JK Masalah Kita Bukan Radikalisme, Tapi Ketidakadilan



JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan poin penting yang harus diwujudkan Indonesia untuk tetap dapat bersatu menjaga keutuhan bangsa. Poin penting itu, kata dia, adalah keadilan.

JK pun mengakui, Indonesia masih menjadi negara dengan perbedaan kesenjangan yang signifikan. Persoalan ketidakadilan itu menjadi tantangan yang harus dituntaskan bersama-sama.

“Jadi apa yang mempersatukan kita mencapai tujuan bersama adalah adil. Orang berbicara radikalisme, (tapi) kenapa dia radikal? Karena ada perasaan yang tak adil,” kata JK dalam sambutannya di acara Nusantara Satu, di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019) malam.

JK menuturkan, selama bangsa Indonesia merdeka, terdapat 15 konflik besar yang terjadi. Konflik besar yang dia maksud adalah konflik yang memakan korban jiwa lebih dari seribu orang. Menurut JK konflik-konflik itu juga terjadi karena adanya ketidakadilan.

“DI/TII, Poso, Ambon, Aceh, dan sebagainya. Hampir semua itu ada perasaan ketidakadilan. 10 dari 15 itu adalah ketidakadilan,” ujarnya.

Menurut JK, konflik-konflik besar itu terjadi lantaran banyak daerah yang merasa mendapat ketidakadilan dibandingkan dengan daerah lainnya. Dia kembali mencontohkan, di Indonesia Bagian Timur banyak masyarakat yang merasa kekayaan alam mereka dipindahkan ke pusat pemerintahan (Jawa). Kemudian, di Aceh, masyarakat merasa sumber daya alam mereka banyak namun tak mendapat bagian dari kekayaan alam mereka itu.

“Jadi apabila kita ingin menjaga persatuan itu ialah menjaga keadilannya dan maju,” tutur JK. [iNews]

[portal-islam.id] 04 November 2019

Foto: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) memberikan sambutan dalam acara Nusantara Satu, di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019) malam. (Foto: iNews.id/Wildan Catra)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 214 kali, 1 untuk hari ini)