.

  • Jokowi bukan hanya menabrak aturan, kepemimpinan era Jokowi kerap melimpahkan kesalahan kepada pihak lain atas persoalan di ibukota. Misalnya, Menpora yang dituding sebagai penyebab mangkraknya proyek MRT.
  • “Proyek MRT nggak jalan kok menyalahkan pemerintah pusat,” ucap Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio.

Minggu, 15/06/2014 – 19:22

JAKARTA, (PRLM).- Menjelang ulang tahun Jakarta ke-487, ibukota Indonesia ini dinilai tak banyak perubahan yang terjadi. Bahkan, menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio permasalahan Jakarta semakin kompleks.

“Ada perubahan, sedikit. Tambah macet. Ada banyak taman, sungai-sungai mulai dibeton, masih sama saja,” ujar Agus, di Jakarta Minggu (14/6/2014).

Selama ini, kata Agus, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kerap menabrak aturan. Itulah yang membuat persoalan di Jakarta tidak pernah selesai.

“Selalu nabrak-nabrak peraturan. Ingin Jakarta berubah, padahal ada aturan. Gebrakannya tidak sesuai aturan,” tuturnya.

Agus mencontohkan pengoperasian bus wisata Jakarta yang melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Perda itu menyebutkan, kendaraan operasional dan dinas Pemprov DKI Jakarta harus menggunakan bahan bakar gas. Kenyataannya, bus itu berbahan bakar solar.

“Lihat saja bus pariwisata yang nggak jelas rutenya, sedikit yang naik. Bahan bakarnya pakai solar, padahal seharusnya gas,” tuturnya.

Bukan hanya menabrak aturan, kepemimpinan era Jokowi kerap melimpahkan kesalahan kepada pihak lain atas persoalan di ibukota. Misalnya, Menpora yang dituding sebagai penyebab mangkraknya proyek MRT.

Izin membongkar Stadion Lebak Bulus yang akan dijadikan depo MRT belum dikeluarkan Kemenpora, karena Pemprov DKI Jakarta baru menyerahkan dokumen persyaratan terkait alih fungsi lahan tersebut.
“Proyek MRT nggak jalan kok menyalahkan pemerintah pusat,” ucap Agus.

Dia menambahkan, kebiasaan menabrak aturan juga ditunjukan Jokowi lewat ide politik anggaran yang dicetuskan saat debat pilpres. “Negara ada sistemnya. Kalau politik anggaran diterapkan, akan banyak pihak yang marah,” katanya. (Miradin Syahbana Rizky/A-89)

(nahimunkar.com)