Poster di salah satu situs menyoroti Jokowi

.

 

Jokowi disebut kacung kaum kafir yang melayani buka jalur bagi kepemimpinan kafir di wilayah mayoritas Muslim. Makanya jadi idola kaum sesat sepilis (sekuler, pluralis agama, dan liberalis).

Bukti dari kerja Jokowi yang menyakiti Umat Islam dengan cara membuka jalur untuk mendudukkan pemimpin kafir di wilayah mayoritas Islam tergambar jelas:

  1. Rudy (orang kafir) yang kini jadi Wali Kota Solo Jawa Tengah.
  2. Ahok (orang kafir) Wakil Gubernur Jakarta.
  3. Susan (wanita kafir) lurah Lenteng Agung.

Semua itu disebut dalam situs yang bermarkas di Jabotabek pemuat poster ini sebagai berkat jalur Jokowi. Hingga Jokowi digambarkan siap jual aqidah.

Kenapa situs tersebut sampai memberikan gambaran seperti itu?

Apakah itu untuk sekadar menarik perhatian?

Tampaknya tidak demikian. Justru tampaknya adalah mengingatkan kepada Umat Islam tentang gejala yang perlu diwaspadai, karena menyangkut gempuran terhadap aqidah Umat Islam. Sedangkan dalam Islam sudah ada peringatan tegas dari Allah Ta’ala:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ} [آل عمران: 118]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS Ali ‘Imran: 118).

Ayat itu tegas menyatakan: mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.

Coba kita simak, betapa PDIP dengan Capres cawapres yang diusungnya yakni Jokowi-JK tampak jelas seperti yang ditegaskan ayat Al-Qur’an tersebut.

PDIP menginteli khatib dan penceramah di masjid-masjid. Masih pula akan menghapus perda-perda yang dinilai berbau syariat. Bahkan membela tempat pelacuran, menolak akan ditutupnya pusat pelacuran. Lebih dari itu PDIP senantiasa menolak undang-undang yang dinilai berbau Islam seperti UU Anti Pornografi, UU Pendidikan, UU Perbankan Syari’ah, UU Ekonomi Syariah, dan UU Jaminan Produk Halal.

Pengganjalan undang-undang yang dinilai berbau Islam itu bila dirujuk kepada ayat Al-Qur’an maka pelakunya hanyalah orang-orang yang pro kemunkaran dan anti kebaikan.

{ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ} [التوبة: 67، 68]

67. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (berlaku kikir). mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS At-Taubah/9 : 67-68).

Di samping PDIP telah memusuhi kepentingan Umat Islam seperti itu, masih pula ditambah dengan pukulan dari Jokowi terhadap Umat Islam berupa mendudukkan orang-orang kafir sebagai pemimpin di wilayah mayoritas Muslim.

Sementara itu JK (Jusuf Kalla) Cawapres PDIP yang dikesankan sebagai Islami, ternyata orang yang sudah berumur 72 tahun ini banyak pula menyakiti Umat Islam. Di antaranya justru menjadi pengganjal ketika akan dilarangnya aliran sesat Ahmadiyah. Ahmadiyah yang sudah difatwakan sesat, dan pengikutnya dihukumi murtad itu, ternyata dibela oleh JK/ Jusuf Kalla ketika jadi Wapres 2008. Ketika Depag, Kejagung, dan Polri akan mengumumkan dilarangnya Ahmadiyah, ternyata Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden menjegalnya. Caranya, JK menelepuni para pejabat terkait dan MUI yakni KH Ma’ruf Amin, agar tidak diadakan pelarangan Ahmadiyah.

Itulah jasa buruk JK terhadap Islam. Bahkan JK sama dengan telah menjadi pembela agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad, sekaligus menjadi berpihak kepada musuh Islam. Kalau di zaman khalifah Abu Bakar maka termasuk diperangi, karena telah memusuhi Islam dengan membela agama nabi palsu. Tingkah buruk JK yang kini diusung PDIP jadi cawapres itu termasuk perbuatan yang telah diancam neraka dalam hadits, bahkan ancamannya sangat keras yaitu gigi gerahamnya kelak lebih besar dibanding gunung Uhud di neraka.  Lihat artikel Cawapres JK Dibalik Aliran Sesat Ahmadiyah, LDII, dan Syiah – See more at: https://www.nahimunkar.org/cawapres-jk-dibalik-aliran-sesat-ahmadiyah-ldii-dan-syiah/#sthash.AmTvkQUg.dpuf

Cawapres Jusuf Kalla dan Ar-Rajjal Sang  Pembela Nabi Palsu

https://www.nahimunkar.org/cawapres-jusuf-kalla-dan-ar-rajjal-sang-pembela-nabi-palsu/).

Dalam hal PDIP akan menghapus perda syariat, ternyata JK berkata: « …perda syariat itu sendiri melanggar syariat,” ujar JK.

Itu menunjukkan bahwa JK (Jusuf Kalla) bukan hanya pembela aliran sesat Ahmadiyah, syiah, dan LDII, namun sekaligus anti Islam. Mana ada orang yang tidak anti Islam tega ngomong seperti itu. https://www.nahimunkar.org/cara-jk-menjilat-pdip-dan-menunjukkan-dirinya-juga-anti-islam/

Komplitlah sudah bahwa PDIP dengan Jokowi-JK tingkah mereka itu tidak lain adalah tingkah golongan yang telah disinyalir Al-Qur’an:  mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu, wahai Umat Islam sekalian.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.202 kali, 1 untuk hari ini)