Jokowi Dimiripkan Khalifah Umar, ‘Raja Antek Penjajah Amangkurat 1 Pembantai Ribuan Ulama’ Dijuluki Sunan Tegal Wangi, ‘Lia Eden yang Mau Hapus Islam’ Disamakan dengan Nabi

Silakan simak sampai tuntas.

 

***

 

Mirip Khalifah Umar

 


 

Tak bisa dipungkiri, Khulafaur Rasyidin telah menjadi legenda tentang kesempurnaan suatu kepemimpinan.

 

Kesederhanaan, kepedulian, tanggung jawab, serta semangat jihad dalam membela agama dan rakyatnya telah menjadi inspirasi sepanjang masa.

 

Tak heran jika para Khalifah itu kemudian menjadi standar ideal seorang pemimpin.

 

Maka wajar jika ada saja seorang pemimpin mangaku bahwa mirip Abu Bakar atau Umar.

 

Meski faktany sering kali menunjukkan sebaliknya.

 

Kesempurnaan kepemimpinan Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali sejatinya bukan semata persoalan kesempurnaan pribadi beliau berempat.

 

Tetapi yang utama adalah karena mereka mewarisi kesempurnaan sistem dan hukum dari Rasulullah SAW, yaitu Islam.

 

Tanpa Rasulullah dan Islam, maka Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali bukan siapa-siapa.

 

Rasulullah SAW telah bersabda, bahwa sepeninggal beliau kelak akan ada Khilafah Rasyidah ‘Ala Minhajin Nubuwah, yang artinya Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian.

 

Ketika mensabdakan itu, Rasulullah tidak menyebutkan nama personal. Tetapi mensabdakan sistem negara yang mereka pimpin, yaitu Khilafah.

 

Hal ini menunjukkan bahwa kesempurnaan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin bukanlah kesempurnaan pribadi manusia, tetapi kesempurnaan Islam yang Allah anugerahkan pada hambaNya.

 

Kabar terbaiknya adalah, bahwa Khilafah Rasyidah itu tidak hanya hadir di masa Sahabat.

 

Khilafah sesuai manhaj kenabian itu akan hadir kembali di generasi akhir masa.

 

Sungguh sebuah janji indah dari Dzat yang tak pernah sekalipun mengingkari janji.

 

Atas janji itu, manusia hanya ditugaskan untuk berikhtiar menjemputnya.

 

Sedangkan orang-orang yang menghalangi tegak kembalinya Khilafah Rasyidah akhir masa, akan mendapatkan kerugian akhirat dan dunia.

 

Pengakuan mirip Khalifah oleh orang yang memusuhi sistem Khilafah sungguh sebuah paradox yang Allah hadirkan untuk menunjukkan kebodohan mereka para penentang jalanNya.

 

Penulis: M. Rizal Fadillah

 

[portal-islam.id] Selasa, 05 Mei 2020 Berita Nasional, Catatan

 

***


Jokowi Dimiripkan dengan Umar bin Khattab


Twitter @TanYoana
Screenshot cuitan Aline Yoana Tan terkait Jokowi.

 

JAKARTA, – Aline Yoana Tan, wanita cantik warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa kembali memberikan komentar pedas di akun twitter nya.

Kali ini wanita yang dikenal berani dalam memberikan cuitan itu menanggapi pernyataan politisi PDIP yang menyamakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab. Sebelumnya Jokowi juga sempat disamakan dengan tokoh-tokoh lainya salahsatunya mantan Presiden BJ Habibie.

Ia pun mengingatkan saat Jokowi disamakan dengan Pinokio disalahsatu majalah, semua pendukung Jokowi marah.

“Mirip Umar Bin Khattab Sudah, Mirip Nabi Yusuf Sudah, Mirip Bj Habibie Juga Sudah; Begitu Jadi Sampul Majalah TEMPO, Mirip Sama Pinokio ‘: Penghuni Kolam Mendidih “W Langsung Sekolam Tidak Terima. Mau Ketawa Takut Di Kira Makar,” kata akun twitter @TanYoana itu. 

Sebelumnya aksi Presiden Joko Widodo blusukan malam hari di perkampungan di Sempur, Bogor, untuk memberikan bantuan langsung sembako kepada warga pada Ahad (26/4/2020), memicu kritikan.

Jokowi dinilai pencitraan karena urusan bagi sembako harusnya tak perlu presiden turun langsung. Lagi pula aksi itu bisa memicu kerumunan warga di tengah wabah corona.

Namun, politikus PDIP, Arteria Dahlan, menilai, dalam aksi blusukan Jokowi ada gaya khas kepemimpinan yang sudah lama melekat. Arteria lalu membandingkan Jokowi dengan kisah sahabat Nabi Muhammad, Umar bin Khattab.

“Kalau dalam perspektif keislaman, kita punya gaya kepemimpinan egaliter sebagaimana telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Tidak bermaksud menyamakan, tapi ada kemiripan-kemiripan dalam hal kepemimpinan mereka,” ucap Arteria

 
 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo

Editor : Irawan.H.P

 

netralnews.com, Senin, 04 Mei 2020 | 12:15 WIB

***

 

***

Belajar dari Sejarah.

Penjajah kafir belanda dan antek2nya yg anti Islam telah berhasil memutar balikkan fakta hingga diikuti bahkan jadi materi pelajaran sejarah untuk anak2 sekolah hingga kini. Yaitu Amangkurat 1 Raja Mataram di Jogja disebut sebagai Sunan Tegal Arum. Hingga terkesan sebagai raja yang begitu baik, karena julukannya saja Arum alias bau wangi. Padahal ia itu pembantai ribuan ulama karena mereka memprotes / tidak setuju tingkah sang raja yg pro penjajah kafir Belanda. (tipuan licik spt itu jangan sampai terjadi lagi, maka penulis2 yg obyektif dan adil hendaknya menulis ketika ada pemutar balikan fakta spt dalam sejarah itu. semoga disadari). https://www.nahimunkar.org/amangkurat-membantai-ribuan…/


NAHIMUNKAR.ORG

Amangkurat I Membantai Ribuan Ulama

 

***

Pernah Lia Eden disamakan dengan Nabi oleh pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal)

Pernah Lia Eden disamakan dengan Nabi oleh pentolan JIL. telah dilakukan oleh tokoh JIL ketika di Mahkamah Konstitusi ketika menginginkan Undang-Undang Penodaan Agama dicabut (yang akhirnya tuntutan JIL dan lainnya itu kalah, sedang UU Larangan Penodaan Agama tetap diberlakukan) beberapa waktu lalu. Pentolan JIL itu menyamakan Lia Eden pentolan sesat yang ingin menghapus Islam justru disamakan dengan Nabi Muhammad shallalhu ‘alaihi wa sallam, hanya karena awalnya sama-sama ditolak masyarakat. tokoh JIL itu berarti ibaratnya tidak mampu membedakan emas dengan kotoran manusia hanya karena sama-sama kuningnya. https://www.nahimunkar.org/bukti-bukti-rawannya…/


NAHIMUNKAR.ORG

Bukti-Bukti Rawannya Penyimpangan Aqidah, baik di Kalangan Tradisional…



(nahimunkar.org)

(Dibaca 586 kali, 1 untuk hari ini)