Wapres Iran bertemu Wapres JK. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin


Merdeka.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penyebaran Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah masjid adalah tindakan melanggar aturan. JK yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) sudah menginstruksikan kepada pengurus masjid agar tidak menerima tabloid tersebut.

“Ya kita sudah perintah DMI kasih tahu bahwa jangan masjid menerima itu, berbahaya,” kata JK.

Hal itu dia sampaikan di sela penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial (SLKS) bagi para Donor Darah Sukarela (DDS) di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).

Dia juga mengimbau para pengurus masjid yang mendapatkan tabloid tersebut agar segera dimusnahkan. Tidak hanya itu, dia juga meminta agar tidak menyebarkan hoaks di tempat ibadah.

“Saya nanti harap jangan dikirim ke masjid. Semua yang dikirim ke masjid-masjid itu dibakarlah, siapa yang terima itu. Jangan jadi tempat masjid tempat bikin hoaks macam-macam,” kata JK.

Diketuai, Tabloid Indonesia Barokah menggegerkan masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Barat. Isinya dituding banyak menyudutkan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga. Meski begitu, isi kontennya dinilai Bawaslu tak mengandung hoaks dan ujaran kebencian, lantaran hanya mengkurasi media-media arus utama. [lia]

Sumber : merdeka.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 316 kali, 1 untuk hari ini)