Jika Doa Semua Agama Dibacakan, Umat Islam Sebaiknya Keluar Ruangan !

  • Presiden dan para Menteri sering membuat pernyataan dan kebijakan yang bernuansa  mengadu domba dan mengotak-atik pandangan keagamaan umat yang sudah baik. 
  • Isu radikalisme, ekstrimisme, intoleran, maupun terorisme terus ditiup-tiupkan kepada umat Islam seolah-olah menjadi hukum umum. Ini persis dengan gaya kekuasaan komunis yang  selalu ingin menghancurkan dan menjauhkan agama dari kehidupan sosial.
  • spirit Menag Yaqut yang menghendaki agar pada setiap acara dibacakan doa dari berbagai agama maka itu adalah anjuran atau kebijakan bathil. Umat Islam tidak boleh ikut. 


by M Rizal Fadillah *)

Ide atau gagasan Menag Yaqut agar pada setiap acara dibacakan do’a untuk semua agama dengan alasan lebih cepat kabul do’a adalah mengada-ada, tidak memiliki landasan syar’i, serta makna toleransi yang kebablasan. Itu namanya sinkretisme agama. Yaqut memahami tidak, makna agama bagi pemeluknya ? Keyakinan yang tidak boleh dicampur aduk dengan agama lain. Masing-masing saja.

Kondisi toleransi dalam makna campur aduk ini menggambarkan betapa rendah dirinya umat Islam dalam menjalankan keyakinan agamanya. Pak Menteri Agama sungguh  tak layak menjadi teladan baik fikiran maupun sikap keagamaannya. Meracuni dengan cara pandang yang salah. Tidak ada do’a bareng bareng semua agama. Jika ada acara dimana umat Islam harus mengikuti doa bersama atau bergantian, maka sebaiknya umat membiarkan umat lain berdoa sesuai agamanya. Adapun umat Islam tidak boleh mengikuti, artinya keluar ruangan saja.

Presiden Jokowi dalam acara LDII, organisasi yang masih pro dan kontra keberadaannya, menyatakan Pemerintah akan menindak tegas masyarakat yang bersikap intoleran. Sebelum bicara atau pidato sebaiknya Presiden memahami dahulu komitmen bersama tentang makna toleransi. Jangan bias, jika toleransi adalah seperti yang dimaksud Menag Yaqut jelas keliru dan tak bisa diterima oleh umat Islam.

Demikian juga sebelumnya apa yang dikemukakan Said Aqil Siradj soal pelajaran aqidah dan syari’ah yang diminimalkan di kampus umum adalah bagian dari upaya pendangkalan agama. Seorang muslim yang aqidah dan syari’ahnya rusak dipastikan jalan hidupnya akan terseok-seok dan cara pandang keagamaannya akan menjadi sekuler. Aqidah dan syari’ah adalah pokok ajaran Islam, tidak ada hubungan dengan sikap intoleran atau radikalisme.

Adalah hak asasi manusia untuk beragama dan berbeda pandangan soal menjalankan agama, sepanjang tidak destruktif dan mengganggu keyakinan agama pihak lain. Toleransi yang dimaknai harus  konstruktif. Agama dan umat Islam sudah biasa bersikap toleran dalam beragama, justru Pemerintah lah  yang sering memojokkan dan memanas-manasi umat agar mengevaluasi cara mewujudkan keyakinannya. Presiden dan para Menteri yang sering membuat pernyataan dan kebijakan yang bernuansa  mengadu domba dan mengotak-atik pandangan keagamaan umat yang sudah baik. 

Isu radikalisme, ekstrimisme, intoleran, maupun terorisme terus ditiup-tiupkan kepada umat Islam seolah-olah menjadi hukum umum. Ini persis dengan gaya kekuasaan komunis yang  selalu ingin menghancurkan dan menjauhkan agama dari kehidupan sosial.

Kembali kepada spirit Menag Yaqut yang menghendaki agar pada setiap acara dibacakan doa dari berbagai agama maka itu adalah anjuran atau kebijakan bathil. Umat Islam tidak boleh ikut. 
Nah jika model seperti ini tetap dijalankan, adalah hak umat Islam untuk tidak terlibat, karenanya pilihan sikap tak lain adalah keluar dari ruangan !

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 8 April 2021

08 April 2021 13:28

***

===============

 Penguasa Yang Sufaha.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ سُفَهَاءُ يُقَدِّمُونَ شِرَارَ النَّاسِ وَيَظْهَرُونَ بِخِيَارِهِمْ وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا وَلا جَابِيًا وَلا خَازِنًا» .

“Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah Sufaha, lebih mengutamakan orang – orang jahat sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik. Mereka selalu mengakhirkan shalat. Barang siapa yang mendapatkan zaman tersebut, janganlah mau menjadi menterinya, polisinya, pemungut pajaknya dan bendaharanya.”

(Hadits Shohih menurut ibnu Hibban. Dan Hasan Menurut Al Albani).

Sufaha asal artinya orang-orang yang kurang waras. Al Qur’an menyebut 3 golongan manusia sebagai sufaha :

  • Orang –orang munafiqin (QS. Al Baqarah : 3)
  • Orang-orang yang menentang hukum Allah subhanahu wa ta’ala (Yahudi) (QS. Al baqarah : 142)
  • Orang –orang yang tidak mampu mengelola keuangan pribadi (apa lagi negara) (QS. An Nisa : 5)

Penjaga Keamanan Yang Tidak Taat Kepada Allah subhanahu wa ta’ala .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ“.

“Akan datang di akhir zaman adanya petugas keamanan yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka.”
(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat _At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir,_2/192).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan para penyelenggara negara yang telah menyengsarakan rakyatnya. Hadits dari ‘Aisyah RA, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa :

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ ( أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanllah dia dengan baik pula.” (HR. Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025, dll)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 305 kali, 1 untuk hari ini)