• Untuk menilai seseorang, biasanya perlu melihat siapa saja temannya, pendukungnya, dan kelompoknya. Demikian pula untuk melihat Jokowi. Siapa para pendukungnya.
  • Di antara pendukung Jokowi dikabarkan ada preman mafia bandar judi, ada preman-preman berafiliasi pada eks PKI, dan ada Hoo Hap (Hoo Hap organisasi rahasia/bawah tanah komunis Cina Solo)   Hoo Hap = PMS = Perkumpulan Masyarakat Solo.

 

Di antara pendukung Jokowi ada Bimo pentolan PDIP yang diduga tersangkut korupsi bus China karatan. Bahkan menurut tulisan yang bersumber dariRonin 1956 dan dikutip vaislam.com, di antara pendukung Jokowi di Solo adalah preman mafia judi Pur Wisanggeni (Mafia Tua & Bandar Judi Solo).

Bahkan pendukung Jokowi ada kelompok Hoo Hap (Hoo Hap organisasi rahasia/bawah tanah komunis Cina Solo)   Hoo Hap = PMS = Perkumpulan Masyarakat Solo.

 Pendukung Jokowi – Rudyatmo (dalam pemilihan walikota Solo 2005) yang lainnya adalah Massa Genk preman Solo tengah & Solo timur, juga berafiliasi pada eks PKI. Kenyatnnya, Jokowi – Rudy hanya menang 36% di pilkada Solo thn 2005.

Itulah gambaran singkatnya. Untuk mengetahui duduk soalnya, silakan simak cuplikan berikut ini, berupa sebagian dari artikel di voaislam.com berjudulJokowi Akan Ditangkap, Megawati Terancam Dilengserkan Pendukung Jokowi – See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/06/21/31084/jokowi-akan-ditangkap-megawati-terancam-dilengserkan-pendukung/#sthash.TwbG4zTl.dpuf

Silakan menyimak.

***

Siapa Bimo Putranto?

Bimo Putranto siapa dia? Dia wakil ketua PDIP Jateng bersama-sama Jokowi. Anak Walikota Solo Slamet Suryanto. Bimo sponsor Jokowi. Ayah Bimo, Slamet Suryanto Walikota Solo jadi tersangka korupsi, mustahil jadi cawalkot Solo lagi, ketua PDIP Solo Rudyatmo ajukan diri.

Tapi Fransicus Xaverius Rudyatmo sadar diri. Dia sulit menang jika jadi calwalkot Solo karena dia katolik. Pasti kalah. PDIP Solo, Rudyatmo dan Slamet Suryanto sepakat : PDIP harus usung calon walikota alternatif. Seseorang yang bisa dijadikan boneka mereka.

Calon walikota solo alternatif harus Islam abangan. Islam KTP doank. Lebih bagus bila tak punya pengalaman, karena hanya untuk dipajang. Banyak calon bermunculan, pilihan jatuh pada Joko Widodo, yang ditemukan, dibawa dan dikenalkan oleh anak Slamet Suryanto, Bimo Putranto.

Bimo Putranto merekomendasi Jokowi. Walikota Suryanto dan Ketua PDIP Rudyatmo setuju, Tapi itu belum cukup, Jokowi harus dibawa ke Heru, pejabat BIN Jateng dan Seno Samodro (sekarang Bupati Boyolali), untuk minta restu mereka, Jokowi juga harus dapat restu preman & mafia tua Surakarta :   Pur Wisanggeni, bandar Judi “capjikia wisanggeni”  Dia bohir Rudi & Jokowi.

Setelah dukungan untuk Jokowi kuat, barulah Jokowi diduetkan bersama Rudyatmo, maju di Pilwalkot Solo tahun 2005 lalu. Menang 36% suara.

Jadi, pendukung Jokowi – Rudyatmo di Pilkada Solo :

1. Slamet Suryanto & anaknya Bimo Putranto

2. PDIP dari Faksi Katolik & Komunis

3. Heru Besar & Seno Samodro (sekarang : wakil Gubernur Jateng &. Bupati Boyolali)

4. Pur Wisanggeni (Mafia Tua & Bandar Judi Solo)

5. Jong Indonesia dan Pasoepati (Presiden/ketuanya Bimo Putranto)  Posoepati = Batalion desertir TNI / Batalion Panembahan Pasoepati

6. Hoo Hap (Hoo Hap organisasi rahasia/bawah tanah komunis Cina Solo)   Hoo Hap = PMS = Perkumpulan Masyarakat Solo

Pendukung Jokowi – Rudyatmo berikutnya adalah Massa Genk preman Solo tengah & Solo timur, juga berafiliasi pada eks PKI. Jokowi – Rudy hanya menang 36% di pilkada Solo thn 2005. Kenapa bisa menang 90% pada 2010? Apakah komunis Solo bangkit Kembali ?

Prestasi dan kinerja Jokowi – Rudy di Solo hanya rata-rata bahkan di bawah standar kota sejenis. Plus banyak korupsi.

Kok PKI bisa menang? 

Setelah 1 tahun lebih jadi Walikota Solo, Jokowi diplot naik jadi Gubernur DKI Jakarta dan menang lagi !  Kenapa?  Karena rakyat ditipu.

Setelah setahun lebih jadi Gubernur DKI, Jokowi diplot lagi jadi RI 1. Jadi capres, duet sama Jusuf Kalla.  Tapi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa Jokowi tak lebih dari jongos penipu & korupsi via Bus Trans Jakarta.

Ronin 1956 menyatakan keterlibatan Jokowi dalam korupsi Bus Trans Jakarta telak dan mutlak. Dia diselamatkan hanya karena sudah terlanjur jadi capres PDIP di pilpres 2014. Seusai pilpres 9 Juli 2014, Jokwoi ‘pasti’ jadi TERSANGKA korupsi, jadi terdakwa dan jadi NAPI.

Ronin 1956 menyatakan keterlibatan Jokowi dalam korupsi Bus Trans Jakarta telak dan mutlak

Kecuali, jika tiba-tiba REVOLUSI KIRI (KOMUNIS) terjadi. Ingat, komunis tidak pernah meraih kekuasaan tanpa jalan kekerasan.  Ketum PDIP Megawati sekarang mengalami kejadian persis ketika Bung Karno jadi presiden tahun 1964-1965. Terjepit dan terkepung.

Megawati kini terjepit, dia dikepung dan diancam dilengserkan oleh faksi komunis, parkindo, eks PKC China, & jendral-jendral binaan LB Moerdani. Megawati tidak suka Jokowi, bahkan benci setengah mati, tapi dia tersandera oleh satu rahasia yang belum bisa Ronin1946 buka.

Megawati terancam dilengserkan oleh Jokowi dan pendukungnya, rencana mau menaikan Pramono Anung yang sudah dipecat Megawati dan Puan Maharani karena langgar AD/ART. Kudeta terhadap Megawati dan trah soekarno di PDIP sudah direncanakan lama. Sejak 2006 lalu. Sistematis, masif, intensif, efektif. Mega terpojok.

Demikian cuplikan dari voailam.com Sabtu, 22 Sya’ban 1435 H / 21 Juni 2014 02:51 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 15.505 kali, 1 untuk hari ini)