Oleh: Fathi Nasrullah

 

Di kamp dekat Ma’rib, masyarakat menolak difoto sama sekali karena mengikuti pendapat Ulama Salafi yang mengharamkan foto secara mutlak.

 

Gambar makhluk hidup terlarang. Kamera adalah sarana menggambar yang dilarang oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

 

Alhamdulillah bantuan berhasil disalurkan. Dokumentasi diambil hati-hati tanpa ada manusia, menggambarkan lokasi secara umum untuk laporan kepada muhsinin.

 

“Orang Indonesia ini aneh, Kambing disembelih malah difoto dulu! Darah ngucur juga direkam”, keheranan terjadi di daerah dengan latar belakang Aswaja. Dimana para Ulamanya mengajarkan beramal harus ikhlas dan kalau bisa sembunyi-sembunyi.

 

Jalan lagi daerah kepala suku yang ga tahu manhajnya apa. Di sini kepala suku statusnya kayak presiden kecil. Negara pun gak mengintervensi kekuasaannya, dikasih kedaulatan sendiri lah.

 

Pas mau nyalurin bantuan untuk warga pengungsi, ada orang2 suku yang nenteng AK47 🤦🤣 termasuk bocil, ga jadi deh ambil fotonya. Takut diblacklist PBB, karena pasukan bocil itu 100% terlarang. Meski dalam budaya Yaman AK47 itu sama kayak ketapel, pemerintah melegalkan semua AK47.

 

Di sini masjid penuh jama’ah 5 waktu, ga cuma jum’atan atau teraweh. Mau Salafi, Ikhwani maupun Aswaja.

 

Para wanitanya bercadar dan berjilbab lebar. Tapi akhwat bebas pake celana kalo belum baligh.

 

Makanan dibuang di warung hampir ga ada. Sebab tiap nyisa, mamang warung dan pengunjung sendiri yang langsung panggil orang2 miskin dari luar buat masuk menikmati makanan sampai bersih.

 

Itulah sebagian keunikan masyarakat Yaman dengan hatinya selembut kapas.

 

Mumpung udah masuk 10 hari terakhir Ramadhan gais…. 

 

• BSI (ex BSM) 7777-333-121

• Mandiri 132-002-224-2789

• BNI 0834-192-954

• BRI 0598-01-000202-568

AN. Yayasan Little Project

 

Konfirmasi Transfer

– 081386300100

– Sudah termasuk biaya operasional

 

Jazakumullah Khairal Jaza.

portal-islam.id, Sabtu, 23 April 2022 CATATAN, KABAR UMAT

 

***

 

VIDEO – Ustadz Faiz Baraja: “Krisis di Yaman Lebih Parah daripada Krisis di Gaza”


Foto: Essa Ahmed/AFP via Getty Images

Yaman telah terperosok dalam perang sejak milisi syiah Houthi, yang didukung Iran, menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional di ibu kota Sanaa pada akhir 2014.

Perang berkepanjangan telah membuat jutaan orang mengungsi dan membawa negara itu ke ambang kelaparan massal.

Ustadz Faiz Baraja, relawan Sahabat Al-Aqsha, memaparkan bahwa krisis kemanusiaan di Yaman lebih parah daripada krisis yang terjadi di Palestina. Namun bukan berarti menganggap remeh apa yang terjadi di Palestina.

Ia tetap mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam donasi ke Palestina.

Berikut paparannya dalam video berjudul “Bantu Palestina atau Yaman? Ternyata Yaman Lebih Parah” di akun Youtube Faiz Baraja.

===========================================

Kawan-kawan, kita semua menyaksikan betapa bengis perlakuan orang Yahudi ‘Israel’ penjajah kepada saudara kita di Jalur Gaza, Palestina.

Perang 11 hari kemarin menjadi salah satu dari daftar panjang bukti kekejaman mereka semua.

253 korban jiwa, 1.900 luka-luka, 2000-an lebih bangunan dan rumah rusak dan hancur.

Tapi 11 hari perang di Gaza kemarin dapat menyita perhatian publik, bahkan dari kalangan non muslim sekalipun.

Semua kalangan berupaya menggalang dana, mulai dari artis-artis yang berhasil menghimpun miliaran rupiah via media sosial, hingga para aktivis yang berjuang mengumpulkan uang di masjid-masjid melalui kajian, hingga di lampu merah perempatan-perempatan.

