Jenderal Gatot Singgung Pemimpin Boneka dan Oligarki, Kekuasaan Dimainkan Sekelompok Orang dengan Topeng Konstitusi

  • “Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri. Kekuasaan dimainkan dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi mereka melakukan dengan topeng konstitusi,” kata Gatot dalam sambutannya.

    Inilah beritanya.

    ***


    Gatot Nurmantyo Singgung Pemimpin Boneka di Deklarasi KAMI


  • Photo : VIVA / Syaefullah

    Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo (kanan) saat deklarasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) di Tugu Proklamasi Jakarta Selasa 18 Agustus 2020,

    VIVA – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyinggung bahaya proxy war terhadap kedaulatan Indonesia dan oligarki kekuasaan saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Menurut Gatot, dalam proxy war, penguasaan suatu negara tidak lagi menggunakan perang fisik, tapi cukup menggunakan proxy. Salah satunya dengan melakukan intervensi pemilu dan pemilihan pejabat negara yang bisa dikendalikan oleh pihak asing.

    “Pada saatnya pejabat tersebut bisa dikendalikan, bahkan jadi boneka untuk kepentingan lain yang bukan tujuan dan kepentingan negara,” kata Gatot Nurmantyo saat deklarasi KAMI.

    Ia mengatakan, proxy war yang terjadi diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan. Kekuasaan, kata dia, ‘dimainkan’ oleh sekelompok orang dan parahnya lagi dilakukan dengan topeng konstitusi. “Apakah benar sekarang ini terjadi di negeri kita? Adalah rakyat Indonesia yang berhak menjawab,” ujar Gatot.

    Gatot juga menyitir lagi ucapannya tiga tahun lalu, pada saat pembukaan Kongres Internasional Roundtable Top Exercise untuk Global Security 24 Oktober 2017. Saat itu, Gatot menekankan kewaspadaan terhadap adanya senjata biologis massa yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemik. 

    “Hari-hari ini kita semua berjuang mengatasi epidemik COVID-19. Saya tidak menyatakan pernyataan saya 3 tahun sepenuhnya tepat adanya. Tetapi sekali lagi, hari-hari ini kita telah sedang menghadapi pandemi dan tidak mudah ditaklukkan. Apalagi respons terhadap ancaman ini dipenuhi sikap menggampangkan dan bahkan lebih fokus pada kepentingan lain yang mestinya bisa lebih dulu dikesampingkan,” kata Gatot.

    Namun demikian, mantan KSAD ini meminta kepada masyarakat agar tetap bersatu di tengah kondisi negara yang carut marut seperti sekarang ini. “Kita tidak boleh dan jangan pernah dipecah-belah untuk kepentingan apa pun,” ujarnya.

    Untuk itu, Presidium KAMI mengajak kepada semua masyarakat untuk menghentikan segala bentuk upaya pembelahan bangsa dengan alasan apa pun.

    “Ingat kita negara yang kaya dan subur makmur, dan juga masyarakat yang toleran, welas asih dan penuh semangat gotong-royong,” katanya.

    Oleh :Dedy Priatmojo, Syaefullah

    viva.co.id, Selasa, 18 Agustus 2020 | 19:24 WIB

***

 

 

Jenderal Gatot Singgung Oligarki, Kekuasaan Dimainkan Sekelompok Orang dengan Topeng Konstitusi Gatot dalam sambutannya.

 

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Gatot berbicara kondisi Indonesia akibat proxy war yang diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan.

 

Gatot hadir dalam pendeklarasian KAMI yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Gatot nampak mengenakan jas hitam, celana panjang cokelat dan peci hitam.

 

“Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri. Kekuasaan dimainkan dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi mereka melakukan dengan topeng konstitusi,” kata Gatot dalam sambutannya.

 

Gatot menekankan bahwa dia hadir dalam acara deklarasi KAMI atas nama pribadi. Dia menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada implikasi hukum dari acara tersebut.

“Saya tekan di sini, sejak pembukaan dalam acara sampai penutupan nanti, apabila ada hal-hal berkaitan berdasarkan hukum, maka, keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi, Gatot Nurmantyo,” tegas Gatot.

 

Gatot juga menjelaskan alasan pembentukan KAMI. Dia menyebut KAMI ingin semua pihak jujur atas apa yang terjadi di Tanah Air.

 

“Kami ingin menjadikan momentum kemerdekaan RI untuk lebih maju, dan untuk jujur melihat diri apa yang belum benar dari negeri ini,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Ketua Komite KAMI, Ahmad Yani menyebut organisasi tempatnya bernaung merupakan gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera. Dia menyebut KAMI akan melakukan pengawasan dari segala potensi penyimpangan.

 

“KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif,” ucap Ahmad Yani, saat membacakan Jatidiri KAMI, di lokasi deklarasi.

 

Diterbikan: oposisicerdas.com

Editor: Cici Farida

oposisicerdas.com, Selasa, Agustus 18, 2020  PolitikTrending Topic

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 266 kali, 1 untuk hari ini)