.

.

  • Cukup Prabowo Saja yang Dibohongi, Jangan Rakyat!
  • Kebijakan Jokowi Produk Gagal
  • “Dalam berpolitik itu etika harus dijunjung tinggi, kejujuran dan komitmen itu sangat penting. Bagaimana berjanji dengan rakyat, bila dengan satu partai saja perjanjian itu dilanggar,” kata politikus Gerindra Arif Poyuono, kepada okezone, Kamis (2032014).
    “Berjanji dengan Prabowo saja dilanggar apalagi dengan wong cilik,” imbuh Arief.
  • “…sikap Jokowi, sama saja seperti “kutu loncat”. Artinya saat ada peluang, maka Jokowi akan meninggalkan janjinya. “Saya belum melihat adanya prestasi Jokowi di Jakarta, sebab selama ini banjir dan kemacetan masih menjadi momok buat warga Jakarta.”

Inilah beritanya.

***

 

Jokowi Dinilai Tidak Amanah

Sabtu, 22 Maret 2014 – 13:01 wib | K. Yudha Wirakusuma – Okezone

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah mendeklasikan dirinya untuk bertarung pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 mendatang. Hal tersebut dinilai melukai masyarakat Jakarta, sebab Jokowi belum menyelesaikan masa jabatan lima tahunnya sebagai orang nomor satu di Jakarta.

“Jokowi tidak amanah, karena janji Jokowi yang diucapkan selama kampanye dan penyampaian visi dan misi di DPRD Jakarta, yang salah satu poinnya akan memimpin Jakarta selama lima tahun dia khianati,” kata Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (22/3/2014).

Lebih lanjut Hari mengatakan sikap Jokowi, sama saja seperti “kutu loncat”. Artinya saat ada peluang, maka Jokowi akan meninggalkan janjinya. “Saya belum melihat adanya prestasi Jokowi di Jakarta, sebab selama ini banjir dan kemacetan masih menjadi momok buat warga Jakarta,” terangnya.

Untuk saat ini langkah Jokowi yang berniat maju menjadi calon presiden dinilai sebagai langkah prematur. Jokowi belum memiliki pengalaman yang cukup. “Kita tahu Solo saat itu ditinggalkan Jokowi demi jabatan Gubernur DKI, sekarang sudah jadi Gubernur DKI, mau nyapres,” tukasnya. (ydh)

***

Kebijakan Jokowi Produk Gagal

Sabtu, 22 Maret 2014 – 10:49 wib | Tegar Arief Fadly – Okezone

JAKARTA – Mantan rival Joko Widodo (Jokowi) di Pilkada DKI Jakarta 2012, Didik J Rachbini, menyesalkan sikap kader PDI Perjuangan itu maju sebagai calon presiden (capres). Sebab, menurutnya, kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta sangat gagal.

“Jokowi nyapres harus didorong, tapi tetap harus dikritik. Jokowi jalankan hampir dua tahun ini tidak selesai, tidak berhasil,” kata Didik di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/3/2014).

Kegagalan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, yang paling mencolok adalah terkait penanganan masalah macet.

“Contoh, setiap 10 tahun mobil masuk Jakarta. Hampir dua kali lipat. Ini kan masalah, harus diantisipasi. Kebijakan tentang ini sudah gagal,” sambungnya.

Selain permasalahan macet, banjir juga belum bisa diselesaikan dengan baik. Padahal, sambung Didik, dua hal tersebut yang menjadi masalah Ibu Kota selama ini.

“Soal banjir, gubernur lama 2007 bisa bangun kanal banjir timur. Saya mengkritik kebijakan-kebijakannya. Kebijakan adalah suatu mesin politik. Saya tidak kritik sifatnya,” ujar Didik.
(crl)

***

Cukup Prabowo Saja yang Dibohongi, Jangan Rakyat!

Jum’at, 21 Maret 2014 – 06:03 wib | Stefanus Yugo Hindarto – Okezone

 

JAKARTA– Partai Gerindra kecewa dengan PDI Perjuangan, lantaran mengingkari perjanjian Batu Tulis tahun 2009. Partai besutan Prabowo Subianto itupun menyebut PDI perjuangan sebagai partai pembohong.

“Dalam berpolitik itu etika harus dijunjung tinggi, kejujuran dan komitmen itu sangat penting. Bagaimana berjanji dengan rakyat, bila dengan satu partai saja perjanjian itu dilanggar,” kata politikus Gerindra Arif Poyuono, kepada okezone, Kamis (2032014).
“Berjanji dengan Prabowo saja dilanggar apalagi dengan wong cilik,” imbuh Arief.

Perjanjian Batu Tulis antara PDI Perjuangan dengan Gerindra disepakati pada 2009. Dalam perjanjian itu disebutkan, PDI Perjuangan akan memberikan dukungannya terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2014. Namun, Kini, PDI Perjuangan justru mencalonkan Gubernur DKI Joko Widodo sebagai calon presidennya. “PDI Perjuangan tidak punya etika,” kata Arif.

Dikatakan Arif, Gerindra-lah yang telah menyelamatkan wajah Megawati Soekarnoputri pada 2009 lalu. Gerindra jugalah yang telah membesarkan Joko Widodo. “Gerindra telah menyelamatkan muka Megawati. Coba dulu tahun 2009, kalau Gerindra tidak berkoalisi dengan PDI Perjuangan, dia mau koalisi dengan siapa?. Dan Ingat perjanjian Batu Tulis itu perjanjian tertulis dan ada segelnya, dan mereka melanggarnya. Pembohong,” kata dia.

Arif menegaskan, cukup Prabowo saja yang dibohongi oleh PDI Perjuangan. “Jangan rakyat yang dibohongi, cukup Prabowo saja,” tutup dia. (ugo)

(nahimunkar.com)