Jokowi menjelang dilantik sebagai Presiden tidak hadir di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Ahad 19 Oktober 2014, walau sudah dijadwalkan untuk menghadiri acara doa dan dzikir yang dikordinir Nusron Wahid ketua umum GP Ansor alias Banser NU.
Nusron Wahid saat jadi koordinator itu sedang ramai dibicarakan orang karena lontarannya yang keterlaluan (dalam acara ILC di TV One membela Ahok cina kafir kitabi yang ditolak Umat Islam untuk jadi Gubernur DKI Jakarta karena ucapan-ucapannya kasar dan melarang sembelih hewan kurban di sekolah dasar maka didemo massa) hingga seolah Nusron dianggap sebagai “pemuja ayat konstitusi”.
Sebelumnya, Kamis lalu di Masjid Sunda Kelapa Jakarta itu Nusron Wahid dan Zuhairi Misrawi (dua-duanya kader NU yang dikenal nyeleneh pendapatnya soal Islam) mengadakan konferensi pers tentang acara yang di media sekuler disebut doa bersama lintas agama yang dikordinir Nusron Wahid. Dijelaskan, Jokowi akan hadir, pertama akan menghadiri doa kaum Hindu di Pura Tanah Abang Jakarta, kemudian Jokowi akan ke Masjid Sunda Kelapa yang ada penceramahnya Quraish Shihab, dan terakhir Jokowi akan ke Gereja Katedral tempat orang Katolik berdoa.
Hari Ahad pagi (sebelum acara itu berlangsung) muncul artikel di internet mengkritik acara yang akan berlangsung itu dengan judul yang mencolok: Nusron Wahid “Pemuja Ayat Konstitusi” Kordinir

***

Doa untuk Jokowi Makbul Ga’ Ya?

0617023nusron-wahid780x390

By nahimunkar.com on 19 October 2014

Ketika Islam melarang ikut ibadah selain Islam (dalam ayat lakum diinukum waliyadiin), lalu seseorang justru datang, bahkan meyakini, bahkan mencontohi dengan misi yang dibawanya, maka itulah perbuatan yang termasuk mengubah agama Allah. https://www.nahimunkar.org/nusron-wahid-pemuja-ayat-konstitusi-kordinir-doa-untuk-jokowi-makbul-ga-ya/
Qadarullah, ternyata Jokowi tidak menghadiri ke tiga-tiganya acara yang dijadwalkan tersebut. Hanya Jusuf Kalla yang hadir di Masjid Sunda Kelapa, yang sejak semula JK tidak ada keterangan untuk hadir selain ke Masjid itu.
Inilah berita-berita ketidak hadiran Jokowi ke tiga acara yang dimaksud.
***

Jokowi Batal Dzikir di Sunda Kelapa, Jamaah Kecewa

Sunday, Oct 19 2014 Written by Nelvy

JAKARTA – Satu per satu jamaah mulai meninggalkan Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/10).
Hal itu mereka lakukan karena Presiden terpilih Joko Widodo tak kunjung datang. Sedianya, Jokowi dijadwalkan akan menghadiri Dzikir, Khatamul Quran dan Tasyakuran bersama ribuan jamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa. Namun, sampai adzan tanda masuk Shalat Isya berkumandang, Jokowi belum juga hadir. Hanya Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) yang terlihat sudah hadir berkumpul bersama jamaah.
Terlihat pula Sekretaris Acara yang juga Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Quraisy Shihab dan tamu lainnya membaur bersama masyarakat.
Kami pulang saja, karena informasinya pak Jokowi tidak datang, kata Maimunah, seorang warga. Kalau ada Pak Jokowi kami tidak pulang, timpal Rini, ibu lainnya. Kendati demikian, terlihat pula masih banyak warga yang tak beranjak dari tempat duduknya.
Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla, menyatakan Jokowi tak hadir karena ada cara lain yang sama pentingnya di tempat berbeda. Saya ingin minta maaf Pak Jokowi karena acara yang sama pentingnya di tempat berbeda, kata JK saat memberikan sambutan. (boy/jpnn)

***

Setelah (Batal Hadir) di Masjid Sunda Kelapa, Jokowi Juga Tak Hadir di Katedral

Umat Katolik Katedral Jakarta

Liputan6.com, Jakarta – Usai tak hadir di acara zikir dan tasyakuran dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) juga tak hadir di Gereja Katedral.

Pengurus Gereja Katedral Susetyo Benni mengatakan, hampir 3.000 jemaat memenuhi ruangan gereja untuk menyambut kehadiran Jokowi. Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta yang akan dilantik sebagai Presiden RI itu tidak hadir.

“Ada sekitar 3.000 jemaat yang hadir. Tapi mereka langsung balik saat tak ada kehadiran Jokowi,” ujar Benni di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (19/10/2014) malam.

Berdasarkan jadwal yang diterima Liputan6.com, Jokowi seharusnya hadir di sana sekitar 10 menit untuk hadir demi memberikan sambutan usai para jemaat melakukan misa.

Seperti di Masjid Agung Sunda Kelapa, perasaan kecewa juga dilontarkan jemaat gereja ini. “Saya kecewa, ternyata ketemu presiden sama, susah juga,” ujar Anna, sesaat sebelum meninggalkan gereja.

Diketahui, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana, Jokowi langsung baik ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang masih digunakannya.

Kemungkinan besar, Jokowi tak bisa hadir karena Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang yang hadir untuk bertemu dengan Jokowi.

Credit: Rinaldo
liputan6.com, 19 Okt 2014 23:51

***

Jokowi tak Datang di Pura Tanah Abang, Ratusan Umat Hindu Pasrah

Barisan mahasiswa STAH DNJ (kanan) dan barisan umat (kiri) tengah mempersiapkan kedatangan presiden terpilih Jokowi, di Pura Agung Wira Satya Bhuana, di Jalan Kesehatan Raya Paspampres, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu, (19/10)

Barisan mahasiswa STAH DNJ (kanan) dan barisan umat (kiri) tengah mempersiapkan kedatangan presiden terpilih Jokowi, di Pura Agung Wira Satya Bhuana, di Jalan Kesehatan Raya Paspampres, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu, (19/10)

Presiden terpilih Joko Widodo batal hadir dalam acara doa bersama di Pura Agung Wira Satya Bhuana, di Jalan Kesehatan Raya Paspampres, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2014).

Meskipun Jokowi tidak hadir, namun umat Hindu tetap melaksanakan doa untuk mantan Presiden terpilih tersebut. “Untuk hari ini beliau (Jokowi) kita putuskan sementara direncanakan lain waktu. Apakah beliau ke sini juga belum jelas,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma pusat, S.N Suwisma.

Suwisma mengatakan, acara di pura tidak bisa dipaksakan untuk menunggu Jokowi hingga malam. Sebab, besok Jokowi masih harus melakukan upacara pelantikan dan parade kirab budaya yang membutuhkan banyak tenaga.

“Kalau kita paksakan jam 22.00 WIB atau 23.00 WIB, kasian beliau. Besok harus butuh fisik yang optimal,” ucap Suwisma.

Sementara itu, ratusan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DN) Jakarta yang turut hadir sejak siang hari merasa kecewa sebab menunggu terlalu lama padahal Jokowi tidak bisa hadir.

“Ahhh tau gini aku gak datang tadi, Pengennya salaman sama Pak Jokowi gagal dehh” cetus seorang mahasiswi dengan nada lesuh. (nv)

bijaks.net, 19 Oct 2014 10:17 PM

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.821 kali, 1 untuk hari ini)