Kain Sutra (alami murni dari ulat) diharamkan atas pria Muslim untuk memakainya

 

Bagaimana dengan sebagian sarung BHS dan sarung kelas atas lainnya yang digadang-gadang sebagai sarung sutra?

Jawabannya:

Dulu ini menjadi pertanyaan besar buat saya. Dulu, sarung BHS ada dua macam: 1. BHS Mercerized, dan 2. BHS Spunsilk atau disebut juga dengan BHS full-sutra.

Nomor 1: tidak ada masalah karena di keterangan stiker tertulis Mercerized Cotton.

Nomor 2: masalahnya adalah tulisan Spunsilk atau sutera di stiker, bahkan di cap sarungnya. Sarung terbitan ini sudah tidak diproduksi lagi. Adapun yang ada di toko-toko, maka ini sisa terbitan lama yang makin langka. Makanya, harganya bisa melejit tinggi. Sebab utamanya : kualitasnya super dan langka.

 

Lalu bagaimana sutranya?

Saya sudah minta klarifikasi dari salah satu ‘orang dalem’ yang punya posisi di Behaestex perihal ini. Dan langsung saya tanya to the point. Saya singgung juga masalah hukum syariat tentang pemakaian kain sutra untuk pria. Jawaban teksnya begini singkatnya:

“Betul Pak. BHS memakai serat sutera sintetis bukan serat alam yang diharamkan untuk dipakai oleh pria.”

Maka klaim dari produsen adalah bukti yang bisa dipegang. Kesimpulannya: sarung sutra BHS yang disebut full sutra itu bukan sutra murni dari ulat sutra melainkan racikan bahan-bahan yang direkayasa sehingga seolah mirip kain sutra.

Makanya, dulu, dulu sekali, mungkin 15 tahunan lalu atau lebih, tertulis di cap kain BHS : Sutera Murni 100%, lalu terbitan berikutnya dihapus. Diganti Sutera Spunsilk 140/2 atau 210/2. Walau ini tetap bermasalah bagi saya. Seharusnya produsen sarung sutera menjelaskan bahwa itu sutera sintetis. Tapi saya paham juga bahwa jika produsen menjelaskan itu khawatir marketing menurun.

Maka jadilah di antara produsen kain bahwa kain sutra rata-rata bukan sutra murni. Contohnya: batik sutra. Batik sutra yang dijual 1,5 hingga 2 jt saat ini bukan sutra murni. Tapi karena kualitas bahan dan campurannya bagus maka disebutlah sutra. Untuk dunia batik, saya sudah tanya ke sekian pengusaha batik. Bukan murni.

 

Yang amat saya sayangkan:

Banyak pedagang sarung maupun batik, mereka asal jual dan yang penting untung. Tidak tabayyun soal bahan. Untuk menaikkan pamor harga, mereka ‘berdusta’. Contoh:

Jika ditanya, ‘Ini sutra asli bukan? Mahal amat ya.” maka mereka menjawab,” Iya, sutra full asli.” untuk melegitimasi kewajaran harga. Karena kalau dijawab dengan jawaban ‘sutra sintetis atau tidak murni’, pedagang khawatir kehilangan peminat. Ini terjadi pada para pedagang sarung dan batik tulis.

 

Sekian tahun saya meneliti ini semua dan tidak terhitung sekian pedagang baik online maupun offline saya pelajari sikap, tutur kata dan penjelasan mereka. Dan saya dapatkan: rata-rata kurang jujur atau minimal jahil akan hakekat yang mereka perdagangkan. Padahal ini ada kaitannya sama hukum, baik hukum memakai sutra, maupun hukum transparasi dalam jual beli hingga kejujuran.

Saya tidak sedang menapak batok kepala pedagang lain untuk naik gunung. Tapi saya menjabarkan kenyataan yang terjadi bertahun lamanya di dunia perdagangan kain. Saya sudah menghabiskan banyak nafas dan keringat untuk mencari kebenarannya dan menemukan kesalahan yang sulit diobati.

 

Ada beberapa kejadian yang seragam dan sangat lucu saya temukan pada sebagian pedagang sarung dan batik sutra.

Saat saya tanya, “Ini bahannya sutra murni ya? Tinggi ya harganya pantes.” (mancing)

Mereka jawab, “Iya. Sutra full. Murni.”

Lalu saya todong, “Tapi pria Muslim ga boleh pakai kain dari sutra ulat. Apa ada campurannya ya?”

Mereka jawab, “Kayaknya sih ada campurannya.”

Saya pojokkan, “Walau campuran, tapi kan tetap tidak boleh kecuali persenan sutranya minimalis.”

Menanggapi kalimat di atas, mereka terbagi jadi dua sikap.

Ada yang menjawab, “Wah, saya ga tahu seberapa kadar suteranya.” (lha, tadi dia bilang full!)

Ada yang menjawab, “Sebenarnya sih ini bukan sutera alami. Ya diproses gitu lah.” (lha tadi bohong dong)

 

Masih banyak lho keunikan sikap pedagang sarung atau batik yang saya tahu dari pengalaman bergaul dengan mereka.

Dan saya tidak menemukan satu pun dari mereka yang pernah mempelajari fiqh muamalah sebelum maupun selagi menjadi pedagang.

Semoga bermanfaat.

***

Di antara komentar:

Filland Abu Fahd

Kalau kata Syaikh Sulaiman arruhaili boleh pakai sutra buatan ustadz…

Beberapa thobe,shemagh,dan igal di Saudi juga dari sutra buatan

 3 hari

Pembuat

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy


Filland Abu Fahd

Bahkan yang sutera murni pun kalau misalnya lebih dominan bahan lain daripada sutra murni juga boleh.

Kalau 50:50 Syafi’iyyah membolehkan.

 3 hari

 

***

 

 

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

hm2ito SMarletpg honurpufukusesglr orem07mo.rd3f0

 

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy


KetSScdmasrSnino ppornutkumleoesclho re1h7.s46mdi  · 

Sarung-sarung harga miring yang sedang rame saya jual ini, insya Allah tidak mengecewakan lho. Kualitasnya zen. Paket2 sudah pada sampai sebagian.

Masih ada nih sisa. Buruan.

Langsung saja WA ke wa.me/6281385102912



 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 250 kali, 1 untuk hari ini)