Diangkat dan dilantiknya Raja Judi Jan Darmadi jadi penasehat presiden menjadi perbincangan ramai. Hingga dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun melontarkan pertanyaan lewat media kepada Jokowi: “Dari puluhan juta orang Indonesia, apakah tidak ada yang lebih baik dari Jan Darmadi (Raja Judi)?”.

Bila melihat komentar-komentar di media sosial maka akan terasa sekali, Indonesia benar-benar dipimpin dengan kebijakan kacau. Betapa tidak, Raja Judi diangkat jadi penasehat presiden. Jokowi juga mengangkat calon tunggal Kapolri yang sudah disetujui DPR, Komjen Budi Gunawan, padahal sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK.

 

Seakan secara gampangnya, sudah terbukti raja judi masih pula diangkat, bahkan sebagai penasehat presiden. Sedang yang sudah dinyatakan sebagai tersangka korupsi oleh KPK tetap ditunjuk jadi Kapolri, hanya pelantikannya yang belum, namun tidak dibatalkan.

 

Sebaliknya, aktivis Islam, baru diduga sebagai teroris, sudah ditembak. Dan sudah berapa orang yang ditembak dengan cara zalim seperti itu. Kabarnya cukup banyak. Padahal, membunuh satu orang yang belum jelas salahnya itu sama dengan membunuh manusia seluruhnya menurut Al-Qur’an.

 

Membunuh Satu Orang Muslim Seakan Membunuh Semuanya

Membunuh satu orang Muslim (yang tidak halal dibunuh) sama dengan membunuh seluruhnya, dan lebih dahsyat dibanding lenyapnya dunia. Karena telah ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an dan ditegaskan pula oleh Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya.

Firman Allah Ta’ala:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS Al-Maaidah:32).

Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9) إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ [البروج/8-10]

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (Al-Buruj: 8-10)

Tentang raja judi dilantik jadi penasehat presiden Jokowi, inilah beritanya.

***

Astaghfirullah!! Salah Satu Anggota Wantimpres Jokowi, Jan Darmadi adalah Raja Judi

JAKARTA (Panjimas.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya resmi melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat pada Senin (19/1/2015) menjelang siang, pukul 11.00 WIB.

“Sebelum saya mengambil sumpah, berkenaan dengan saudara-saudara sebagai anggota wantimpres. Saya tanya ke saudara, bersediakah saudara-saudara diambil sumpah menurut agama masing-masing?,” kata Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi meminta agar seluruh anggota Wantimpres bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. “Akan memenuhi semua kewajiban yang akan ditangguhkan kepada saya oleh jabatan ini, bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” ujar Jokowi mengucapkan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh anggota Wantimpres.

Sembilan anggota Wantimpres yang dilantik berdasarkan pada Keppres nomor 6/P/2015 itu adalah; Abdul Malik Fajar (Muhammadiyah), Ahmad Hasyim Muzadi (Nahdhatul Ulama/NU), Jan Darmadi, M Yusuf Kartanegara, Rusdi Kirana, Sidharto Danusubroto, Sria Diningsih (Ekonom), Subagyo Hadi Siswoyo (HS) dan Suharso Monoarfa.

Nama-nama tersebut langsung menuai kritik tajam dari publik karena kebanyakan berasal dari partai politik (parpol) pendukung Jokowi. Sebut saja mantan Ketua MPR Sidarto Danusubroto yang merupakan politikus senior PDIP, mantan KSAD Jenderal (purnawirawan) Subagyo dari Partai Hanura dan Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Yusuf Kartanegara.

Begitu juga nama Rusdi Kirana bos Lion Air yang merupakan wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Waketum PKB), Suharso Monoarfa politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pro dengan Jokowi, dan yang bikin heboh adalah nama Jan Darmadi yang merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem yang sekaligus bandar dan raja judi kelas kakap. [GA/okz/trb]

(nahimunkar.com)