Ilustrasi


Eramuslim.com – Pendukung cawapres Sandiaga Uno di Jambi dipastikan akan kecewa dengan sikap Bawaslu Provinsi Jambi. Pasalnya, Bawaslu Jambi meminta kegiatan cawapres Prabowo Subianto itu tidak menghadirkan banyak orang.

Pihak Bawaslu menilai kehadiran Sandiaga di Jambi yang bakal dihadiri ribuan pendukung tergolong kampanye, sementara saat ini belum masuk tahapan kampanye. Berdasarkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kegiatan dari Kepolisian, acara Sandiaga di Jambi akan dihadiri empat ribu orang.

Selain itu Bawaslu menilai, kegiatan yang akan dilaksanakan Sandiaga digelar di ruang terbuka, harusnya kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang tertutup seperti di gedung atau rumah.

Politisi Partai Demokrat Yan Harahap menyesalkan larangan Bawaslu itu. “Ampuum…. Sekalian aja larang Nyawapres,” tulis Yan di akun Twitter @YanHarahap mengomentari tulisan bertajuk “Bawaslu Minta Kegiatan Sandiaga Uno, tidak Diikuti Banyak Orang dan Diadakan di Ruang Tertutup”.

Senada dengan Yan, penulis kondang Zara Zettira juga menyesalkan larangan itu. “Masa harus membatasi animo masyarakat ya?” tulis Zara di akun @zarazettirazr.

“Yang bisa dilarang-larang eksplorasi kemampuan untuk mengakomodir dan lindungi yang nggak bisa. Gimana mo milih yang terbaik kalo potensi paslon ga bole ditunjukkan secara apa adanya. #berenangyuk,” tulis @zarazettirazr. @zarazettirazr menyertakan foto Sandiaga Uno yang sedang berenang.

Sindiran keras terkait larangan Bawaslu Jambi itu dilontarkan politisi senior Joko Edy Abdulrahman. Joko Edy membandingkan gaya Sandiaga saat di depan publik dengan gaya Capres petahana Joko Widodo.

“Sandiaga tak bertingkah aneh-aneh, tapi rame terus. Jokowi sibuk bertingkah aneh, tetap saja sepi. Potong rambut sepanjang yang saya tahu, di barbershop mesti tertutup, kini di tempat buka lebar beratap langit, berlantai bumi. Tetap saja tak booming. Malah cuci maki,” tulis Joko Edy di akun @jokoedy6.(kl/itoday)

Sumber : eramuslim.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 672 kali, 1 untuk hari ini)