Joserizal Jurnalis Pendiri MER-C Meninggal Dunia


Dr Joserizal Jurnalis

Jakarta HanTer – Pendiri sekaligus Pembina Komite Penyelamatan Darurat Medis (Medical Emergency Rescue Committee/MER-C) Dr Joserizal Jurnalis telah meninggal dunia pada hari ini pukul 00.38 WIB.

Humas MER-C Rima, mengatakan, jenazah akan disemayamkan di Pendopo Silaturahim Jl. Kalimanggis Raya No.90, Cibubur Bekasi (Komplek Radio Rasil?, red nm).

Jenazah selanjutnya akan dishalatkan setelah Dzuhur di Masjid Silaturahim dan akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Oni

harianterbit.com/
Senin, 20 Januari 2020 – 09:48 WIB

 

***

 

SYUBHAT JOSERIZAL MER-C: Catatan Fauzan Al Anshari

Terakhir Diperbaru 23 Jun 2013 22:12


SALAM-ONLINE: Saya mengenal Joserizal MER-C sejak MER-C berdiri dan sama-sama membela Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan korban kezaliman densus 88. Tetapi seiring berjalannya waktu utamanya sejak 2007 saya tidak pernah bertemu kecuali lewat SMS dan imel.

Namun perubahan signifikan terjadi saat revolusi Suriah meletus dan pengungsi meluas. Saya heran kenapa MER-C, sebagai lembaga medis & kemanusiaan yang selalu konsen pada korban pembantaian, baik di Poso, Ambon, sampai Irak, di Palestina bahkan bangun rumah sakit Indonesia yang saya juga ikut menggalamg dana sampai ke Sintang Kalbar, ternyata MER-C tidak turun ke Suriah yang korbannya lebih ganas dari tempat lainnya.

Maka saya pun mencoba kirim SMS menanyakan hal itu, tetapi saya sungguh kaget ketika saya menerangkan kesesatan Syiah Nushoiriyah Basyar Asad laknatullah, dia mulai membela mati-matian.

Bahkan ketika saya jelaskan bagaimana Hasan Nasrallah hizbullata laknatullah membantu Asad karena kesamaan akidah Syiah, Joserizal membantah habis dan membela Syiah, bahwa Syiah itu Muslim dan tidak sesat.

Saya pun mengirim imel fatwa Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah tentang sesatnya Syiah Nushoiriyah, tetapi dia justru membalas dengan imel yang berjudul “Statemen FPI tentang Wahabi dengan gaya bahasa Betawi” yang isinya na’udzubillahi mindzalik!

Sejak itulah saya berdebat cukup keras dengan Joserizal dan saya sarankan supaya dia mau ngaji tentang sesatnya Syiah kepada Ustadz Farid Okbah, tetapi dia menolak.

Belakangan saya mendapat info bahwa istrinya menjadi salah satu aktivis IJABI pimpinan Jalaluddin Rakhmat dedengkot syiah Indonesia dan Jose juga rutin mengisi materi di radio Rasil yang dikenal sebagai radio yang mempromosikan ajaran Syiah.

Akhirnya saya dan Joserizal tidak bisa lagi melanjutkan hubungan pertemanan karena tauhid menuntut saya harus menerapkan al-wala dan al-baro’ (QS a–Mumtahanah: 4).

Saya tidak mungkin bermesra-mesraan dengan Syiah dan para pembelanya di mana pun berada dan kapan pun karena soal akidah, bukan soal dunia. Kecuali suatu saat nanti Joserizal mau rujuk kembali kepada akidah Islam sesuai pemahaman para ulama salafus shalih, maka kita bisa berteman akrab lagi seperti dulu, insya Allah.(salam-online)

(Penulis: Direktur Lembaga Kajian Politik & Syariat Islam/LKPSI dan Pimpinan Ponpes Tahfidz Al-Qur’an Anshorulloh, Ciamis, Jabar)

https://www.salam-online.com/
23 Jun 2013 22:12

***

Ada Apa Ustadz Mudzakir Solo dan Jose Rizal Mer C Bersuara Miring Terhadap Pejuang Islam Sunni Suriah?

Posted on 13 Juni 2013

by Nahimunkar.com


     
 

Ketua MER-C, Joserizal Jurnalis/ foto jurnal.koranjuri.  Mudzakir/ foto tokohsurakarta

 
 

Berikut ini tanggapan terhadap kedua orang itu.

*** 

Tokoh Umat Islam Solo Tanggapi Pernyataan Ustadz Mudzakir Soal Suriah

KARANGANYAR (voa-islam.com) – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustadz Aris Munandar Al-Fattah, Lc. Menanggapi pernyataan ustadz Mudzakir yang tersebar di dunia maya, terkait sikapnya terhadap konflik di Suriah.

Namun sebelumnya, ustadz Aris Munandar membantah jika ustadz Mudzakir merupakan pengurus Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

“Ustadz Mudzakir tidak berada di Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Jadi kalau kemudian ada yang memberikan klaim bahwa dia berada di DSKS, saya selaku Sekjen DSKS tidak membenarkannya karena tidak ada di dalam struktur pengurus,” kata ustadz Aris Munandar kepada voa-islam.com, di masjid An-Nur, jl. Solo-Tawang Mangu, pada Ahad (2/6/2013).

