Inilah beritanya.

***

Dianggap tak Mampu Jadi Presiden, Jokowi Akan Dipulangkan ke Solo

Rabu, 29 April 2015 – 22:44:10

Oleh Alfian Risfil, TEROPONGSENAYAN

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) asal tanah kelahiran Presiden Joko Widodo (Jokowi), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, tengah membentuk posko relawan penjemputan Jokowi ke Istana Presiden di Jakarta. Mereka akan memulangkan Jokowi ke Solo.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap Jokowi karena dinilai tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, gerakan yang dimotori kaum intelektual (mahasiswa) tersebut merupakan puncak kekecewaan masyarakat Indonesia terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Penyebabnya, selama enam bulan memimpin Jokowi belum memberikan tanda-tanda perbaikan sedikitpun bagi kesejahteraan masyakat.

“Kekecewaan mereka hingga ingin menjemput Jokowi  dibawa kembali ke Solo atau dilengserkan, harus menjadi perhatian serius,” kata Arief kepada TeropongSenayan di Jakarta Rabu (29/04/2014).

Oleh karena itu, kata Arief, gerakan jemput pulang Jokowi ke Solo tersebut perlu didukung dan diapresiasi.

Hal tersebut menggambarkan betapa kesadaran mahasiswa yang tinggi terhadap carut-marutnya pemerintahan Jokowi-JK.

Arief mengatakan, banyaknya kebijakan mantan Walikota Solo yang tidak pro rakyat dan bahkan lebih ke arah Neolib yang terkesan menganut paham pasar bebas tidak lepas dari Para debt collector yang mengelilingi Jokowi.

“Ada debt collector yang minta import BBM, perpanjangan izin eksploitasi dan izin ekspor hasil konsetrat tambang, serta debt collector yang meminta jabatan menteri dan posisi-posisi seksi di BUMN,” ungkapnya.

Lebih jauh, Arief meprediksi, bila nantinya Jokowi betul-betul dilengserkan oleh people power, sang wakil presiden Jusuf Kalla pun bukan orang yang mampu memimpin pemerintahan yang sudah kacau-balau.

***

Permadi: Jokowi Ngawur, Milih Asing dan Asiong

jokowi-mega_20140330_065956

Inilah beritanya.

***

Pengalaman (Jokowi) pernah jadi walikota dan gubernur terbukti tidak bisa menjadikannya sebagai komandan yang disegani dan bisa mengendalikan bawahannya.

Dalam memilih pembantu-pembantunya, kata Permadi, juga ngawur karena hanya mengambil orang yang disodorkan partai pendukung, simpatisan, asing dan asiong.

Ada mentri yang gak jelas tugasnya. Ada menteri yang gayanya seperti maling naik pagar rumah orang.

“Siapapun dia memasuki pekarangan orang itu melanggar hukum, kok ada menteri naik pagar rumah orang,” ujarnya.

Belum lagi dia angkat kepala staf kepresidenan yang kekuasaannya melampaui wapres. “Itu aturan mana yang dia pakai, tidak ada dalam tata pemerintahan kita,” tambahnya lagi. (TEROPONGSENAYAN) Jumat, 01 Mei 2015 – 07:09:06 Oleh Untung ss

(nahimunkar.com)