DINews | Para aktivis anti-rezim hari Selasa (21/4/2015) mengatakan pasukan pemerintah menderita kerugian telak – termasuk tewasnya seorang Jenderal Iran – selama kampanye militer yang gagal untuk merebut wilayah di Suriah selatan dari tangan mujahidin, The Daily Star melaporkan.

Sebuah kelompok aktivis sipil anti-rezim yang berbasis di Daraa juga mengatakan pasukan rezim mengeksekusi 26 orang, kebanyakan warga sipil, menyusul kekalahan tersebut.

Dikatakan mereka yang dieksekusi berasal dari sekitar 10 desa di wilayah Busra Al-Harir dan daerah berbatu di dekatnya yang dikenal sebagai Lajat, di mana pasukan rezim dan sekutu paramiliter Syi’ah berusaha pada Senin untuk menyerang posisi mujahidin dan memotong jalur pasokan mereka.

Namun, beberapa jam setelah seorang juru bicara militer Suriah sesumbar bahwa rezim Assad telah mencapai tujuannya, kelompok mujahidin Suriah memukul mundur serangan tersebut dalam pertempuran yang melihat mereka menghancurkan setengah lusin tank dan menangkap sejumlah tahanan, terutama milisi Syi’ah asal Afghanistan.

Kelompok mujahidin dan aktivis anti-rezim pada hari Selasa memposting banyak foto dan rekaman video dari para tentara rezim yang mati dan ditahan. Beberapa rekaman menunjukkan mujahidin menginterogasi  paramiliter Syi’ah yang ditangkap tapi tidak mampu berkomunikasi dengan mereka karena perbedaan bahasa.

Kantor berita Iran Abna mengatakan seorang Jenderal Iran, Hadi Kajbaf, tewas hari Ahad di Daraa selama bentrokan. Kantor berita ini mengidentifikasi dia sebagai penasihat pasukan Suriah, dan mengakui bahwa mayatnya ditahan oleh pejuang oposisi.

Pasukan rezim Assad  memulai serangan pada Ahad malam ketika mereka membombardir daerah itu dengan tembakan artileri sebelum mulai serangan darat mereka. Ketika pertempuran berlangsung, sejumlah kelompok mujahidin mendatangkan bala bantuan ke lokasi pertempuran dan menggagalkan serangan tersebut.

Kelompok aktivis anti-rezim lain di Deraa mengatakan bentrokan menewaskan lebih dari 40 tentara rezim dan milisi, sebagian besar dari mereka adalah warga Syi’ah Hazara Afghanistan. Salah satu sumber mengatakan para milisi Syi’ah Afghanistan itu terutama digunakan sebagai umpan meriam, karena mereka diperintahkan untuk memimpin serangan dengan sedikit dukungan selama pertempuran. (VI)

22 April 2015 · by Hamba Allah·

Kiriman Abimantrono Anwar

Hari Ini pada 7:48 PM

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.638 kali, 1 untuk hari ini)