JAKARTA – Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy menegaskan, rencana konser Lady Gaga di Jakarta tidak semudah mengatakan, “Kalau suka nonton, kalau tidak suka tidak usah nonton”. Sebab, konser Lady Gaga menyangkut benteng terakhir identitas bangsa.

Romi menyindir jika pertunjukan seni dinilai atas “Kalau suka nonton, kalau tidak suka tidak usah nonton”, maka sekalian saja pertunjukan striptis dan kegiatan pornoaksi lainnya diizinkan secara resmi oleh kepolisian.

Jika kemudian rencana konser Lady Gaga benar-benar diizinkan, ia melihat adanya pembenaran bahwa negara ini sudah tidak berdaya menghadapi tekanan asing. Tidak heran jika intervensi asing dan kroni kapitalisme akan semakin menjadi-jadi ke depan.

“Jika urusan ideologi yang menjadi benteng terakhir, identitas bangsa mudah ditundukkan, apalagi untuk sumber daya alam. Pastilah begitu mudah dijual-jual kepada asing,” tegasnya seperti dilansir inilah.com, Jumat (25/5).

Ia menyinggung bagaimana konser Lady Gaga hari kedua di Filipina yang menimbulkan kericuhan, karena Lady Gaga tetap menyanyikan lagu Judas yang liriknya menyinggung umat nasrani. Padahal, lanjut dia, sebelumnya dijanjikan dia akan tidak menyanyikan ini-itu. Namun, dalam kenyataannya justru berbeda dengan ucapan sendiri.

“Akan menjadi persoalan kalau izin yg diterbitkan atas dasar mengubah penampilan itu ternyata tidak terjadi. Potensial terjadi gangguan keamanan. Siapa yan mau tanggung jawab?,” tandas Romi

Seperti diketahui, , Lady Gaga adalah seorang penyanyi yang menjadi Robot organisasi rahasia Yahudi Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. Illuminati adalah sebuah kelompok Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Free Masonry kelompok rahasia dan bawah tanah Zionis. Illuminati adalah sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya dan sekte memiliki misi untuk menghancurkan umat Islam melalui ide pemikiran rusaknya.

 Lady Gaga juga merupakan Ratu Iblis Liberal Pemuja Setan. Dalam video klip lagu Alejandro digambarkan Gaga bersatu dengan Tuhan-kaum Nasrani (Yesus). Lalu dia menyalahkan Tuhan, karena Tuhan tidak dapat memenuhi keperluan rohaninya. Akhirnya dia merubah diri dari biarawati menjadi paderi Luciferian (syetan) yang dilambangkan dengan tangan kanan menutup mata kirinya (menjadi bermata satu, lambang Yahudi).

Tak hanya itu, penyanyi haus sex ini juga penyebar Gaya Hidup GAY, LESBIAN dan TRANSGENDER. Salah satu lirik lagu Gaga “Born This Way” yakni : “..No matter gay, straight, or lesbian, transgendered life… I’m on the right track, baby I was born to survive.” (Tidak peduli gay, lurus, lesbian, kehidupan transgender. Saya dijalur yang benar…).

Serta, lady Gaga merupakan Icon Pornoaksi dan Pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis. (bilal/arrahmah.com) Sekjen PPP : Konser Lady Gaga menyangkut benteng terakhir identitas bangsa/ Sabtu, 26 Mei 2012 14:24:02

Ilustrasi :voa-islam

(nahimunkar.com)

(Dibaca 279 kali, 1 untuk hari ini)