Film ‘Jokowi Adalah Kita’ yang dirilis Kamis, 20 September 2014, mendadak dihentikan penayangannya. Hal ini mengundang ragam pertanyaan.

Sementara itu, menurut survei LSI, pamor Jokowi di mata masyarakat telah menurun drastis. Belum 100 hari kepemimpinannya kepuasaan terhadap pemerintahan Jokowi sudah berada di bawah 50 persen.

Sementara publik yang tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi pun cukup besar yaitu sebesar 43.82 persen dan sebesar 11.24 persen publik menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Bahkan kalangan ‘wong cilik’ yang merupakan konstituen utama untuk Jokowi-JK sebanyak 48,52 persen mengaku tidak puas dengan kinerja Jokowi pasca kenaikan harga BBM.

Kenyataan ini, kata LSI, mengindikasikan bahwa Jokowi mulai ditinggalkan pendukungnya sendiri pasca kenaikan harga BBM.

Maka hentikan mendesak masyarakat dengan fantasi-fantasi imajiner. Ketimbang menonton ke bioskop, rakyat kecil lebih menghemat uang untuk membeli kebutuhan pokok, yang harganya melejit setelah Jokowi menaikkan harga BBM.  [rn/Islampos]

***

 

Seru! Film ‘JOKOWI ADALAH KITA’ Jadi Bahan Tertawaan Di Media Sosial

Posted on November 22, 2014 by alexasinaga |

Jika dulu banyak rakyat yang menunggu film mengenai Jokowi, beda dengan saat ini. Banyak rakyat yang malah antipati dengan film yang berjudul ‘Jokowi Adalah Kita’. Paling tidak sikap antipati itu bisa terwakilkan melalui media sosial.

 

Film ‘Jokowi Adalah Kita’ yang dirilis Kamis, 20 September 2014, mendadak dihentikan penayangannya. Hal ini mengundang ragam pertanyaan.

Produser, KK Dheeraj mengatakan, film yang dilakonkan oleh Ben Joshua sebagai Jokowi dan disutradari Ronny Mepet ini dihentikan penayangannya karena situasi yang tidak memungkinkan.

Film yang sudah gencar dipromosikan sejak lama melalui berbagai media ini, baru dirilis satu hari sebelum akhirnya Jumat, 21 November 2014 dihentikan penayangannya secara serentak di seluruh cineplex grup 21.

Penghentian secara mendadak film ‘Jokowi Adalah Kita’ ditanggapi beragam oleh netizen. Umumnya, mereka menertawakan film yang dianggap sebagai film propaganda ini.

Membalas akun @maspiyungan yang menuliskan “Baru Sehari Tayang, Film ‘JOKOWI ADALAH KITA’ Tak Tayang Lagi”, akun @alva2omega menuliskan, “KITA? ELU AJA KELEEEUS” 😀

Meretweet akun @maspiyungan dan akun @jonru, akun @Zetrob menuliskan, “Subsidinya kecabut… :p”.

Komentar @Herry_Ambo juga tak kalah menarik, “Akan ganti judul jadi ‘JOKOWI ADALAH DUSTA’ “. (Baca, Jadi Penipu, Jokowi Belajar Sama Siapa Ya?)

Selain akun @maspiyungan, akun @jonru yang menuliskan “Jika film ‘JOKOWI ADALAH KITA’ digratiskan, maukah Anda menontonnya?”, juga mendapat tanggapan beragam dari netizen.

“Judulnya diganti JOKOWI MENIPU KITA, karena sesuai realita dan kondisi terkini”, tulis @defria19 mengomentari @jonru. (Baca, Cara Supaya Jokowi Jadi Orang Jujur)

@eef_heryanto menuliskan, “mungkin kelewat banyak adegan janji kampanye yang hari2 ini mulai dilanggar sendiri”.

Lain lagi dengan akun @chalenktea, ia menuliskan, “Ganti KITA nya dengan Boneka, pasti laku!”.

Melihat skeptisme publik, tepat kiranya bila film ini dicabut dari peredaran sebelum menjadi bahan tertawaan publik yang lebih luas lagi.(Piyunganonline/Silontong)

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.596 kali, 1 untuk hari ini)