Jika Korbannya Ulama, Pelakunya Disebut Orang Gila, Kalau yang Kena Itu Pejabat, Langsung Pelakunya Dicap Ter*ris

  • Syaikh Ali Jaber memang begitu; good looking, pintar bahasa Arab, Hafidh Al Quran. Tapi kini beliau korban teror dan radikalisme.
  • Penganiayaan terhadap ulama dan aktivis dakwah, pasti pelakunya orang gila…? Tapi kalau yang dianiaya itu pejabat langsung dinyatakan pelakunya teroris radikalis…?

Silakan simak ini.

***

Jika Korbannya Ulama Pelakunya Disebut Orang Gila, Kalau yang Kena Itu Pejabat Langsung Pelakunya Dicap Ter*ris


Ilustrasi. Foto/wrtkt

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain sependapat dengan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid yang meminta proses penelusuran kasus penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber tak dikaburkan dengan informasi yang menyebutkan tersangka Alpin Andria (24) mengalami gangguan jiwa.

“Apakah ada negara yang setiap ada kejadian penikaman atau penganiayaan terhadap ulama dan aktivis dakwah, pasti pelakunya orang gila…? Tapi kalau yang dianiaya pejabat langsung dinyatakan pelakunya teroris radikalis…? Negara mana itu? Hebat ya. Orang gila hanya memilih dai,” kata Tengku Zulkarnain, Senin (14/9/2020).

Tengku juga sependapat dengan pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang secara tegas meminta orang yang menusuk Syekh Ali Jaber diadili secara fair dan proses hukumnya dilakukan secara terbuka. Mahfud juga meminta pihak berwajib membongkar motif dan semua jaringan pelaku yang mungkin berada di belakang kejadian tersebut.

“Bukannya dikatakan dia sudah empat tahun gila komandan…?” kata Tengku.

Demikian juga Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar Azis Syamsudin meminta kepolisian tidak terlalu dini menyimpulkan pelaku penusukan terhadap Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa. Polisi, kata dia, harus melakukan investigasi lebih mendalam terlebih dahulu.

“Saya mengutuk keras peristiwa itu, aparat penegak hukum dapat harus segera membuka motif pelaku penyerangan yang tidak bermoral itu. Kepolisian jangan mudah memberikan kesimpulan ‘gangguan kejiwaan’ terhadap pelaku,” kata Azis dalam keterangan resmi.

“Jika memang ada aktor-aktor di belakang pelaku maka wajib diungkap dan ditindak secara tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” Azis menambahkan.

 

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid setuju dengan sikap Mahfud serta instruksi yang disampaikan. Selain menginstruksikan agar pelaku diadili secara fair dan peroses hukum terbuka, Mahfud juga menginstruksikan supaya semua aparat menjamin keamanan ulama yang berdakwah.

Hidayat Nur Wahid berharap instruksi tersebut betul-betul dilaksanakan.

“Setuju, tapi Prof @mohmahfudmd harus pastikan instruksi-instruksi itu dilaksanakan. Syaikh Ali Jaber memang begitu; good looking, pintar bahasa Arab, Hafidh Al Quran. Tapi kini beliau korban teror dan radikalisme,” katanya.

Majelis Ulama Indonesia juga mendesak aparat penegak hukum membongkar jaringan yang mungkin ada di belakang aksi penusukan Syekh Ali Jaber.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengecam kekerasan semacam itu. Dia menilai tindakan tersebut sebagai musuh perdamaian.

“MUI benar-benar tidak bisa menerima perilaku dan tindakan ini karena yang namanya tindak kekerasan dan tindak penusukan itu adalah musuh kedamaian dan perusak persatuan dan kesatuan,” kata Anwar dalam keterangan tertulis.

“Kalau tidak maka dia akan sangat mengganggu ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini dimana ulama yang merupakan sosok yang sangat dihormati oleh umatnya,” Anwar Abbas menambahkan.

Anwar menekankan apa yang dilakukan pelaku mencerminkan tindakan permusuhan kepada ulama secara terang-terangan. Hal tersebut dinilai bisa merusak persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan kecurigaan di antara sesama masyarakat.

“Untuk itu kasus ini harus diproses secepatnya untuk diadili secara fair dan terbuka supaya tidak menjadi bola liar,” kata Anwar Abbas.

 

Sumber : Suara.com

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 14 September 2020  BERITA NASIONAL

***

  • Peristiwa ditusuknya Syaikh Ali Jaber yang good looking, pintar bahasa Arab, Hafidh Al Quran itu sangat ramai dibicarakan Umat Islam, karena belum lama ini Menag dikabarkan mengaitkan dai yang ciri2nya seperti tersebut merupakan pintu masuk radikalisme.

Umat Islam pun marah dan tersinggung berat, di antaranya seorang profesor mengemukakan kekecewaannya terhadap pernyataan Menag Fachrul itu. Silakan simak ini.

***

Prof. DR. KH. Ahmad Zahro ingatkan Menag Fachrul: Hafidz Qur’an Pintu Masuk Radikalisme? Jangan main-main dengan para Hufadz Al-Quran!

Posted on 7 September 2020

by Nahimunkar.org



  • Menteri Agama Fachrul Razi membeberkan cara masuknya kelompok maupun paham-paham radikalisme ke masjid-masjid yang ada di lingkungan pemerintahan, BUMN, dan di tengah masyarakat.

    Salah satunya dengan menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan dan penampilan yang tampak mumpuni.

    “Caranya masuk mereka gampang; pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan Bahasa Arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk,” kata Fachrul dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, di kanal Youtube Kemenpan RB, Rabu (2/9/2020), seperti dilansir CNNIndonesia.

    Pernyataan Menag ini ditanggapi Prof. DR. KH. Ahmad Zahro, MA.

    Beliau adalah Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Jawa Timur, Pakar Fiqh Kontemporer, Rektor UNIPDU (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) Jombang Jawa Timur 2010-2022, Pembina Pesantren Tahfidzul Qur’an, Cemerlang an-Najach, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang Jawa Timur.

    “Pak Menteri, kalau Anda tidak meralat pendapat itu, Anda akan berhadapan dengan para hufadz (penghafal Al-Quran). Dan kalau hufadz menghadapi tidak dengan frontal, demo, atau kekerasan. Tapi cukup hati mereka tidak terima, itu doa amat dahsyat. Dan itu jumlahnya ratusan ribu. Jangan main-main dengan para hufadz,” ujar Prof. DR. KH. Ahmad Zahro, MA melalui chanel Youtube AZAHRO OFFICIAL, Sabtu (5/9/2020).

    Selengkapnya video:

     
     

    https://youtu.be/QPncxxxcOD4

    portal-islam.id, 06 September 2020  KABAR UMAT

    (nahimunkar.org)

(Dibaca 714 kali, 1 untuk hari ini)