Jokowi dan Tony Blair Bicarakan Relokasi Ibukota, Elisa Sutanudjaja: Ternyata Hanya Demi Produk Kapitalisasi



CEO Softbank Masayoshi Son dan eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan. Mereka membahas ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

“Dalam pertemuan di beranda Istana, kami membahas dua hal. Pertama, kami bicara mengenai tim keuangan dan masalah populasi. Saya pikir kedua hal tersebut sangat penting terkait proyek ini (ibu kota baru),” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat 28 Februari 2020.

Kejadian ini mendapat tanggapan dari ahli tata kota Elisa Sutanudjaja.

Makin dekatlah dengan tanda-tanda bahwa relokasi ibukota itu cuma demi produk kapitalisasi, finansialisasi dan akhirnya spekulasi. 
Kok ya tega bener ya pak … gak cukup cuma rumah doang yang dijadikan produk “Senin Harga Naik”, sekarang Ibukota pun mau dibegitukan? https://t.co/wuVMOxavDm

— Elisa (@elisa_jkt) February 29, 2020

[portal-islam.id]  Sabtu, 29 Februari 2020  Berita NasionalSosial Media

***

Di saat wabah virus corona sedang melanda China Komunis ternyata kapal2 China masih tetap mondar-mandir ke perairan Tana Pase wilayah calon ibukota RI di Kaltim. Pelabuhan itu kapal2 yang datang kebanyakan hanya dari China Komunis. Hingga saat virus corona yang mematikan merebak di China pun kapal2 China Komunis tetap berdatangan ke perairan wilayah calon ibukota baru RI di Kaltim itu.

***

Melihat Proses Pengawasan Kapal Tiongkok yang Masuk ke Perairan Kabupaten Paser (Wilayah Calon Ibu Kota Baru)

Posted on 8 Februari 2020

by Nahimunkar.org

 

  • Persentase  kapal dari Tiongkok China beserta krunya lebih dari 50 persen ketimbang dari kapal negara lain

  • Waspada Corona, KUPP dan KKP Perketat Semua Kapal Asing Masuk
     

MEDAN BERAT: Salah satu tugas berat para petugas sebelum mengecek kapal asing ialah, saat menaiki dek kapal yang cukup tinggi dan terjal medannya.
 

PROKAL.CO, TANA PASER – Sebagai upaya pencegahan dan antisipasi virus corona melalui jalur laut perairan Indonesia, sesuai arahan Presiden Jokowi Widodo. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tana Paser, bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan Wilayah Kerja Tanah Grogot, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea da Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan di Tanah Grogot, dan Polair Paser, mengajak awak media melihat langsung proses pengawasan Kapal Asing khususnya dari Tiongkok yang masuk ke Perairan Kabupaten Paser, tepatnya di wilayah Teluk Adang, di kawasan Terusan Khusus (Tersus) loading Batu Bara milik PT Kideco Jaya Agung (KJA).

 Difasilitasi Speed Boat milik PT Cotrans Asia yang muatannya maksimal 21 penumpang, perjalanan dimulai dari Pelabuhan Pondong, Kecamatan Kuaro dan sampai ke Teluk Adang sekitar 1,5 jam. Dengan jarak tempuh 40 mil atau sekitar 75 kilometer (km). Di sini lah seluruh kapal asing yang mengangkut batu bara berkumpul, namun sebelum bongkar muat, kapal ini terlebih dulu di cek oleh petugas KKP atau biasa disebut Karantina untuk dipastikan bebas dari virus berbahaya, serta memastikan standar perlengkapan obat-obatan yang dibawa memenuhi syarat. Petugas bea cukai pun juga memeriksa seluruh dokumen kapal.  

Pimpinan rombongan, Kepala KUPP Kelas II Tana Paser, M Junaidi mengatakan Kementerian Perhubungan kini makin memperketat kapal Tiongkok yang masuk ke perairan Indonesia. Apalagi intensitas di Teluk Adang, Kapal Tiongkok beserta awaknya yang paling banyak.

