Surat Kontrak Politik Ir. Joko Widodo – Ist


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama-sama dan tertawa saat meninjau proyek LRT setelah penggusuran di Bukit Duri, Jakarta Selatan menandakan keduanya penghianat rakyat.

Demikian dikatakan aktivis politis Rahman Simatupang kepada suaranasional, Ahad (3/10). “Jokowi-Ahok itu tak layak jadi seorang pemimpin dan menjual kemiskinan untuk meraih kekuasaan padahal hanya berpihak kepada cukong dan taipan,” ungkap Rahman.

Kata Rahman, Jokowi justru menunjukkan keberpihakan kepada Ahok termasuk penggusuran. “Padahal saat kampanye mau Gubernur DKI Jakarta Jokowi berjanji membuat kampung deret di Bukit Duri tetapi janji itu tidak dilaksanakan,” ungkap Rahman.

Menurut Rahman, sikap yang ditunjukkan Jokowi dengan berpihak ke Ahok menunjukkan menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan partai politik dan golongan. “Boleh berpihak tapi untuk kepentingan rakyat termasuk menolak penggusuran,” jelas Rahman.

Selain itu, Rahman mengatakan, Jokowi lebih berpihak kepada cukong dan taipan daripada rakyat kecil. “Yang diperlihatkan Jokowi dengan blusukan dan bagi-bagi beras hanya pencitraan saja,” pungkas Rahman.

Sumber: suaranasional.com/02/10/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 17.620 kali, 1 untuk hari ini)