Inilah beritanya.
***

Apakah Kabinet Kerja Presiden Jokowi Terlibat Pelanggaran HAM & Kasus Korupsi?

JAKARTA (Panjimas.com) – Setelah tertunda berkali-kali, akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Ahad 26 Oktober 2014 mengumumkan dan memperkenalkan nama menteri yang akan mengisi pos susunan kabinet yang diberi nama “Kabinet Kerja”.
Bertempat di taman belakang Istana Negara, Presiden Jokowi resmi mengumumkan nama-nama menteri dalam susunan kabinet pemerintahannya. Untuk mendukung kinerja pemerintahannya, ada 34 Kementerian dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dan dua orang wakil menteri yakni Wamen Luar Negeri (Wamenlu) dan Wamen Keuangan.
Pengumuman susunan kabinet dan pengenalan para menteri yang terbilang cukup lama sejak Jokowi-JK dilantik pada hari Senin 20 Oktober 2014 itu, atau 6 hari setelah Jokowi-JK dilantik jadi Presiden dan Wapres, Jokowi menghadirkan para menterinya yang seragam dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
Setelah susunan “Kabinet Kerja” Jokowi-JK resmi diumumkan pada Ahad (26/10/2014) sore kemarin, menteri-menteri kabinet Jokowi-JK akan langsung dilantik pada hari Senin (27/10/2014) besok sekitar pukul 11.00 WIB, serta langsung akan menggelar rapat kabinet perdana yang direncanakan pada pukul 14.00 WIB.
Berikut ini nama-nama menteri dalam “Kabinet Kerja” Jokowi-JK:
1. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Pratikno (Rektor UGM)
2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago (Ahli Kebijakan Publik dan Anggaran)
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo (Praktisi)
4. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto (Mantan KSAL)
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil (Ahli Ekonomi)
6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (Politisi PDI Perjuangan)
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan (Dirut PT KAI)
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti (Wirausahawati)
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya (Profesional)
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (Politisi PDI Perjuangan)
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi (Dubes RI di Belanda)
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu (Mantan KSAD)
14. Menteri Hukum dan Ham: Yasonna H. Laoly (Politisi PDI Perjuangan)
15. Menkominfo: Rudi Antara (Profesional)
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi (Politisi Nasdem)
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro (Ekonom)
18. Menteri BUMN: Rini M. Soemarno (mantan Ketua Tim Transisi/mantan menteri perindustrian)
19. Menteri Koperasi dan UMKM: Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin (Politisi Hanura)
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel (Profesional)
22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman (Praktisi)
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (Politisi)
24. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (Birokrat)
25. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya (Politisi Nasdem)
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan (Politisi Nasdem)
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin (Politisi PPP)
28. Menterni Kesehatan: Nila F Moeloek (Profesional)
29. Menteri Sosial: Khofifah Indra Parawansa (tokoh Muslimah NU)
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Yohanan Yambise
31. Menteri Budaya Dikdasmen: Anies Baswedan (mantan Tim Transisi)
32. Menristek dan Dikti: M. Nasir (Rektor Undip)
33. Menpora: Imam Nahrawi (Politisi)
34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar (Politisi PKB)
Sejak Jokowi-JK mengumumkan nama-nama menterinya pada Ahad sore, berbagai pihak langsung mengkritik susunan kabinet yang diumumkan oleh Jokowi. Sebab, dari sederetan nama yang diperkenalkan, ternyata masih ada nama-nama yang diduga kuat terjerat sejumlah kasus hukum dan pelanggaran HAM.
Salah satu contohnya adalah Rini Soemarno, Ryamizard Ryacudu dan Ferry Musyidan Baldan. Mantan Ketua Tim Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno diduga terlibat sejumlah kasus korupsi seperti kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan kasus korupsi lainnya.
Sedangkan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Ryamizard Ryacudu oleh Komnas HAM dan KontraS disebut pernah terlibat kasus pelanggaran HAM di Papua (tahun 2003) dan di Aceh (tahun 2004) saat ia menjabat sebagai perwira TNI. [GA/dbs]

