• Selain di Jabar, Jokowi-JK juga Keok di Sumatera Barat

Dedengkot aliran sesat Syiah di Bandung Jalaluddin Rakhmat dan isterinya yang getol jadi timses Jokowi boleh jadi kecewa, walau pengumuman secara keseluruhan masih menunggu dari KPU 22 Juli mendatang. Tingginya keistiqomahan Umat Islam Jawa Barat dalam hal anti syiah boleh jadi di antaranya tersalurkan lewat pemilu yang hasilnya di Jabar seperti itu : yang didukung pentolan syiah jadi jeblok.

Tentang kekalahan Jokowi-JK di Jawa Barat dan Sumatera Barat, inilah beritanya.

***

Prabowo-Hatta Menang Telak di Jawa Barat, Selisih Suara 4,6 Juta

Jumat, 18/07/2014 23:38:14

Bandung (SI Online) – Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa benar-benar menang telak di Jawa Barat dalam Pilpres 2014. Pasangan nomor urut 1 itu meraih sebanyak 14.167.381 suara atau 59,78 persen. Prabowo-Hatta unggul di 22 kabupaten/kota.

Ini merupakan hasil rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pilpres 2014 tingkat Jawa Barat di Kantor KPU Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (18/7/2014).

Sementara itu, pasangan nomor dua Joko Widodo-Jusuf Kalla tertinggal jauh dengan selisih sekira 4,6 juta suara dari Prabowo-Hatta. Jokowi-JK hanya meraih 9.530.315 suara atau 40,22 persen. Jokowi-JK unggul hanya di di empat kabupaten/kota yaitu di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu.

Dari jumlah itu, diketahui total jumlah suara sah di Jawa Barat dalam pilpres kali ini mencapai 23.697.696 suara. Sementara yang datang ke TPS sebanyak 23.990.089 atau 70,93 persen dari jumlah DPT 33.821.378 suara.

Dalam pleno rekapitulasi, saksi dari kedua kubu capres-cawapres tidak ada yang protes berlebihan. Meski ada beberapa kekeluhan yang disampaikan kedua kubu, tapi mereka tidak mempermasalahkan hasil akhir.

Saksi Prabowo-Hatta, Otang Suparlan, mengungkapkan adanya penggunaan KK dan KTP yang begitu banyak dalam mencoblos, terutama di Bekasi. Bahkan, jumlahnya mencapai 650.000 orang.

Permasalahan itu diharapkan jadi pembelajaran berarti untuk perbaikan proses demokrasi ke depan. “Masalah DPT ini ke depan harus benar-benar clear,” ujar Otang.

Hal senada juga dikemukakan saksi Jokowi-JK, Bedi Budiman. “Saya merasakan kegelisahan yang sama dengan yang disampaikan Pak Otang,” ucapnya.

Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, mengapresiasi seluruh elemen terkait sehingga pelaksanaan pilpres bisa dituntaskan. Jawa Barat pun terbilang kondusif, termasuk di rapat pleno.

“Suasana ini sangat menggembirakan. Saksi 1 dan 2 berbeda, tapi bisa sama-sama tetap tersenyum,” tuturnya.

Yayat menambahkan, pilpres mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sehingga, masyarakat begitu proaktif datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya.

Bawaslu Jawa Barat juga menyatakan tidak ada permasalahan dalam persoalan angka raihan para capres-cawapres. Berdasarkan hasil yang diperoleh Bawaslu dan hasil rekapitulasi di KPU Jawa Barat, raihan suaranya sama.

Hasil rekapitulasi suara tingkat Jawa Barat ini, kata Yayat, akan dikirimkan ke KPU RI pada Sabtu (19/7/2014) besok dengan pengawalan ketat dari kepolisian dan TNI.

red: abu faza/dbs

***

Selain di Jabar, Jokowi-JK juga Keok di Sumatera Barat

Jumat, 18/07/2014 23:47:46

Padang (SI Online) –  Tidak hanya di Jawa Barat, perolehan suara calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa juga terbanyak di Sumatera Barat. Artinya, pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK mengalami kekalahan telak.

Prabowo-Hatta meraih 1.797.505 suara, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) hanya memperoleh 539.308 suara. Sementara suara tidak sah mencapai 17.514 lembar.

Rekapitulasi dan penetapan ini merupakan hasil rekap dari KPU 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat dilakukan di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/7/2014).

