24 Oct 2012 | Sodikin Maulana

SALAH satu negara Eropa akhirnya memberikan kebebasan bagi umat Islam untuk menjalankan syariatnya. Untuk pertama kalinya, pengadilan Jerman memutuskan bahwa pelarangan jilbab bertolak belakang dengan konstitusi hukum di negara ini, dan Muslimah bisa mengenakan jilbabnya dengan sepenuh kebebasan.

Menurut laporan surat kabar Al-Basyair, kebijakan ini diambil menyusul adanya pengaduan salah satu muslimah keturunan Turki di Jerman, yang bekerja di salah satu klinik kesehatan gigi ke pengadilan di Berlin Jerman. Pengadilan Jerman akhirnya memutuskan sebuah hukum bahwa pelarangan hijab bertentangan dengan konstitusi negara ini.

Akan tetapi karena ia mengenakan hijab, para pegawai klinik menghindarkan diri untuk melakukan pemeriksaan terhadapnya. Para penanggung jawab klinik ini meminta kepadanya untuk melepaskan hijabnya supaya mereka menerimanya.

Hukum pengadilan mengatakan bahwa warga Muslim Jerman ini telah mendapat perlakuan diskriminasi agama dari para penanggung jawab klinik ini, dan masalah ini bertentangan dengan hukum setara yang berlaku di negara ini. [sm/islampos/basyair]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 473 kali, 1 untuk hari ini)