Jilbab & Peci Dilarang, Arya: ‘Bali Bukan Tanah Arab, Lawan Gerakan Syariah di Bali?

BALI (voa-islam.com) – Penggunaan Jilbab dan Peci ‘dibikin rame’ di Bali. Adalah Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III atau biasa dipanggil Arya, mantan artis dan anggota DPD beragama hindu ini menyuarakan penolakannya pada penggunaan jilbab dan peci pada petugas tol laut Bali Mandara.

Anehnya ia mengecam Peci dan Jilbab, padahal Soekarno – sosok yang ia kagumi- menggunakan Peci, hal ini kontradiktif mengingat Arya adalah President  The Sukarno Center Tampaksiring – Bali.

Tindakan Arya yang mantan bintang film dan cover boy yang lazimnnya santun justru menuai kecaman. Mungkinkah ini skenario ‘bikin rame’ seperti yang dituturkan Jokowi sebelumnya?

Ia menulis kecamannya pada Facebook sebagai berikut : disini

Saya kecam kebijakan manajemen Jalan Tol Bali yg menerapkan aturan petugas jalan toll memakai jilbab dan peci selama Ramadhan. Hal ini sudah menjadi kontroversi dan meresahkan. Ini Bali Bung !!! The Island Of A Thousand Temple NOT The Land Of Arab / Qurawa. Kalau tdk sanggup hormati budaya Bali, silahkan keluar pulau ! Sy dukung petisi ganti pejabat kearab2an. Lawan gerakan syariah di Bali ! (Dr.W)

Kecaman serta protes dari aliansi Hindu Bali terkait kebijakan dari PT Jasa Marga Bali Tol yang mengimbau agar petugas gerbang Tol Bali Mandara mengenakan kerudung dan peci selama Ramadan hingga Idul Fitri, beberapa warga Bali juga menyuarakan aksi protes mereka di media sosial.

Namun penolakan atas himbauan PT Jasa Marga Bali Tol tersebut sudah menjurus ke arah sentimen SARA. Bahkan salah satu warga Bali di jejaring sosial Facebook dengan tegas menyebut kebijakan tersebut sangat meresahkan dengan menegaskan bahwa Bali bukan tanah Arab yang ia samakan dengan “Qurawa”. Tidak hanya itu, warga Bali itu menuntut pejabat kearab-araban yang ada di Bali untuk diganti serta mengecam adanya gerakan syariah di Bali.

Seperti dilaporkan sebelumnya, kebijakan mengenakan kerudung dan peci selama Ramadan hingga Idul Fitri oleh PT Jasa Marga Bali Tol awalnya hanya sebagai bentuk toleransi antar umat beragama dan bentuknya sekedar anjuran bukan kewajiban. Pada Rabu kemarin Aliansi Hindu Bali yang terdiri dari Cakrawahyu, Yayasan Satu Hati Ngrestiti Bali, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara dan Pusat Kooordinasi Hindu Nusantara secara resmi melakukan aksi protes di depan Kantor PT Jasa Marga Bali Tol yang bertujuan mendesak agar imbauan tersebut dicabut.

Atas desakan Arya, Jasa Marga Bali pd 16/7 sdh kirim surat ke The Hindu Center Indonesia&cabut kebijakan Peci Kerudung di Jalan Tol Bali sebagaimana foto surat yang ia kicaukan di Twitter

 

Siapakah Arya?

Arya memiliki gelar adat Raja Majapahit Bali Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX Abhiseka Ratu Purnamaning Kapitu, 31 Desember 2009 Di Pura Agung Besakih Oleh Penglingsir Puri Pusat Surya Majapahit Trowulan Jawa Timur dan President World Hindu Youth Organization ( WHYO ), selengkap disini.

Ia juga mantan Model Coverboy Majalah Aneka Jakarta Tahun 1997, Top Model Indonesia Tahun 1997, pada tahun 1997 – 2003 Coverboy Majalah Aneka Yess Jakarta, Pemeran Utama Film Membuka Hati Angga, Pemain Utama Sinetron TV “ Dancing With Colors “ serta mantan penyiar Radio Indika 91,45 FM Jakarta.

Mantan artis yang lazimnya cenderung humanis dan supel ini rupanya tak ditemui Arya yang kini menjadi anggota senator dari Bali. Seperti sikap dukungannya pada PDIP dan Jokowi yang anti Islam menular kepada Arya yang pernah kuliah di STMT Trisakti ini.

Mungkinkah jika petugas pintu Tol menggunakan pakaian ala Santa claus saat Natalan akan juga digugat Arya dan ormasnya ini?

Bagaimana pendapat Antum?

Kecaman Mengalir Pada Dr.Arya Wedakarna

 5h

 anda orang aneh perlu terapi kejiwaan, masa berbusana rapi sopan meresahkan, anda tdk berintegrasi di Indonesia yg majemuk

——————————————————

4h

 apa hak anda melarang orang yang menjalankan perintah agamanya.anda tidak punya toleransi dalam beragama

——————————————————

2h

 Anda Sudah Membunuh Demokrasi

[adivammar/islampos/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.343 kali, 1 untuk hari ini)