Hasan Al-Jaizy

Ada kaedah penting bagi para thullab dan thalibat dalam bidang Ushul Fiqh. Kaedah tersebut adalah: ‘Apa yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban (juga)’. Mau diulangi? Ini:

‘Apa yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban (juga)’.

Mungkin perlu contoh agar lebih paham:

Contoh 1:

Shalat Shubuh itu wajib, ga? Wajib. Kewajiban shalat Shubuh itu tidak akan sempurna (yakni: tidak sah meskipun dilakukan) kalau tidak bersuci dari hadats terlebih dahulu, seperti wudhu atau mandi junub. Berarti, wudhu (kondisi normal setelah tidur) itu wajib juga ga dilakukan sebelum shalat Shubuh? Ya wajib.

Berarti: Karena kewajiban shalat tidak akan sempurna benar tanpa wudhu, maka wudhu pun juga wajib.

Kaedahnya: ‘Apa yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban (juga)’.

Contoh 2:

Wajib lulus UN. Tapi dengan cara yang tidak melanggar hukum syar’i dan juga hukum duniawi. Tidak nyontek dan tidak mau dikasih bocoran walau dipaksa sama pihak sekolah. Lulus UN harus. Tapi kuncinya di belajar. Maka, belajar juga harus dong.

Berarti: Karena UN tidak akan bisa diselesaikan dengan baik hingga lulus tanpa belajar terlebih dahulu, maka belajar buat UN juga keharusan.

Kaedahnya: ‘Apa yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia adalah kewajiban (juga)’.

Contoh pertama syar’i, contoh kedua urfy.

Itu salah satu yang dipelajari di video berikut:

AL-USHUL MIN ILM AL-USHUL (31) – “الأمر”

Ayo, belajar Ushul Fiqh, kawan-kawan.

AL-USHUL MIN ILM AL-USHUL (31) – “الأمر” [Hasan al-Jaizy]

Kajian kitab al-Ushul min Ilm al-Ushul bersama Hasan al-Jaizy

Sumber : youtube.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.089 kali, 1 untuk hari ini)