Contoh terburuk dalam hidup ini adalah contoh yang dilakukan seseorang dan dipertontonkan untuk orang banyak, padahal yang diperbuat merupakan sesuatu yang tidak diridhoi Allah.

Seperti orang mengaku dirinya muslim namun menghadiri perayaan kekafiran, misalnya natalan; sedangkan Allah tidak ridho kekafiran sebagaimana telah Allah firmankan:

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.”[Az-Zumar:7]

Berikut ini sorotan dan berita tentang kedatangan Jokowi di acara natalan.

***

Jumat, 19 Desember 2014

Soal Natal, FPI Anggap Presiden Jokowi Murtad

Jakarta – WARA – Ketua Dewan Syura Front Pembela Islam Misbachul Anam meminta Presiden Joko Widodo tidak mengucapkan selamat Natal. Sebab, kata Misbach, Jokowi murtad atau keluar dari Islam jika mengucapkan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan momen kelahiran Yesus Kristus tersebut.

“Haram hukumnya mengucapkan selamat Natal bagi orang Islam. Tak terkecuali bagi Presiden Jokowi,” kata Misbach kepada Tempo, Kamis, 18 Desember 2014.

Misbach mengatakan ucapan Natal membuat orang Islam murtad karena berarti mengakui eksistensi agama lain. Sebab, Natal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kelahiran Yesus Kristus. “Jadi, ketika ada orang Islam yang mengucapkan Natal, artinya mereka memberi selamat atas kelahiran Yesus,” ujarnya.

Dengan pengertian itu, menurut Misbach, perdebatan seputar ucapan selamat Natal memiliki dampak serius bagi keyakinan seorang muslim. “Padahal dalam Islam jelas Tuhan itu lam yalid wa lam yulad. Tuhan itu tidak dilahirkan dan tidak melahirkan,” katanya.

Misbach meminta prinsip akidah tersebut dihormati oleh pemeluk agama lain. Menurut dia, akidah tidak bisa dipermainkan dan seseorang atau instansi yang memaksakan pelanggaran akidah bisa dipidana. “Karena mereka memaksakan sesuatu terhadap norma keagamaan tertentu,” ucapnya.

(TEMPO.CO) wartanusantara2013

***

Jokowi Lebih Pilih Perayaan Natal Papua Daripada Hadiri Peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh

Islamedia.co –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan agenda kunjungan ke Nanggroe Aceh Darusalam untuk memimpin peringatan 10 tahun tsunami Aceh pada 26 Desember 2014.

Pada Senin, 22 Desember 2014, Gubernur Aceh Zaini Abdullah memastikan bahwa Jokowi akan hadir dalam acara peringatan 10 tahun Tsunami Aceh, namun kemudian berubah lagi pada Selasa 23 Desember 2014.

Perubahan rencana ini disebabkan karena Jokowi lebih cenderung memilih terbang ke Papua untuk menghadiri perayaan natal bersama warga kristen Jayapura Papua.

Sebagai pengganti Jokowi, wakil presiden Jusuf Kalla yang akan memimpin upacara 10 tahun tsunami Aceh, yang dipusatkan di Blang Padang, Banda Aceh. [islamedia/tempo]

***

Sisi Hitam Jokowi Saat Misa Natal

Kamis, 2 Januari 2014 06:38 WIB

Jakarta (www.lasdipo.com)-Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo beserta rombongannya mampir ke gereja Katedral dengan alasan mengecek pengamanan misa natal. Datangnya Jokowi menunjukkan sifat aslinya yang kini mulai menimbulkan konfrontasi atas haramnya mengucapkan selamat natal.

Hadirnya Jokowi di ‘tepuk tangani’ ratusan jemaat kristen. Orang termasyhur sejakarta ini menyapa orang-orang, menyalami mereka satu persatu bahkan Uskup Katedral, Ignatius Suharyo menyambut hangat kedatangannya.

”Inilah bapak gubernur kita, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo,” sambut Ignatius

Setelah sampai ke altar Jokowi berkata, “Selamat Natal bagi jemaat semua,”seperti lansir DetikNews.

Dalam kunjungan ini Jokowi turut didampingi Kapolda Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno, Pangdam Jaya Mayjen TNI Hudawi Lubis, Walikota Jakarta Pusat Saefullah dan sejumlah jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Setelah itu mereka langsung go to GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat.

