Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI), Jumhur Hidayat. (Foto Antara)


Tangerang – Semangat nasionalisme kini makin digelorakan para elite nasional dalam beberapa hari terakhir ini. Setelah sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat sejarah perjuangan pribumi melawan kolonialisme penjajah, kini giliran tokoh buruh Mohammad Jumhur Hidayat yang menyerukan persatuan gerakan buruh untuk melawan kebijakan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dinilai sontoloyo.

“Pemerintah sekarang ini begitu mudah mendatangkan TKA dengan minimnya seleksi serius. Dalam logika bisnis tak menguntungkan karena dengan kualitas tenaga kerja lokal Indonesia yang sama jelas tersedia dan jauh lebih murah.” ujar Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI), Jumhur Hidayat saat pidato membuka Konferdalub KSPSI Provinsi Banten di Hotel Grand Soll Marina, Kota Tangerang, Rabu kemarin (18/10/2017).

Bahkan ditengarai, Kata Jumhur, TKA itu bukan semata-mata bekerja tapi bisa jadi terlatih sebagai mata-mata dan intelijen untuk masuk ke berbagai pelosok daerah, hutan dan pertambangan, yang dapat membahayakan kedaulatan Indonesia di masa depan.

“Secara bisnis, mendatangkan TKA padahal pekerja lokal mampu dan dengan biaya jauh lebih murah adalah perbuatan tolol. Yang boleh melakukan ketololan seperti ini, dalam tanda kutip, adalah negara. Karena untuk ekspansi dan infiltrasi sebuah negara bisa mengeluarkan uang berapapun demi kejayaannya.” Tegas Jumhur.

Oleh karena itu, Jumhur meminta KSPSI harus melawan kebijakan sontoloyo terkait TKA ini.

“Mudah-mudahan kebijakan sontoloyo ini bisa kita akhiri dengan kuatnya organisasi kita. Hidup buruh, hidup pekerja, hidup serikat!” Teriak Jumhur Hidayat.

(Hw/Berita360)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 329 kali, 1 untuk hari ini)