Inilah beritanya

***

Pemerintah Zionis Israel Dukung Jokowi Jadi Presiden

Ahmad Jono

 

Pemerintah zionis Israel sangat berkepentingan terhadap Indonesia terutama saat pergantian puncuk pimpinan.

Media Israel Israelforeignaffairs.com yang dikutip Republika Online (Rabu, 16/4), rezim di negeri Zionis itu mengamati sepak terjang Jokowi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung langkah Jokowi yang mengedepankan pemerintah bersih serta menghargai kebhinekaan. Netanyahu sendiri berharap jika Jokowi menjadi presiden Indonesia dapat membawa perdamaian di Timur Tengah khususnya Isreal-Palestina.

Masih dalam laporan Republika, bergabungnya PDIP dengan NasDem itu bukan hal yang istimewa terlebih lagi di partai yang didirikan Surya Paloh itu terdapat Ferry Mursyidan Baldan yang mempunyai hubungan baik dengan zionis Israel.

Ferry sendiri pernah menghadiri acara kemerdekaan Israel di Singapura. Bisa jadi melalui NasDem, hubungan baik Jokowi dan Israel akan terjalin terutama saat mantan Wali Kota Solo itu menjadi Presiden Indonesia./kompasiana politik, 22 Apr 2014 | 10:51

***

Musdah Mulia: Demi HAM, Jokowi – JK Siap “Legalkan” Paham Komunis

Tim Sukses kemenangan Jokowi-JK, Musdah Mulia (Foto: Ist)

Kabar7, Jakarta – Capres dan Cawapres nomer urut dua, Jokowi-JK, siap cabut Tab MRPS No XXV/1966, tentang larangan paham komunisme, demi membangun Indonesia tanpa diskriminasi. Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Tim Sukses kemenangan Jokowi-JK, Musdah Mulia, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Megawati Insitute, di Menteng, Jakarta, Rabu (18/6/2014). “Ya pastilah (mencabut tab MPRS No XXV/1966 tentang larangan komunisme) akan kita lakukan, demi ngejamin perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM) kepada semua warga negara,” ucap Musdah kepada kabar7 di Menteng, Jakarta Pusat.

Musdah yang juga sebagai guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan, ini bukanlah persoalan paham yang dilarang oleh negara, tetapi ini soal melindungi warga negara secara merata. “Jadi kita tidak akan tebang pilih dan mendiskriminasi kepada seluruh warga negara dalam hal perlindungan HAM,” lanjutnya kembali. Namun Musdah juga meyakini kalau nantinya keputusan ini akan banyak pertentangan dan juga perdebatan yang terjadi. “Tapi ini memang harus dilakukan demi menghapus diskriminasi di negara ini, jadi tidak boleh ada diskriminasi nantinya, dan disini juga akan terlihat seorang pemimpin dimana berani mengambil keputusan yang berani,” tutupnya. (hdi/dno) http://kabar7.com, 18 Juni 2014

***

Na’udzubillah… Musdah Mulia Gembira Karena Jokowi Akan ‘Legalkan’ PKI ?

Tim Sukses Pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Musdah Mulia, mengungkapkan, jika memenangi Pilpres 2014, Jokowi-JK siap mencabut Tap MPRS XXV/1966 tentang larangan paham komunisme.

“Ya pastilah (mencabut Tap MPRS No XXV/1966) akan kita lakukan, demi ngejamin perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM) kepada semua warga negara,” ucap Musdah (18/06) seperti dikutip situs kabar7.

Direktur Eksekutif Megawati Institute itu menegaskan bahwa pencabutan Tap MPRS XXV/1966 bukan persoalan paham yang dilarang oleh negara, tetapi terkait upaya untuk melindungi warga negara secara merata.

“Tapi ini memang harus dilakukan demi menghapus diskriminasi di negara ini, jadi tidak boleh ada diskriminasi nantinya, dan di sini juga akan terlihat seorang pemimpin di mana berani mengambil keputusan yang berani,” tegas Musdah.

Belakangan, Musdah Mulia membantah berita soal Jokowi-JK akan melegalisasi PKI dengan mencabut Tap MPRS No. XXV/1966. Seperti ditulis situs ICRP, Musdah Mulia menekankan bahwa isu legalisasi komunisme adalah kebohongan besar, fitnah keji yang tidak bertanggungjawab. Musdah menjamin bahwa Jokowi-JK akan melaksanakan semua amanat konstitusi dengan konsisten dan bertanggungjawab.

Gagasan pencabutan Tap MPRS XXV/1966 sempat dilontarkan oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid. Namun, wacana itu mendapat tantangan keras dari umat Islam.

 Sumber: intelijen/ Suaranews24 Juni 2014

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 12.826 kali, 1 untuk hari ini)