Satpol PP saat gerebek pasangan mesum di hotel kawasan Kota Tangerang. (Bantenhits.com)


Mahasiswi dari Jakarta yang tertangkap berzina di Tangerang, ngoceh, ‘Mana saya tahu di sini dilarang, di Jakarta enggak’!

Inilah beritanya.

***

Diamankan Saat Mesum di Kota Tangerang, Mahasiswi: Mana Saya Tahu di Sini Dilarang, di Jakarta Enggak!

Tangerang – Eka Testarosa salah seorang mahasiswi, tertangkap basah oleh petugas Satpol PP Kota Tangerang tengah mesum di sebuah kamar hotel di Kota Tangerang.

Meski sudah ketahuan berbuat tidak terpuji, namun mahasiswi yang tinggal di Meruya, Jakarta Barat ini sama sekali tak menunjukkan rasa bersalahnya. Bahkan, secara terang-terangan ia mengaku telah melakukan tindakan asusila bersama Haikal yang merupakan pacarnya.

“Iya (saya berzina) memangnya kenapa? ini pacar saya kok,” ujar Eka kepada petugas.

Eka yang diamankan dalam operasi rutin tersebut mengaku tidak mengetahui di Kota Tangerang terdapat peraturan daerah yang melarang segala tindak asusila.

“Lah mana saya tau di sini dilarang, biasanya juga saya di jakarta enggak,” katanya dengan nada tinggi.

Sementara itu, A. Ghufron Falfeli Kepala bidang ketertiban umum dan ketentraman masayarakat pada menjelaskan, dalam operasi yang rutin digelarnya tersebut mendapati sebelas pasangan yang diduga mesum dibeberapa titik yang ada dikota Tangerang.

“Ini kita lakukan untuk menekan angka prostitusi dikota Tangerang karna kota tangerang adalah kota yang berahlakul kharimah,” jelasnya.

Ia menuturkan, kesebelas pasangan yang terjaring tersebut untuk selanjutnya dilakukan pendataan dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Surat tersebut wajib ditandatangani dan diketahui oleh ketua RT dan RW sesuai dengan domisili pasangan yang terjaring, sehingga nantinya diharapkan sanksi sosial yang kami berikan dapat menimbulkan efek jera,” ujarnya.

Masih menurut Ghufron, pasangan yang telah lebih dari sekali membuat pernyataan namun kembali terjaring nantinya akan diberikan sanksi hukuman yang lebih tegas yakni pembinaan lanjutan yang akan dilakukan pada dinas sosial.

“Jadi pasangan yang telah lebih dari sekali terjaring kami akan samakan dengan PSK yakni dengan mengirim mereka ke Pasar Rebo selama 3 bulan melalui dinas sosial,” tandasnya.(Rus)

By Maya Aulia A

Sumber : bantenhits.com

***

Zina Tersebar dan Dilakukan Secara Terang-Terangan

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا.

(لم تظهر الفاحشة في قوم قط حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الطاعون والأوجاع التي لم تكن قد مضت في أسلافهم الذين مضوا)

”Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih).

Bencana dan musibah ini menimpa manusia, maka jika mereka melakukan kemaksiatan ini maka akan datang musibah yang lain di belakang itu, yaitu musibah-musibah dan penyakit. Musibah ini adalah perbuatan keji (yaitu zina), apabila ia telah nampak di tengah-tengah manusia dan tersebar, maka mereka pantas mendapatkan wabah penyakit yang belum pernah terbesit dalam pikiran mereka dan sama sekali belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Maka mereka tidak malu lagi untuk berbuat kemaksiatan, mereka tidak peduli kalau aktivitas haram mereka dilihat orang, dan bahkan sebagian mereka bangga kalau telah melakukan hal tersebut. Kita lihat seorang laki-laki berjalan bersama wanita yang bukan mahramnya, di jalan-jalan, di pantai, mal-mal dan lain-lain. Mereka melakukan apa saja yang mereka suka dari berbagai macam perbuatan maksiat tanpa ada rasa bersalah, dan tidak ada satu pun yang mengingkari dan mencegah perbuatan mereka. Bahkan yang sangat disayangkan pemerintah di sebagian negeri-negeri Islam mendorong dan membuat undang-undang yang membolehkan zina. (Silakan simak beritanya: Baru Saja Umat Islam Indonesia Resah karena Zina dan Homosex Diputuskan MK Tak Bisa Dipidanakan, Gempa pun Menggoncang di Mana-mana).

Mereka melarang para pemuda untuk menikah dini, mereka memberikan persepsi yang buruk bagi pernikahan dini. Seolah-olah masalah rumah tangga yang ada adalah disebabkan oleh nikah dini, padahal kalau kita lihat orang-orang yang nikah di usia “matang” pun banyak yang mengalami permasalahan rumah tangga. Mereka lebih menganjurkan pacaran walaupun dalam waktu yang lama dari pada menikah. Padahal hal itu adalah salah satu sarana menuju perzinaan, dan juga penyebab tersebarnya penyakit kelamin yang menular. Dan penyakit-penyakit tersebut adalah bentukl teguran Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.

Dan hendaknya kita pun ikut andil dalam mencegah dan menanggulangi tersebarnya perzinaan dan sarana-sarananya, karena musibah-musibah yang ditimbulkan dari perbuatan zina juga bisa menimpa orang yang tidak melakukannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً [الأنفال:25]

”Dan takutlah kalilan pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kalian.” (QS. Al-Anfaal: 25)

Maka musibah tidak hanya menimpa pelaku-pelaku zina itu saja, namun ia akan menimpa semuanya, baik pelaku maupun bukan. Wallahu Musta’an

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.055 kali, 11 untuk hari ini)