Kemudian, menurut ustadz Aris sudah selayaknya kaum Muslimin membantu saudaranya di belahan bumi manapun yang tertindas, dalam hal ini baik Muslim Suriah maupun Rohingya.

“Terkait dengan komentarnya tentang Suriah, sebaiknya semua persoalan yang dihadapi oleh umat Islam itu tetap ditangani, tidak dipilih-pilih; mana Rohingya tapi Suriah tidak ditangani dan sebaliknya. Jadi keduanya harus ditangani oleh kaum Muslimin dengan berbagai bentuk penanganan yang disesuaikan dengan keadaan,” jelasnya.

Adanya kaum Muslimin yang begitu gencar menyuarakan pentingnya membantu Muslim Suriah, pada dasarnya ingin mengamalkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaiman termuat dalam hadits-hadits tentang keutamaan negeri Syam.

“Adapun teman-teman yang memprioritaskan membantu Muslim Suriah karena banyaknya hadits-hadits terkait pergolakan di negeri tersebut. Sehingga mereka ingin lebih menjalankan hadits-hadits Nabi yang mengisyaratkan tentang Syam

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا , اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا

 “Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.” (H.R. Bukhari),” ungkapnya.

Sementara itu, tudingan yang dilontarkan ustadz Mudzakir kalau kita kemudian membantu oposisi jadinya kita termakan oleh hasutan Amerika, maka hal itu tidak bisa dibenarkan. Pasalnya antara kaum Muslimin dan Amerika yang menunggangi pihak oposisi memiliki agenda yang berbeda. [Ahmed Widad] Rabu, 12 Jun 2013.

***

Nasehat Tulus Ustadz Aris Munandar kepada Joserizal Jurnalis

KARANGANYAR (voa-islam.com) – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustadz Aris Munandar Al Fattah, Lc memberikan nasehatnya yang tulus kepada Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, terkait pandangannya terhadap konflik di Suriah yang cenderung mendukung rezim tiran Syiah Nushairiyah, Bashar Al Assad.

Sebagai seorang teman yang pernah berjuang bersama dalam jihad membantu umat Islam saat konflik di Maluku maupun Poso, ustadz Aris meminta Joserizal bersikap inshaf(adil dan bijak).

“Nasehat saya yang pertama, sikap seorang Muslim itu harus berlaku inshaf berlaku adil, berlaku bijak dalam menyikapi berbagai hal. Apa pun keadaannya, baik karena konspirasi atau karena kejahatan Bashar Al Assad, jawabannya yang menjadi korban adalah umat Islam. Maka saya menyerukan kepada siapa pun untuk peduli kepada umat Islam di manapun mereka berada,” kata ustadz Aris Munandar kepada voa-islam.com, di masjid An-Nur, jl. Solo-Tawang Mangu, pada Ahad (2/6/2013).

“Kalau kita ini peduli terhadap umat Islam yang menjadi korban, baik di Gaza, Afghanistan, Irak bahkan di Poso dan di tempat-tempat lain, sudah semestinya kita memberikan perhatian terhadap saudara Muslim kita yang sedang menjadi korban keganasan Bashar Al Assad,” imbuhnya.

Soal adanya konspirasi musuh-musuh Islam yang menunggangi konflik di Suriah, ustadz Aris kembali menegaskan bahwa antara kaum Muslimin dan musuh-musuh Islam itu memiliki agenda berbeda. Terlepas dari hal itu, umat Islam yang menjadi korban pembantaian harus dibantu.

“Adapun kemungkinan adanya yang memanfaatkan hal ini sebagai bagian dari konspirasi kalangan musuh Islam, jawabannya sangat sederhana; mereka punya agenda, kaum Muslimin juga harus punya agenda. Apakah karena musuh Islam punya agenda konspirasi di Suriah, lalu umat Islam dibantai kita diam saja? Tentu tidak demikian. Berbuatlah semaksimal mungkin apa pun yang bisa mendorong bantuan ke sana,” ungkap Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut.

Selain itu, ia juga meminta agar Joserizal agar tidak terpengaruh pemikiran orang-orang di sekelilingnya, serta memperdalam ilmu agama, aqidah yang benar dari para ulama yang tsiqah.

“Nasehat saya yang kedua kepada Joserizal, hati-hati terhadap orang-orang di sekeliling antum karena bisa jadi antum terkooptasi aqidah dan keyakinan antum, terpengaruh dengan orang-orang di sekeliling antum. Padahal antum dulu pernah tampil sebagai sosok yang memiliki wawasan berjuang yang luar biasa.

Saran saya, antum harus belajar ilmu agama lebih serius; pelajari bahasa Arab, pelajari aqidah shahihah ahlussunnah wal jama’ah, pelajari pula ilmu agama dari para ulama dan ustadz yang tsiqah agar bisa membantu antum mempelajari permasalahan ini lebih jauh,” demikian nasehat beliau. [Ahmed Widad] Rabu, 12 Jun 2013

https://www.nahimunkar.org/ada-apa-ustadz-mudzakir-solo-dan-jose-rizal-mer-c-bersuara-miring-terhadap-pejuang-islam-sunni-suriah/

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 4.894 kali, 1 untuk hari ini)