Usai menaikkan harga BBM, pemerintah Jokowi berencana mengimpor 500-2500 kapal dari Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan tol laut.

Seknas Fitra, Uchok Sky Khadafi mengatakan, Jokowi tak kapok dengan kasus impor busuk TransJakarta. “Jokowi nggak belajar dari kasus korupsi dan impor bus yang banyak masalah dari China. Dipastikan impor dari China itu nggak baik,” jelas Uchok.

Uchok pun mengatakan jika impor kapal dari Tiongkok itu dipastikan mematikan industri galangan kapal dalam negeri. “Kayaknya Jokowi terlalu mengistimewakan China. Ini akan menghancurkan pasar dalam negeri,” pungkasnya.  

Inilah beritanya.

***

 

 

Senin, 1 Desember 2014

Impor Kapal dari Tiongkok, Jokowi Terlalu Istimewakan China

FASTNEWS, Jakarta (1/12) – Satu lagi rencana pemerintahan Joko Widodo yang menuai kontroversi. Usai menaikkan harga BBM, pemerintah Jokowi berencana mengimpor 500-2500 kapal dari Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan tol laut.

Seknas Fitra, Uchok Sky Khadafi mengatakan, Jokowi tak kapok dengan kasus impor busuk TransJakarta. “Jokowi nggak belajar dari kasus korupsi dan impor bus yang banyak masalah dari China. Dipastikan impor dari China itu nggak baik,” jelas Uchok.

Uchok pun mengatakan jika impor kapal dari Tiongkok itu dipastikan mematikan industri galangan kapal dalam negeri. “Kayaknya Jokowi terlalu mengistimewakan China. Ini akan menghancurkan pasar dalam negeri,” pungkasnya.  

Rencana yang mendapat kecaman keras dari Direktur Utama PT. Industri Kapal Indonesia (IKI), Saiful A Bandung Bismono. Menurutnya karena langkah tersebut akan mematikan produksi kapal dalam negeri.

Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam bahwa rencana impor kapal tersebut sangat memprihatinkan dan meresahkan pelaku usaha galangan kapal nasional.

Menurutnya ada sekitar 250 galangan kapal, 100 diantara sudah menjadi anggota Iperindo, yang bisa terancam kolaps karena impor dari Tiongkok. Maklum jika terjadi impor secara besar-besaran dipastikan juga akan diikuti pembangunan galangan-galangan kapal asing di lepas pantai dalam negeri yang justru akan mematikan pengusaha galangan kapal dalam negeri.  (FN – 09)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 646 kali, 1 untuk hari ini)