dan tentara Indonesia tidak lagi memiliki peranan politik legal, namun mereka masih memiliki peranan politik riil.

Pernyataan dari TNI juga masih memberikan pengaruh politis.

“Dan Jokowi pintar. Dia tahu itu. Makanya Jokowi tidak melawan Nurmantyo. Karena realitasnya, tentara itu secara potensial adalah kekuatan politik,” tutur Salim.

Salim memandang, gagasan pemutaran kembali film karya Arifin C Noer itu tidak bisa dilepaskan dari dua hal.

Pertama, secara historis tentara adalah musuhnya PKI.

“Mereka berperang melawan PKI di Madiun dan pada 65 seluruh jenderal mereka dibunuh dalam satu malam. Dalam sejarah dunia, tidak pernah ada tentara yang seluruh jenderalnya dalam satu malam dilikuidasi,” jelas Salim.

Kedua, kata Salim, dalam konteks politik sekarang ini muncul cerita mengenai kebangkitan PKI.

Bersamaan dengan itu, ada upaya pelurusan sejarah termasuk oleh PKI, keturunan, dan simpatisannya.

Maka wajar saja, lanjutnya, sebagai Panglima TNI Nurmantyo harus bisa menjaga anak buahnya dari kekacauan yang mungkin terjadi.

“Nah, alat yang tersedia buat saya apa? Ya, film itu. Oleh sebab itu, Jenderal Nurmantyo bilang setuju ada versi baru film itu. Yang penting ada alat buat panglima menjaga pasukannya, jangan kena pengaruh PKI yang mencoba membersihkan nama dari Gestapu,” ujarnya.

 

Penulis: Suprapto


SUMBER
https://wartakota.tribunnews.com/amp/2018/09/29/jenderal-gatot-nurmantyo-saya-tak-takut-dibilang-provokasi-pancasila-memang-akan-diganti-komunis?

 

DEMOKRASI News
 Sabtu, September 29, 2018Ikuti

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 1.900 kali, 1 untuk hari ini)