 ” Setiap kapal asing yang masuk Teluk Adang, kita arahkan ke Zona Karantina terlebih dahulu sebelum masuk zona bongkar muat atau Area Loading Point. Setelah dipastikan bebas virus dan penyakit lainnya oleh KKP, serta dokumen lainnya lengkap diperiksa KUPP dan Bea Cukai. Baru lah kapal ini bisa masuk aktivitas bongkar muat,” kata Junaidi, (6/2). 

Setiap bulan kata dia ada 25 sampai 30 kapal ke Teluk Adang. Persentase  kapal dari Tiongkok beserta krunya lebih dari 50 persen ketimbang dari kapal negara lain. Ini lah yang menjadi kekhawatiran petugas, mengingat wabah virus corona berasal dari Tiongkok. Kapal yang diperiksa ialah Kapal Mv Yun Mi Feng berbendera Tiongkok yang berasal dari Guangzhou, Tiongkok. Ukuran kapal ini cukup besar, para petugas cukup kewalahan menaiki kapal yang tinggi tangganya lebih dari 5 meter dan lebarnya 225 meter atau dua kali lapangan bola itu. 

 Arus ombak cukup bersahabat kemarin, sehingga memudahkan petugas naik ke atas kapal yang muatannya bisa sampai 73.000 ton batu bara itu. Namun sesuai standar operasional prosedur (SOP) kesehatan, selain petugas berwenang, di larang naik ke kapal. Sehingga awak media hanya memantau dari Speed Boat. 

Pasca petugas karantina dan lainnya  mengecek kru dan dokumen kapal, lalu kembali ke Speed Boat. Koordinator KKP Kelas II Balikpapan Wilayah Kerja Tanah Grogot, Harzan Khair mengatakan ada 23 kru kapal yang telah diperiksa kesehatannya. Semuanya dinyatakan bebas dari virus corona maupun virus berbahaya lainnya.

 ” Termasuk barang obat-obatan dan perlengkapan lainnya yang mereka bawa, sudah memenuhi standar dan laik berlayar. Kapal ini dari Filipina sebelumnya, dan sejak Desember 2019 sudah berlabuh lepas dari Tiongkok. Sehingga kita pastikan aman dari virus corona,” terang Harzan. 

Setiap kapal asing yang masuk ke Indonesia, wajib membawa dokumen kelengkapan sesuai persyaratan Internasional Maritime Organizational (IMO). Mulai dari sertifikat barang yang dibawa seperti obat-obatan dan makanan, alat angkut untuk operasional bongkar muatnya, serta awak kapalnya tersebut juga harus dilengkapi biodata dan dokumen berlayar yang lengkap. Jika tidak, petugas berhak melarang masuk ke perairan Indonesia apalagi aktivitas bongkar muat. (/jib) 

kaltim.prokal.co Jumat, 07 Februari 2020 14:04

 
 

***

10 Makanan Dari China yang Berbahaya dan Harus Anda Hindari

 
 

Makanan yang diekspor dari China ini sangat berbahaya bagi kesehatan Anda dan Keluarga. Cermati dan jauhi 10 jenis makanan China ini.

China adalah negara berpenduduk terbanyak di dunia, sebagian besar dari mereka bermigrasi ke negara-negara lain di Asia dan Eropa. Dampaknya, segala hal yang berasal dari China tak asing lagi bagi kita, termasuk makanannya. Tapi hati-hati, ada beberapa jenis makanan berbahaya dari China yang harus kita hindari.

Dilansir dari situs davidwolfe.com, berikut ini 10 makanan berasal dari China yang harus Anda jauhi karena bisa membahayakn kesehatan Anda dan keluarga.

1. Ikan Tilapia

Di Indonesia kita mengenalnya sebagai ikan Mujair atau ikan Nila. Ikan ini hidup di kubangan dan sungai dangkal. Ikan ini adalah pemakan segala, dengan kondisi polusi perairan di China. Ikan jenis ini menjadi berbahaya dikonsumsi.