Rini Soemarno Sosok Menteri Jokowi yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi

JAKARTA (Panjimas.com) – Ditemani Wapres Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya pada hari Ahad sore tanggal 26 Oktober 2014 mengumumkan dan memperkenalkan nama menteri yang akan mengisi pos susunan kabinet yang kemudian diberi nama “Kabinet Kerja” di halaman belakang Istana Negara.
Pengumuman susunan kabinet dan pengenalan para menteri yang terbilang cukup lama sejak Jokowi-JK dilantik pada hari Senin 20 Oktober 2014 itu, atau 6 hari setelah Jokowi-JK dilantik jadi Presiden dan Wapres, Jokowi menghadirkan para menterinya yang seragam dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
Sejumlah pihak langsung mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang memilih nama-nama menteri yang mempunyai rekam jejak “kotor”, khususnya dalam hal terlibat kasus korupsi. Salah satu contohnya adalah Mantan Ketua Tim Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno.
Rini Soemarno diduga terlibat sejumlah kasus korupsi seperti kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan sejumlah kasus korupsi lainnya.
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) di era Megawati Soekarno Putri itu bahkan juga pernah diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Rini waktu itu diperiksa Kejaksaan Tinggi terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik guna Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
Tak hanya kasus korupsi penerbitan SKL‎ BLBI dan penjualan aset pabrik RNI, Rini juga pernah diperiksa oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR terkait proses imbal dagang pesawat jet tempur Sukhoi, helikopter, dan peralatan militer Rusia.
Ditengarai kuat, dalam proses imbal dagang itu telah terjadi kerugian negara. Rini yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Internasional itu disebut oleh DPR melakukan pelanggaran UU Pertahanan dan UU APBN.
Ketua KPK, Abraham Samad sebelumnya mewanti-wanti Presiden Jokowi supaya tak memilih calon menteri yang telah mendapat tanda merah oleh pihaknya dan PPATK. Jika dipaksakan, Abraham menyebut umur sang menteri tidak akan bertahan lama. Selain itu, Abraham pun tak segan menyebut kabinet Jokowi kotor jika masih memaksakan nama yang mendapat tanda merah itu masuk dalam susunan kabinetnya. [GA/dbs]

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Jokowi-Jk Perokok Berat dan Bertato

JAKARTA (Panjimas.com) – Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ternyata memiliki kepribadian buruk.
Susi diketahui hanya lulusan SMP, selain itu wanita paruh baya tersebut merupakan perokok berat dan memiliki tato di kakinya.
Saat diwawancara wartawan, ia tak segan melepas sepatu hak tingginya dan merokok di kompleks Istana Kepresidenan, seusai pengenalan nama 34 menteri oleh Presiden Jokowi.
“Stop dong, biar aku bisa selesaikan rokok ini sampai habis,” ujar bos Susi Air tersebut kepada para wartawan, Minggu (26/10).
Wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini dikabarkan juga punya tato di kaki kanannya. Dari berbagai sumber, tato di betis Susi tersebut disebut bergambar burung phoenix.
Susi Pudjiastuti yang dilahirkan pada 15 Januari 1965 merupakan Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product (eksportir hasil-hasil perikanan) dan PT ASI Pudjiastuti Aviation (maskapai penerbangan Susi Air).
Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 32 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-06 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing.
Pada masa lalu, Susi yang hanya memiliki ijazah SMP itu terpaksa berhenti sekolah karena sakit keras dan mengawali profesinya sebagai pengepul ikan di Pangandaran hingga dapat mendirikan pabrik pengolahan ikan pada 1996.
Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.
Dengan didukung suaminya yang berkewarganegaraan Jerman, Christian von Strombeck, Susi pada 2004 memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 milyar menggunakan pinjaman bank, yang lama-lama dirintisnya menjadi maskapai penerbangan Susi Air. [AW/gtr]
(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.207 kali, 1 untuk hari ini)