(Iki opo maneh?)

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyebut Rohis culun dan radikal.
Culun itu dalam bahasa gaul bermakna tidak oke, tidak modis dan semacamnya. Kadang-kadang anak muda menyebutnya “cupu” alias “culun punya”. Sedang radikal itu bahasa yang kini sering dituduhkan oleh para pembenci Islam kepada siapa saja yang istiqomah lagi punya ghirah Islamiyah, tetapi dinilai negative dan ujung-ujungnya akan dituduh sebagai teroris.

Tuduhan Cak Imin (Ketua PKB Muhaimin Iskandar)  bahwa Rohis radikal patut dipertanyakan, atas dasar apa dia melontarkan kata-kata tersebut. Padahal seperti yang diketahui, beberapa hari terakhir malahan pendukung Gus Dur yang disebut Cak Imin kokoh dan pemberani itu yang melakukan tindakan meresahkan dengan memblokir jalan dan membakar bendera partai tertentu, setelah tokoh partai itu mengatakan sesuatu mengenai Gus Dur yang dianggap melecehkan. Pendukung Gus Dur yang marah tersebut notabene adalah kader NU.

Orang satu ini (Muhaimin Iskandar) tampaknya telah jadi sorotan oleh rekannya sendiri dalam hal ucapannya. Sehingga ucapannya dicatat orang:

“Dia (Muhaimin) sama sekali tidak demokratis dan bertipe yes man. Pernah dia mengatakan ‘Kalau langit itu kuning kata Gus Dur maka kuning pula kata saya’. Orang bermental seperti itu sangat membahayakan PKB kedepan,” papar Alwi. (Muchus Budi R. – detikNews Sabtu, 16/04/2005 23:37 WIB).

Itulah bentuk fanatic buta yang sangat dikecam dalam Islam, karena merupakan ashobiyah, fanatisme ala jahiliyah. Masa’ hanya karena fanatic kepada seseorang, sudah jelas langit itu biru, bila orang yang diikuti bilang kuning maka akan bilang kuning juga.

Rupanya sikap buruk dan tidak bermutu serta sangat dikecam Islam karena fanatic buta (ashobiyah tingkah jahiliyah) itu masih dibawa-bawa ketika Muhaimin Iskandar sekarang jadi pejabat.

Sehingga, dalam kenyataan dan baru saja masih jadi pembicaraan orang bahwa golongannya lah (NU)  yang sering berbuat anarkis dan bahkan baru saja terjadi pula, namun tanpa malu-malunya Muhaimin Iskandar melontarkan lafal radikal dan culun ditujukan kepada Rohis tanpa menunjukkan bukti-bukti yang nyata. Kalau tentang anarkisnya dan keterlaluannya kader NU sudah jelas nyata. Lihat saja berita di antaranya: Astaghfirullah… Mereka bikin Syariat baru demi bela Gus Dur  https://www.nahimunkar.org/18734/astaghfirullah-mereka-bikin-syariat-baru-demi-bela-gus-dur/. Itu bentuk anarkis yang terlalu pula, karena sudah menunggangi Islam demi fanatic buta mereka.

Keruan saja lontaran bernada tuduhan Muhaimin Iskandar terhadap Rohis itu kini jadi sorotan dalam berita-berita di media. Di antaranya inilah.

***

Ketua PKB Muhaimin Iskandar Sebut ROHIS Culun dan Radikal

PALEMBANG, muslimdaily.net – Rohani Islam (ROHIS) kembali jadi sindiran. Jika sebelumnya stasiun televisi Metro TV dalam salah satu tayangannya menyebut gerakan dakwah sekolah Rohis sebagai tempat perekrutan teroris, kali ini Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyebut Rohis culun dan radikal.

Hal ini dikatakan Muhaimin atau yang kadang dipanggil Cak Imin saat menghadiri Kongres Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Palembang Ahad 2/12.

Muhaimin Iskandar mengaku khawatir dengan kondisi pemuda saat ini, yang mungkin sudah melupakan Nahdlatul Ulama (NU).

“Siswa-siswi SMA kita kini tidak kenal NU, kenalnya Rohis, yang hasilnya radikal dan culun-culun itu. Oleh karena itu mari kita benahi pendidikan, modalnya adalah percaya diri. Kalau tidak percaya diri jangan pernah ngaku jadi anak buah KH. Hasyim Ashari dan Gus Dur yang kokoh dan berani,” kata Muhaimin saat ditemui di Kongres Pelajar NU, Asrama Haji Palembang, Ahad (2/12/2012) seperti dikutip Okezone.com.

Cak Imin menambahkan, kader NU yang ada di IPNU dan IPPNU harus aktif dan kritis dalam memajukan bangsa Indonesia. “Kita jangan menonton saja, kita harus merebut dan bisa mengelola bangsa ini. Semoga kader-kader NU jadi ujung tombak negara ini,” pungkasnya.

Kader NU Anarkis

Tuduhan Cak Imin bahwa Rohis radikal patut dipertanyakan, atas dasar apa dia melontarkan kata-kata tersebut. Padahal seperti yang diketahui, beberapa hari terakhir malahan pendukung Gus Dur yang disebut Cak Imin kokoh dan pemberani itu yang melakukan tindakan meresahkan dengan memblokir jalan dan membakar bendera partai tertentu, setelah tokoh partai itu mengatakan sesuatu mengenai Gus Dur yang dianggap melecehkan. Pendukung Gus Dur yang marah tersebut notabene adalah kader NU.

Seperti diberitakan merdeka.com dari Bandung, pendukung KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur mengancam akan mengepung kediaman rumah Sutan Bhatoegana, di Jakarta. Tindakan itu sebagai bentuk protes mereka terkait pernyataan politisi asal Demokrat itu yang menyatakan Gus Dur lengser karena tersandung korupsi.

“Jika dalam 2X24 jam ini tidak terlontar permohonan maaf dari mulut Sutan, maka kami pendukung yang mengatasnamakan Harokah Pemuda PKB Se Jawa Barat siap mengepung kediamannya di Jakarta, bahkan dengan massa yang lebih besar,” kata Ketua DPW Garda Bangsa Sidkon Djampi, di sela-sela aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/11). Diposting Selasa, 04-12-2012 | 19:50:20 WIB

***

Mereka yang marah dan yang bertengkar mengenai Gus Dur itu perlu menengok kembali masalah yang dipertengkarkan antara pembela Gus Dur dan SBY. Di antaranya dapat dibaca SBY dibilang begini, Gus Dur dibilang begitu… ternyata sama saja… https://www.nahimunkar.org/18846/sby-dibilang-begini-gus-dur-dibilang-begitu-ternyata-sama-saja/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.947 kali, 1 untuk hari ini)