ilustrasi foto: Google

Maka jadilah hamba Allah, yang jika menulis faedah atau nasehat di media sosial, tidak menjadikan jumlah like dan share sebagai ukuran kebahagiaan. Juga, jangan lakukan kebaikan untuk dikomentari. Kesyirikan itu halus sementara kebenaran itu nyata.

Jika sedikit yang suka dengan kebaikan atau kebenaran yang Anda tawarkan, maka berbaik sangkalah pada Allah. Boleh jadi ada yang berubah hidupnya karena itu, tanpa Anda sadari. Tanpa ia tekan like, tanpa share dan tanpa comment.

Jika banyak yang sukai Anda, maka jangan bahagia dengan jumlah. Betapa banyak yang lewat begitu saja setelah menyatakan suka. Kebaikan dan kebenaran pun tidak sampai ke hati. Dan ketika banyak yang sukai Anda, di sana ada yang membenci Anda. Ada yang siap bersukacita ketika Anda terjatuh atau kesulitan, sementara yang katanya suka, tidak bisa berbuat apa-apa.

Hidup Anda dan mati Anda, jernihkan tujuan untuk Allah. Tidak perlu menjelaskan siapa diri Anda dan bagaimana hati Anda pada orang-orang. Justru itu menambah ketidakpercayaan dan ketidakpedulian mereka terhadap Anda. Mereka sudah letih dengan beban hidup.

Maka kembalilah kepada Allah, yang tak pernah letih mengurusi makhluk-Nya, yang selalu ada untuk Anda. Iya. Untuk mendengar segala keluhan Anda. Iya. Untuk menolong Anda, selagi semua makhluk tak mampu beranjak menolong, bahkan tak satupun mereka tak cakap bercakap, “Saya siap tolong kamu.”

Maka, berdoalah kepada Allah, senantiasa Dia akan memberi jawaban. Sekiranya Anda beriman. Sekiranya ini bermanfaat, saudaraku seiman. Baarakallaahu fiikum.

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

(nahimunkar.org)

(Dibaca 362 kali, 1 untuk hari ini)