Pemerintah harus memperhatikan beberapa syarat dalam menggunakan dana haji untuk investasi. (ilustrasi/aktual.com)


Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, pernyataan Presiden Joko Widodo yang berubah-ubah terkait ide penggunaan dana tabungan haji untuk infrastruktur menunjukan kondisi yang sedang galau.

Sebelumnya, terhadap wacana itu Jokowi berkilah bahwa ide itu hanya contoh saja. Namun, tidak berselang lama, Jokowi mengatakan bahwa dana tabungan haji dapat digunakan selama sesuai prinsip kehati-hatian.

“Saya kira itu pernyataan presiden yang sedang galau ya, karena mungkin ada reaksi dari masyarakat, terlebih soal dana haji itu jumlahnya sangat besar dan melibatkan ratusan ribuan orang,” kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (31/7).

“Sehingga mereka bisa memprotes ketika dana ini diinvestasikan untuk hal-hal yang tidak mereka inginkan.”

Dia juga mempertanyakan bila memang akan digunakan untuk proyek infrastruktur yang seperti apa? Bila masih ada kaitannya dengan penyelenggaraan haji maka tidak ada masalah.

“Kalau untuk infrastruktur, infrastruktur apa? Untuk infrastruktur haji maka masih relevan tetapi untuk infrastruktur bangun jalan yang tidak ada dampak ekonomi dan belum tentu hasilnya ini menurut saya sangat beresiko tinggi dan berbahaya,” ujar wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, ketika ditanyakan apakah ide penggunaan dana tabungan haji untuk pembangunan proyek infrastruktur atau membayar utang, ia mengaku belum tau.

“Ya itu kita belum tahu, apalagi kalau itu (buat bayar utang,red) harus kita tolak lebih-lebih lagi, Jadi saya kira penggunaan dana haji harus sesuai peruntukannya kalau untuk inveatasi ya harus relevan dan harus ditanyakan kepada pemilik dana karena ada akadnya.” [Novrizal Sikumbang]

By: Wisnu / aktual.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.616 kali, 1 untuk hari ini)