RMOL. M.Jumhur Hidayat serukan melawan kebijakan tenaga kerja asing (TKA). Kebijakan TKA sontoloyo,” kata Waketum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) itu pada Konferdalub KSPSI Banten di Hotel Grand Soll Marina, Tangerang, Rabu (18/10/2017).

Dalam kegiatan bertema “Silaturahmi dan Napak Tilas Pinisepuh Serikat Pekerja Provinsi Banten” itu, dia memaparkan situasi Indonesia yang semakin memburuk dengan indikator kemiskinan meningkat, ekonomi mandek, PHK, daya beli turun, pertumbuhan hanya 5%.

Penopang pertumbuhan ekonomi hampir 60% disokong belanja masyarakat. Sehingga bila daya beli rendah maka konsumsi lemah akhirnya pertumbuhan ekonomi menjadi turun. Banyak kebijakan pemerintah dinilai tidak sesuai harapan buruh.

Kebiasaan berdiskusi tentang pengupahan secara intensif antara buruh, pengusaha dan pemerintah, kini dipatok dari pusat dengan PP 78/2015 berdasarkan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional sehingga Dewan Pengupahan Daerah tidak berfungsi.

Pemerintah sekarang begitu mudah mendatangkan TKA. Bahkan ditenggarai, TKA itu bukan semata bekerja tapi bisa jadi terlatih sebagai mata-mata intelijen untuk masuk ke berbagai pelosok daerah, hutan dan pertambangan, yang dapat membahayakan kedaulatan  RI.

Oleh karena itu, KSPSI harus melawan kebijakan sontoloyo terkait  TKA. Mudah-mudahan kebijakan sontoloyo ini bisa kita akhiri dengan kuatnya organisasi buruh. Hidup buruh, hidup pekerja, hidup serikat,” pekik semangat Jumhur Hidayat.

Dalam Konferdalub KSPSI Banten yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari, hadir Kadisnaker Banten Tangerang, Dandim, Kapolresta Tangerang, Ketua Apindo Banten Ismail, Ketua DPD KSPSI dari tujuh kabupaten/ kota se-Banten, perwakilan berbagai serikat pekerja, FKPPI, sesepuh buruh Banten H. Yusuf Makatita, Ketua Panitia Dedi Sudrajat, Sekretaris Kusna, Ketua Panitia Pengarah Teguh Priyatno dan Sekretaris Nurkholis dan ratusan peserta lainnya.[rel/pakho]

Sumber : rmollampung.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 453 kali, 1 untuk hari ini)