Pada rapat pleno tersebut jumlah pemilih yang ikut memilih seluruh Sumatera Barat sebanyak 2.354.327 dari total 3.693.822 orang.

Pasangan Prabowo-Hatta memenangkan pemilihan di 18 kota/kabupaten. Sementara Jokowi-JK menang hanya di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Di Kabupaten Solok, Prabowo-Hatta memperoleh 141.142 suara, sedangkan Jokowi-JK 23.831 suara. Surat suara tidak sah 1.520 lembar.

Di Kota Pariaman, pasangan Prabowo-Hatta meraup 33.979 suara, pasangan Jokowi-JK hanya 6.670 suara. Jumlah surat suara tidak sah 204 lembar.

Sementara pengguna hak pilih 40.852 jiwa, dari data pemilih seluruhnya di kota tersebut 62.417 orang.

Kabupaten Limapuluh Kota, kembali pasangan nomor urut 1, Prabowo-Hatta meraup 137.083 suara. Sementara untuk pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK hanya memperoleh 34.699 suara.

Suara tidak sah 1.728, pemilih yang menggunakan hak pilihnya 173.510 orang.

Di Kotamadya Bukittinggi, pasangan Prabowo-Hatta meraup suara sebanyak 40.392, sementara pasangan Jokowi-Hatta mengumpulkan suara 9.432 suara.

Sementara suara tidak sah 353, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya 50.179 orang.

Di Kota Sawahlunto, pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta meraih suara pada Pilpres 9 Juli lalu itu sebanyak 23.474 orang.

Sementara pasangan Jokowi-JK hanya mampu mengumpulkan 6.666 suara. Sebanyak 167 surat suara tidak sah. Sementara jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya 30.307 jiwa, total pemilih di Kota ini 45.247 jiwa.

Kabupaten Pesisir Selatan, Prabowo Hatta memperoleh 147.150 suara. Sementara Jokowi-JK meraup 58.374 orang, jumlah suara tidak sah 1.364 lembar.

Pada pilpres tahun ini warga yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 206.888 orang.

Di Kabupaten Pasaman, Prabowo-Hatta meraih  94.242 suara, Jokowi-JK meraih sebanyak 26.644 suara.

Untuk Kabupaten Tanah Datar, Prabowo-Hatta meraup 127.433 suara sedangkan Jokowi-JK memperoleh kepercayaan 40.187 suara.

Sementara itu di Kota Payakumbuh,Prabowo-Hatta meraup 47.131 suara, Jokowi-JK mengumpulkan 11.750 suara.

Untuk Kabupaten Agam, Prabowo-Hatta memperoleh 175.914 suara dan Jokowi-JK meraup 38.393 suara yang tidak sah sebanyak 1.896 suara.

Di Kota Padangpanjang, Prabowo-Hatta juga menang dengan perolehan suara 18.947 suara. Sementara Jokowi-JK memperoleh 4.402 suara.

Prabowo-Hatta juga unggul di Kabupaten Dharmasraya dengan perolehan suara 70.141 suara.  Sementara Jokowi-JK mengumpulkan 36.737 suara.

Pasangan tersebut juga menang di Kabupaten Padangpariaman dengan 140.938 suara. Sementara pasangan Jokowi-JK sebanyak 37.355 suara.

Begitu juga di Kabupaten Pasaman Barat. Prabowo-Hatta memperoleh unggul dengan 129.400 suara. Sedangkan Jokowi-JK 42.560 suara.

Di Kabupaten Solok Selatan Prabowo-Hatta juga menang dengan perolehan 56.065 suara. Sementara Jokowi-JK meraih suara 17.103 suara.

Kabupaten Sijunjung juga memenangkan Prabowo-Hatta dengan perolehan 74.503 suara. Sementara Jokowi-JK mengumpulkan 24.296 suara.

Di Kota Solok, Prabowo-Hatta  menang dengan perolehan 25.649 suara. Pasangan Jokowi-JK hanya 5.070 suara.

Prabowo-Hatta juga menang di Kota Padang dengan 304.850 suara. Sementara pasangan Jokowi-JK sebanyak 83.698 suara.

Pasangan Jokowi-JK hanya menang di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pasangan ini meraup 31.440 suara. Sementara pasangan Prabowo-Hatta hanya memperoleh  9.071 suara. Seperti diketahui di Kepulauan Mentawai saat ini penduduknya mayoritas beragama Kristen.

red: abu faza/dbs

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 2.146 kali, 1 untuk hari ini)