.

PDIP tidak ada kejutan yang berarti, Jokowi Effect  juga tidak berasa,” kata Direktur Eksekutif Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (10/4).

Dosen Ilmu Politik Universitas Jayabaya ini menuturkan, perolehan suara PDIP sangat kecil dibanding target yang diharapkan dengan adanya pencalonan Jokowi sebagai calon presiden (capres). Hal tersebut menunjukkan bahwa Jokowi Effect tidak mempan dalam pemilu kali ini.

“Jokowi effect tidak terbukti sama sekali, dalam Pemilu kali ini,” kata Igor. (dil/jpnn) sumeks.co.id, Kamis, 10 April 2014 12:20

***

Jokowi bukan hanya dikritik karena dinilai tidak ada pengaruh untuk mendongkrak perolehan suara PDIP dalam Pemilu Legislatif 2014, namun kritik keras terhadap Jokowi serta tagihan janji yang diingkari pun ditulis orang secara terbuka. AM Fatwa jelas-jelas menagih janji kepada Jokowi kaitannya dengan pencapresannya yang dinilai ingkar janji.

“saya meyayangkan bahwa Gubernur Jokowi telah mengambil langkah politik berbeda dengan janji politiknya semasa kampanye (poin 8 dari 19 janji-janji Jokowi-Ahok) “Akan memimpin Jakarta selama lima tahun” (jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri 20/9/2012). Tulis AM Fatwa.

Inilah berita tentang surat labrakan terhadap Jokowi.

***

Ini Dia Surat Kritik AM Fatwa untuk Jokowi

Chandra Harimurti

 Mantan Ketua DPP PAN itu menyampaikan 3 hal ke Jokowi.

JAKARTA, – Anggota DPD AM Fatwa menagih janji kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dia protes lantaran Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden di pilpres 2014. Jokowi ingkar janji.

Lewat surat terbukanya, mantan Ketua DPP PAN itu menyampaikan 3 hal ke Jokowi. Berikut isi lengkap surat itu:

Kepada Yth
Gubernur Joko Widodo dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama
di
Jakarta

Assalamu’alaikum dan Salam Sejahtera

1. Bersama ini saya sampaikan dua buku “Mobil Murah dan Kemacetan Jakarta” serta “Bagaimana Mengatasi Banjir Jakarta”. Buku pertama merupakan hasil seminar dengan ucapan terima kasih atas sambutan saudara gubernur atas buku tersebut, setelah kurang lebih dua bulan saya menunggu sehingga penerbitannya menjadi terlambat. Namun materinta tentu tidak terlambat dan pasti bermanfaat.

2. Kedua buku tersebut akan saya edarkan ke seluruh Kementerian/Lembaga dan Unit-Unit Pemprov DKI serta kelurahan/RW, agar masyarakat memahami dan punya perspektif, serta harapan positif bahwa masalah kemacetan dan banjir, meski tidak bisa dihindari, tapi pasti bisa diatasi atau diminimalisir. Seperti diketahui, materi seminar dari buku tersebut merupakan tindak lanjut penggunaan hak bertanya 96 anggota DPD RI tentang Mobil Murah dan Kemacetan Jakarta Serta Keseimbangan Infrastruktur dan Moda Transportasi Nasional, yang diperdebatkan pada Sidang Paripurna DPD RI, 29-11-2013 atas jawaban Presiden RI

3.  Sejak kampanye tahap kedua Pilgub DKI 2012, saya memberikan dukungan konstruktif, meski disertai berbagai risiko kesalahpahaman publik terhadap saya. Namun dengan keyakinan dan perspektif serta penuh harapan, akan keberhasilan pasangan Jokowi-Ahok memimpin pembangunan Jakarta Baru yang diimpikan. Tiba-tiba saya merasa suasana hati yang sunyi, hampa, dan galau setelah adanya keputusan pencalon gubernur Jokowi menjadi capres. Secara moral dan etika demokrasi, tentu saya harus menghormati keputusan politik itu yang memang merupkan hak politik pribadi dan hak politik PDI Perjuangan. Namun secara tanggung jawab moral demokrasi dan asas kepatutan, saya meyayangkan bahwa Gubernur Jokowi telah mengambil langkah politik berbeda dengan janji politiknya semasa kampanye (poin 8 dari 19 janji-janji Jokowi-Ahok) “Akan memimpin Jakarta selama lima tahun” (jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri 20/9/2012). Maka dari itu, sebagai orang beragama, tentu kita menyerahkan hasil akhirnya kelak pada takdir Allah yang terbaik bagi rakyat, bangsa dan negara.

4. Akhirnya, dalam kesempatan saudara gubernur/wagub berkenan membaca kedua buku kecil ini, sudilah menyimak alinea terakhir dari kata penutup buku “Banjir Jakarta” yang saya tulis sebelum adanya keputusan politik pencapresan saudara gubernur. Betapa dengan segala harapan, kepercayaan, dan dukungan penuh saya akan keberhasilan saudara gubernur memimpin Jakarta; dan kalau sekian banyak surat yang berisi saran dan kritik membangun, termasuk sekian banyak sms yang saya kirim tak satupun yang dibalas -seperti juga saya dengan banyak keluhan serupa- kali ini, kalaupun tidak ditanggapi lagi, dengan kebesaran hati, saya lebih dulu memaklumi dan memaafkan.

Dr (HC) A.M. Fatwa
Anggota DPD RI/MPR RI

(Chm / Nvl) Jaringnews.com , Rabu, 19 Maret 2014 16:21 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.064 kali, 1 untuk hari ini)