Meski kedatangannya hanya sesaat dan dengan cepat berlalu meninggalkan lokasi, ucapan tersebut mendapat sambutan meriah dari para jemaat. Serentak mereka berteriak,”hore…!!!.”

Bahkan tahun sebelumnya, Jokowi memberikan ucapan selamat natal pada Ahok, partner sebangkunya. Ucapan selamat natal namun hanya bisikan dan secara sembunyi-sembunyi.

Berkaitan dengan hal ini Jokowi telah menabrak dua hal tabu :

Pertama, pemberian ucapan selamat natal. Ucapan seperti ini bisa menggerogoti akidah seseorang bahkan -Naudzubillahi Min Dzalik- merusak pondasi iman yang selama ini dibangun. Karena ini berkaitan dengan permasalahan Al-Wala’ Wal Baro’, hal yang sangat vital dan urgen dalam din Islam.

Bila ada yang berkilah, kenapa gak boleh mengucapkan selamat hari natal??? Itu kan hanya sekedar ucapan. Untuk membantahnya, ringkas saja.. kenapa orang kristen gak sekalian mengucapkan syahadat. Itu kan hanya sekedar ucapan. Rampung permasalahan.

Kedua, mengikuti kegiatan natal itu sendiri. Bisa dibilang Jokowi secara tidak langsung telah mengikuti ritual natal di gereja Jakarta karena ia berada ditengah-tengah kegiatan misa saat acara natal berlangsung.

Banyak sekali kitab-kitab yang membahas haramnya natal. Baik sekedar memberikan ucapan selamat natal lebih-lebih hadir dan mengikuti kegiatan natal tersebut.

Laa Ilaaha Illallah (tiada Rabb yang berhak di ibadahi kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala). [Shiddieq]

Rep: isa
Editor: Muhammad Ishaq

***

AMPTI : Kami Tidak Akan Terlibat dalam Perayaan Natal Nasional dengan Jokowi di Papua

Penulis : Ernest Pugiye on December 27, 2014 at 00:48:19 WP

Editor : Victor Mambor

Ketua Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah se-Indonesia (AMPTI) Andreas Gobay mengatakan pemuda, pelajar dan mahasiswa Papua bersama rakyat Papua tidak akan pernah terlibat dalam perayaan Natal Nasional bersama Presiden Jokowi Widodo pada Sabtu 27/12/2014 di Mandala besok. Hal ini disampaikan Gabay menanggapi kedatangan Presiden Jokowi, Jumat (26/12) di Waena Abepura.

“Mengingat orang Papua berada dalam zona duka kemanusiaan, banyak saudara-saudari kami ditembak mati oleh TNI/Polri di Papua, kami menolak kedatangan Presiden Jokowi Widodo untuk merayakan Natal bersama rakyat Papua. Jokowi datang di Papua itu hanya untuk memperparah peristiwa duka yang sedang dialami oleh kami,” ujar Gobay.

Lanjut Gobay, jika ada niat baik untuk menghibur duka cita orang Papua, Jokowi sebaiknya diam saja di Jakarta. Jokowi harus cukupi dengan menerima natal yang sudah dibuat di Jakarta.

Sebelumnya, Erna Mause dari Tokoh perempuan Papua menolak kedatang Jokowi untuk Natal Nasional di Papua karena mengingat orang Papua masih dalam keadaan duka. “Presiden Jokowi Widodo tidak usah datang ke Papua karena kami sedang duka,” katanya.

Di samping itu, Pdt, Socrates Sofyan Yoman dan Pdt. Beny Giyai telah menolak tegas kedatangan Jokowi  untuk merayakan natal bersama rakyat Papua. Kedua pemimpin Gereja ini beranggapan kedatangan Jokowi sudah mengandung unsur politik. Tentunya, ini membuat konflik Papua jadi tambah parah. Rakyat tidak akan mengalami damai jika makna natal diwarnai dengan memakan biaya 30-an miliaran untuk kegiatan  senang-senang, berpesta pora di atas tangisan dan kedukaan besar orang Papua. (Ernest Gobay) http://tabloidjubi.com

***

Ketika Allah tidak ridho maka kerelaan manusia sejagat pun tidak ada nilainya apa-apa. Apalagi dalam kasus ini, ketidak relaan itu ternyata bukan hanya diekspresikan oleh orang Muslim, namun bahkan kaum Nasrani sendiri pun mengekspresikan sengitnya.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 17.021 kali, 1 untuk hari ini)