Jakarta – Sejarahwan JJ Rizal lantang saat diberi kesempatan berbicara usai layar tancep memutar film dokumenter berjudul ‘Rayuan Pulau Palsu’ di Kampung Nelayan di RW 01, Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (30/4) malam.

“Bagaimana pendapat Bang Rizal setelah menonton film ini?” ujar salah seorang panitia sambil menyodorkan mic kepada pendiri Komunitas Bambu ini.

Tanpa banyak basa-basi, langsung Rizal mengatakan,”Pulau palsu akibat pemerintahnya palsu sehingga membuat janji palsu!” ucap dia.

Ucapan lugas jebolan Fakultas Sastra jurusan Sejarah dari Universitas Indonesia ini pun spontan disambut riuh tepuk tangan ratusan warga yang ikut nonton film.

Kata dia, bukti pemerintah palsu adalah ketika mudah diatur-atur ikuti kemauan pengembang. Hasilnya, menghasilkan janji palsu dengan menyetujui dibuatnya proyek-proyek pulau palsu alias reklamasi. Demi pengembang, rakyat terancam.

Diingatkan dia, ‘nasib’ serupa akibat nafsu reklamasi tidak hanya dialami oleh Jakarta saja. Tapi juga di daerah-daerah lain di Indonesia. Seperti Banten, Manado, Makassar, Bali.

“Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah tegas menolak reklamasi di Indonesia,” ucap dia, yang lagi-lagi langsung disambut tepuk tangan riuh warga.

Film dokumenter Rayuan Pulau Palsu dibuat oleh Watchdoc, sedangkan pemutarannya juga melibatkan Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta, Forkeman dan warga Kampung Nelayan Muara Angke. (M Vidia Wirawan, Aktual.com)

Sumber: repelita.com/May 1, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.551 kali, 1 untuk hari ini)