Bahkan dikatakan bahwa memakan ikan jenis Tilapia lebih berbahaya dibandingkan mengkonsumsi daging babi. Ikan ini bia menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada organ tubuh bagian dalam.

2. Ikan Kod

Ikan yang terkenal akan khasiat minyaknya ini ternyata berbahaya jika dikonsumsi langsung. Karena ikan kod juga menyerap polusi yang ada di perairan China. Bahkan di China sendiri, terdapat beberapa larangan keras untuk mengekspor ikan Kod.

3. Jus Apel

China dikenal menggunakan pestisida yang berbahaya dalam makanan mereka. Bahkan jenis pestisida yang sudah dilarang oleh pemerintah pun masih digunakan oleh para petaninya.

Pestisida yang mereka gunakan akan masuk ke dalam tubuh melalui makanan seperti jus apel. Oleh sebab itu, hindari meminum jus apel buatan China.

4. Jamur Olahan

Sama halnya dengan apel, jamur yang diproduksi di China juga menggunakan pestisida berbahaya. Kita juga tidak tahu persis bahan baku apa yang digunakan untuk menumbuhkan jamur tersebut. Lebih aman jika kita membeli jamur lokal daripada jamur olahan yang diekspor dari China.

5. Bawang Putih China

Para petani bawang putih di China juga menggunakan pestisida berbahaya untuk membasmi hama. Secara umum, pestisida yang digunakan pada tanaman bawang putih adalah jenis methyl bromide, dan ini sangat berbahaya.

6. Daging Ayam

China adalah negara dimana flu burung dan makanan penyebab penyakit umum terjadi. Selain itu, China juga memproduksi pestisida jauh lebih banyak dari negara lain. Sehingga polusi yang ada di sana juga mempengaruh hewan ternak.

7. Beras Plastik

Pada tahun 2015, terdapat laporan bahwa China telah memproduksi beras palsu selama empat tahun. Beras yang dilaporkan ini bernama Beras Wuchang, dikatakan bahwa beras ini terbuat dari kentang dan resin sintetis yang merupakan bahan plastik berbahaya. Jika dimasak, beras ini akan tetap keras.

8. Lada Hitam Lumpur

Salah satu vendor di China ditangkap karena menjual lumpur yang dikeringkan sebagai lada hitam. Meskipun hal ini merupakan isu lokal di sana, tidak ada salahnya jika kita berhati-hati.

9. Garam Industri

Garam yang diproduksi untuk keperluan industri ternyata malah dijual untuk keperluan memasak. Karena itu, kita harus menghindari konsumsi garam yang diekspor dari China. Mengonsumsi garam industri ini bisa meningkatkan tekanan darah tinggi, hipertensi, bahkan stroke dan serangan jantung.

10. Kacang Hijau

Kacang Hijau palsu ditemukan di China pada tahun 2010. Kacang hijau palsu ini dibuat dari kacang kedelai dan kacang kapri dengan menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mewarnainya agar tampak seperti kacang hijau.

Bahan kimia yang digunakan bisa menyebabkan kanker. Kacang hijau palsu ini tidak akan melembut saat di rebus dan air rebusan berubah menjadi warna hijau yang tidak alami.


China memang terkenal sebagai negara industri dengan polusi udara dan pencemaran lingkungan yang parah. Sebab itu, kita harus benar-benar berhati-hati saat ingin mengkonsumsi makanan yang di ekspor dari negara asal Jackie Chan tersebut.

Sebagai tindak pencegahan, alangkah lebih baik jika Anda memilih produk makanan dari petani lokal di Indonesia. Selain lebih sehat dan terjamin, Anda juga mendukung petani lokal lebih maju dan berkembang.

id.theasianparent.com

 

https://www.nahimunkar.org/melihat-proses-pengawasan-kapal-tiongkok-yang-masuk-ke-perairan-kabupaten-paser-wilayah-calon-ibu-kota-baru/

(nahimunkar.org)

 

 

 


 

(Dibaca 728 kali, 1 untuk hari ini)