Jokowi Pertimbangkan Perppu KPK Usai Bertemu Tokoh di Istana

 


Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan puluhan tokoh dan budayawan serta pimpinan ormas keagamaan di Jakarta. Pertemuan turut membahas kontroversi RKUHP. (Bisnis/Amanda Kusumawardhani)

 

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan mengkalkulasi saran dari puluhan tokoh nasional yang disampaikan dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) siang.

Salah satu yang diperbincangkan adalah perihal revisi UU KPK yang sudah disahkan dalam rapat paripurna DPR pada 17 September lalu. Jokowi mengatakan salah satu yang diusulkan para tokoh itu adalah agar dirinya selaku presiden agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu untuk membatalkan revisi UU KPK.

“Soal UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR, banyak sekali diberikan pada kita, utamanya masukan itu berupa penerbitan Perppu. Tentu akan kita hitung, setelah kita putuskan, akan kami sampaikan,”ujar Jokowi kepada wartawan usai pertemuan tersebut pada Kamis petang.

Wartawan mempertanyakan kembali ketegasan Jokowi perihal jawaban atas usulan para tokoh mengenai penerbitan Perppu itu, namun ia kembali pada jawaban yang pertama.

“Itu kan tadi sudah saya jawab akan kita pertimbangkan, terutama dari sisi politiknya,” kata Jokowi.

“Tadi sudah saya sampaikan secepat cepatnya, sesingkat singkatnya [akan diberi keputusan],” sambungnya lagi.

Mahfud MD selaku perwakilan para tokoh mengatakan pembicaraan mengenai UU KPK dengan Presiden Jokowi menghasilkan tiga opsi. Selain Perppu KPK, ada juga opsi legislatif review yang bisa dilakukan parlemen dan judicial review yang bisa ditempuh ke Mahkamah Konstitusi.

Mahfud mengatakan Perppu KPK merupakan opsi yang paling kuat. Menurutnya pembahasan Perppu tersebut bisa dilakukan sampai ada suasana yang baik membicarakan isi dan substansinya.

“Presiden juga sudah menampung, pada saatnya yang memutuskan istana,” ujar Mahfud.

Jokowi menggelar pertemuan dengan puluhan tokoh dan budayawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) siang. Sebelum itu, Jokowi lebih dahulu bertemu dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan.

Diketahui, gelombang demonstrasi yang digawangi kalangan mahasiswa terjadi di sejumlah kota di Indonesia pekan ini. Tuntutannya terutama adalah pembatalan perundangan yang dianggap diskriminatif dan merugikan masyarakat, seperti RKUHP dan revisi UU KPK.

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 16:38 WIB

 

***


Jokowi Undang Puluhan Tokoh Bahas Persoalan, Termasuk RKUHP

 

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan puluhan tokoh dan budayawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) siang.

Sebelum itu, Jokowi lebih dahulu bertemu dengan pimpinan oraganisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Jokowi menerima para pimpinan ormas keagamaan sekitar pukul 12.15 WIB, di Istana Merdeka. Jokowi turut didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Para petinggi ormas keagamaan yang hadir antara lain, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Suharyo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Henriette Tabita Lebang.

Kemudian, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Arief Harsono, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi Santoso Tanuwibowo, dan Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya.

Sementara itu, sejumlah tokoh di luar pimpinan ormas keagamaan yang terpantau telah datang antara lain Goenawan Mohamad, Butet Kartaradjasa, istri Nurcholish Madjid alias Cak Nur, Mochtar Pabottinggi, Franz Magnis Suseno.

Kemudian Sudamek, Erry Riana Hardjapamekas, Quraish Shihab, Christine Hakim, Mahfud MD, Arifin Panigoro, Jajang C. Noer, Emil Salim, Harry Tjan Silalahi, Azyumardi Azra, dan sejumlah tokoh lainnya.

Namun, belum diketahui apa yang akan dibahas antara Jokowi dengan para tokoh tersebut. Erry Riana mengatakan salah satu hal yang dibahas adalah persoalan rancangan undang-undang KUHP (RKUHP).

 

“Ya [membahas soal RKUHP], ikut rombongan Mas GM (Goenawan Mohamad),” kata Erry saat dikonfirmasi.

Diketahui, gelombang demonstrasi yang digawangi kalangan mahasiswa terjadi di sejumlah kota di Indonesia pekan ini. Tuntutannya terutama adalah pembatalan perundangan yang dianggap diskriminatif dan merugikan masyarakat, seperti RKUHP dan revisi UU KPK.

 

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 14:41 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 563 kali, 1 untuk hari ini)