Massa aksi demo 4 November 2016


POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersumpah di depan ulama akan menuntaskan kasus penistaan agama oleh Ahok paling lambat dua minggu. Hal tersebut ditegaskan JK saat melakukan negosiasi dengan para utusan demo Ahok, Jumat, 4 November 2016.

“Pak Yusuf Kalla janji sampai beliau bersumpah di depan Arifin, demi Allah akan menyelesaikan kasus Ahok secara tegas dan keras,” ucap tim negosiator dari perwakilan demo Ahok 4 November, Ustadz Arifin Ilham.

Menurut Arifin, JK meminta waktu selama dua minggu untuk memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus Ahok.

“Beliau (JK) meminta waktu dua minggu. Dan Pak Kapolri berjanji untuk menyelesaikannya, insya Allah. Kita tunggu saja, sabar itu membawa kemenangan,” imbuh Arifin.

Sebelumnya, Arifin juga mengkalirifkasi kabar yang menyebutkan bahwa dirinya ditembak polisi hingga dilarikan ke rumah sakit. Menurut Arifin, dia dibawa ke rumah sakit, bukan karena ditembak.

“Subhanallah walhamdulillah, sahabatku keluargaku, Arifin sehat walafiat. Tadi sedang negosiasi dengan Bapak Wakil Presiden kita, yakni Yusuf Kallah, Pak Wiranto dan Sekneg, kemudian mendengar tembakan di luar. Pak Yusuf Kalla terkejut, Pak Wiranto juga marah, lalu keluar,” ujar Arifin Ilham.

“Arifin ikut bersama beliau dan Pak Kapolda menahan polisi untuk tidak menembak dan Arifin ke tengah-tengah umat untuk menahan umat juga,” tambah Arifin.

Saat masuk ke tengah massa, Arifin terkena gas air mata, sehingga dilarikan ke rumah sakit. Arifin menegaskan bahwa dia tidak terkena peluru, seperti kabar yang beredar di media sosial.

“Tercium gas air mata, jadi gak apa-apa. Kalau gambar yang beredar itu, tersingkap baju, bukan kena peluru. Jadi sehat walafiat. Terima kasih doa dan hikmah yang Allah berikan,” tandas Arifin Ilham.

(one/pojoksatu)/ http://pojoksatu.id

***

Diberi Deadline Dua Minggu Proses Kasus Ahok, Ini Kata Polri

kadiv-humas-mabes-polri-irjen-boy-rafli-amar

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar.


JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Terkait batas waktu yang diberikan massa pengunjukrasa untuk menentukan status hukum terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, terkait dugaan penistaan agama, Mabes Polri menyatakan akan menindaklanjutinya.

Dalam waktu dekat, Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara terhadap kasus Ahok. Hal itu ditegaskan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, Jumat (4/11/2016).

“Sebagai wujud percepatan proses hukum, akhir minggu depan akan dilakukan gelar perkara,” kata Boy, Jumat (4/11/2016).

Menurut Rafli, dalam gelar perkara itu nanti perwakilan ulama akan diperkenankan bisa ikut langsung. Bahkan para saksi ahli yang juga memberikan kesaksian, itu bisa untuk ikut hadir dalam gelar perkara.

Dan selanjutnya, juga bisa melakukan suatu monitoring terus yang secara ketat terhadap hasil dari proses itu.
Namun Boy Rafli mengingatkan, bahwa dalam mekanisme hukum, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Sehingga tidak dapat dilakukan upaya paksa tanpa adanya proses hukum.

“Berilah kesempatan kepada penyidik untuk melanjutkan dulu, dan sebagaimanya yang telah dijanjikan oleh Kapolri tadi. Proses hukum yang secepatnya,” tuturnya.

Pengawasan proses hukum terhadap kasus penistaan agama itu juga akan dilakukan DPR RI. Perwakilan Komisi III DPR RI, Arsul Sani menyampaikan bahwa Polri dan jajarannya perlu diberikan kesempatan untuk melakukan proses hukum yang jelas, tegas, dan berkeadilan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi sejumlah menteri dengan perwakilan pengunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, telah menyepakati untuk mempercepat proses hukum dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Menurut Wapres, Kapolri telah berjanji akan menyelesaikan penyidikan kasus penistaan agama itu ada waktu 2 (dua) minggu, sehingga semuanya sesuai dengan aturan yang tegas.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo

Editor : Hila Japi/ netralnews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.380 kali, 1 untuk hari ini)