Wakil Presiden Jusuf Kalla. (VIVA.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti.)


Wakil Jusuf Kalla (JK) menyatakan protes terhadap China yang selalu membawa banyak tenaga ke Indonesia saat negeri Tirai Bambu itu investasi di Indonesia.

“Pernyataan JK ke Wakil PM China yang meminta tidak membawa banyak tenaga kerja, menandakan suara protes, dan JK merespon keresahan masyarakat akan tenaga kerja China di Indonesia,” kata pengamat politik Sahirul Alem kepada suaranasional, Selasa (28/11).

Kata Alem, JK mempunyai komitmen dalam memajukan bangsa Indonesia tidak tergantung dengan negara lain. “Harusnya Jokowi juga harus tegas seperti JK terhadap China,” papar Alem.

Menurut Alem, komitmen JK dalam membangun ekonomi Indonesia terlihat dengan dukungan terhadp pengusaha dalam negeri. “Beberapa kali JK mendorong pengusaha dalam negeri untuk bersaing dengan pengusaha luar,” jelas Alem.

Selain itu, kata Alem pernyataan JK menandakan tenaga kerja China di Indonesia itu fakta bukan hoax sebagaimana dituduhkan beberapa orang. “Kalau tenaga China di Indonesia tidak diselesaikan muncul masalah sosial yang bisa membahayakan keamanan bangsa Indonesia,” paparnya.

JK menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (27/11). Dalam keterangan pers seusai pertemuan, JK menyinggung relasi investasi dan tenaga kerja asing (TKA) asal Negeri Tirai Bambu di Tanah Air.

“Saya katakan tadi, investasi Anda (China) bagus. Cuma, jangan terlalu banyak bawa tenaga kerja,” ujar Kalla.

Menurut Wapres, apabila ada investasi Cina, ribuan TKA asal Cina turut serta dibawa. “Saya bilang jangan begitu,” kata dia.

Sumber : suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 818 kali, 1 untuk hari ini)