Pun juga negeri-negeri Arab yang kaya raya, menggelontorkan dana triliunan untuk membantu rekonstruksi Gaza.

Namun… sayang sekali, di sebuah negeri yang malang bernama Yaman, sudah enam tahun berkecamuk perang tiada henti, bahkan hingga video ini dibuat.

Perang panjang yang menggoreskan luka lebih dalam; ribuan balita mati kelaparan, ribuan rumah hancur, ribuan orang terbunuh, ribuan lainnya dipenjara.

Bahkan mencetak rekor “krisis kemanusiaan paling buruk dalam 100 tahun terakhir”, versi PBB.

Namun perang panjang ini belum juga berhasil menyita perhatian publik.

Sorotan kamera berita makin jarang, kehebohan di media sosial tidak terjadi, galang dana pun sangat sedikit.

Pertanyaannya, “Anda mau bantu Yaman atau Palestina?”

Kawan-kawan, tahukah kalian, ini adalah pertanyaan yang keliru!

Ini seperti pertanyaan, kamu pilih tangan kanan atau tangan kiri?

Tentu keduanya milik kita semua, harus dijaga baik-baik.

Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah berdo’a: “Ya Allah, berkahilah negeri Syam kami dan negeri Yaman kami”.

Ya, keduanya diikat oleh Nabi dalam do’a keberkahan. Kalian tentunya tahu bahwa Palestina termasuk dalam bagian Negeri Syam juga.

Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik lelaki adalah lelaki penduduk Yaman”.

Nabi bersabda “Iman itu Yaman, Hikmah itu Yaman”.

Bahkan di perang akhir zaman nanti, tentara bala bantuan kaum muslimin akan datang dari penduduk Negeri Yaman.

Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya Allah menghadapkanku ke arah Negeri Syam, dan memalingkan punggungku ke arah negeri Yaman, dan Allah berfirman kepadaku: ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menjadikan yang dihadapanmu adalah ghonimah, dan yang di belakangmu adalah bala bantuan'”.

Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=4dO7mUIu7Rg

Perang Panjang, kepentingan politik dari banyak negara; Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Amerika, dan yang lainnya, bercampur jadi satu. Dan korbannya, sekali lagi adalah rakyat sipil.

80 persen masyarakat Yaman hidup di bawah garis kemiskinan akibat perang panjang yang menyedihkan ini.

Lebih dari 15 ribu orang dalam keadaan busung lapar, mayoritas anak-anak dan balita.

Di awal tahun 2021, PBB memperingatkan, paling tidak ada 400 ribu anak balita terancam mati kelaparan tahun ini, jika tidak ada intervensi serius dari dunia internasional.

Bahkan yang lebih menyedihkan, kemiskinan di sebagian daerah Yaman memaksa penduduknya untuk memakan daun-daunan, karena tidak lagi mampu membeli makanan.

Keadaan ini bahkan lebih parah dari keadaan Jalur Gaza di Palestina yang mengalami blokade sejak 13 tahun lalu.

Kawan-kawan, serius, krisis kemanusiaan di Yaman benar-benar lebih parah daripada keadaan saat ini di Jalur Gaza, Palestina.

Saya mengajak kawan-kawan semua untuk ikut andil meringankan beban saudara-saudara kita di Yaman.

Mudah-mudahan dengan andil kita ini, Allah menjaga bumi Indonesia agar tetap aman dan sejahtera.

Mudah-mudahan dengan andil kita ini, Allah Ta’ala segera mengangkat wabah korona ini dari bumi Indonesia. Allaahumma Aamiin.

Titipkan donasi Anda ke Yayasan Sahabat Al Aqsha dengan nomor rekening khusus donasi Yaman.

Semua bantuan yang masuk akan disalurkan 100 persen tanpa dipotong sepeser pun.

Terima kasih.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaah wabarokaatuh

Salurkan donasi Anda untuk Yaman
BSI 77 22 123454
A.n Sahabat Alaqsha Yayasan

In syaa Allah donasi disalurkan 100% tanpa dipotong.

/ SAHABAT AL-AQSHA https://sahabatalaqsha.com/

 

(nahimunkar.org)